
Ini adalah sebuah kedai luas di mana di dalamnya terdapat arena yang dijadikan sebagai area pertarungan.
Kedai ini menjadikan pertarungan sebagai hiburan bagi pengunjungnya.
Setelah memesan, makanan tersebut datang beberapa menit kemudian. Aku dan Yu'er hanya memesan makanan berupa daging dan sayuran sementara Chunhua mengambil sup dan juga sebuah tungku kecil untuknya.
"Ah, kau ingin memakan tungkunya?"
"Aku manusia," teriaknya lalu melanjutkan.
"Ini teknik penyulingan, aku mempelajari bela diri racun karena itu setiap harinya aku harus memasukkan racun ke dalam tubuhku untuk berkultivasi."
Itu terdengar mengerikan.
"Hey Onii-chan tolong suapi aku."
"Lakukan saja sendiri."
"Bagaimana soal membuatku senang?"
"Aku mengerti."
Aku memasukan daging ke dalam sayuran menggunakan sumpit kemudian memasukannya ke dalam mulut Yu'er yang menunggu.
"Enak sekali."
"Lolicon pemangsa dada besar."
Chunhua menatapku dengan pandangan ikan mati meski begitu dia tidak pernah lepas dengan apa yang dikerjakannya. Beberapa botol kecil berisi racun dia masukan ke dalam tungku hingga hasilnya adalah sebuah pil yang terlihat gelap.
Tanpa ragu dia memakannya lalu memejamkan matanya beberapa saat sebelum akhirnya membuka matanya kembali dengan senyuman cerah.
"Dia baru saja masuk ke dalam lapisan alam surgawi menengah," potong Yu'er.
"Aku berhasil."
"Begitu."
"Aku masih harus mengkultivasi diriku paling tidak sampai ranah maksimal... benar juga, apa Aksa masih belum bisa merasakan Qi? Kalau tidak keberatan di bagian gunung ini ada sebuah kolam suci yang bisa membuka seluruh titik Meridian agar kau bisa mengolah Qi dan merasakannya, dengan kemampuanku kita bisa sampai ke sana walaupun monster kuat datang, bagaimana?"
"Kalau Chunhua bersedia, aku hanya bisa berterima kasih untuk itu."
"Kau terlalu formal."
__ADS_1
Aku kembali ke topik yang lebih penting.
"Ngomong-ngomong soal tujuh sekte terbesar, apa sekte pedang keadilan berada di antara ketujuhnya?"
"Tidak, kami berada di pertengahan... sekte tujuh sangatlah kuat kami tidak berhasil mengambil satu tempat di sana namun karena itulah aku ingin bertambah kuat, dalam tiga bulan kaisar akan mengadakan kompetisi besar aku ingin membawa sekte menjadi salah satu sekte yang dipertimbangkan kehebatannya."
Aku melihat.
Gadis ini orang yang bertekad kuat, walau dia berada di sekte pedang keadilan bukan berarti setiap anggotanya harus mewajibkan dirinya dalam penggunaan pedang. Mereka bebas mengambil gaya bertarung yang diinginkan.
"Karena itulah kau mengincar harta warisan kaisar."
"Benar sekali, namun bukan hanya itu aku juga mencari cara untuk meningkatan kekuatanku selama perjalanan."
Tujuh sekte itu adalah Sekte Elang Emas, Sekte Teratai Hitam, Sekte Cakar Harimau, Sekte Laut Merah, Sekte Kehidupan, Sekte Langit Biru dan juga Sekte Awan Iblis.
Sekte awan iblis tampak mencurigakan tapi aku tidak berniat mencoba lebih lanjut.
Chunhua juga memberitahuku beberapa hal penting dan dia juga tidak ragu untuk membeberkan apapun yang kutanyakan. Bagaimana mengatakannya gadis ini terlalu percaya pada seorang yang baru dikenalnya.
Mungkin karena aku memegang token dari Hao Lian jadi dia bisa terbuka.
Aku mengalihkan pandangan ke arah arena pertarungan, juara bertahan adalah seorang pria dengan tubuh besar yang memiliki kekuatan pengerasan tubuh lapisan pertengahan sementara penantangnya pria kurus dengan tombak.
"Memang membunuh diperbolehkan?" kataku pada Chunhua.
"Membunuh memang diperbolehkan namun jika seseorang lebih dulu menyerah, dia bisa menghindari kematian tergantung apa petarung itu mau melepaskannya atau tidak."
"Jalan bela diri sangat mengerikan."
"Ku sarankan untuk bertarung melawan orang yang masih memiliki kemanusiaannya."
"Kalau begitu aku akan mencobanya."
"Eh."
Chunhua memasang wajah terkejut.
"Dengan hanya teknik pedang?"
"Kenapa tidak."
"Jangan khawatir, Onii-chan sangat kuat.. bunuh dia, orang ini sudah banyak membunuh nyawa orang tak bersalah."
__ADS_1
Juara bertahan mulai menaikkan taruhannya dan berteriak dengan arogan.
"Siapa lagi yang ingin melawanku."
"Aku."
Aku melompat ke arena pertarungan hingga semua orang tertawa terbahak-bahak.
"Kau paling tidak harus memiliki uang sebanyak 1000 keping emas."
Chunhua mengangkat tangannya.
"Aku yang membayar uang taruhannya, kunaikan jadi 5000 keping."
"Heh, bukannya aku beruntung... aku hanya perlu mengalahkan orang tanpa lapisan ini."
Aku memukul wajah juara bertahan itu hingga dia terlempar menabrak dinding hingga meledak.
"Ku-kuat sekali... apa kau benar-benar seorang pendekar pedang."
"Maaf untuk kali ini aku yang akan memasang taruhan, jadi nona Chunhua tolong ambil kembali uang Anda."
"Uwaah... Aksa jadi terlihat keren, aku jatuh cinta padanya."
"Hentikan itu, dia akan banyak istri ke depannya."
Kedua orang ini suka seenaknya saja.
Aku memunculkan lubang hitam dan dari sana kumpulan keping emas berjatuhan.
"Bagaimana bisa, kau tidak menggunakan cincin Ruo tapi kau bisa mengeluarkan benda dari atas langit."
Mungkin aku terlalu ceroboh, akan berbahaya jika semua orang tahu aku menggunakan sihir untuk menyiasatinya aku mengeluarkan token dan menjadikannya sebagai harta penyimpanan.
"Jadi begitu, menarik sekali... kalau begitu apa kau ingin bertaruh itu juga.. aku akan membayar dengan cincin Ruo milikku dan kau token sekte pedang keadilan itu."
"Tentu saja, kenapa tidak."
Aku melempar token ke atas tumpukan keping emas dan dia juga melakukan hal sama.
"Karena aku memukulmu barusan maka kau juga boleh memukulku."
"Kalau begitu aku menerimanya."
__ADS_1
Sebuah pukulan mengenai wajahku dan aku melesat seperti apa yang dirasakan juara bertahan.