Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 204 : Quest Darurat


__ADS_3

Orang pertama yang kami temui adalah walikota tempat ini, dia menjelaskan seluruh kejadian secara terperinci.


Singkatnya sedikit jauh dari sini ada sebuah pemakaman yang sudah tidak terurus, untuk alasan tidak diketahui hantu-hantu itu berdatangan kemari pada malam hari dan membuat keonaran.


Terkadang mereka merasuki penduduk desa ataupun benda.


Aku bertanya ke arahnya.


"Apa ada sesuatu yang membuat mereka menjadi seperti itu?"


"Entahlah, kami sama sekali tidak mengganggu pemakaman di sana."


"Bagaimana menurutmu Malifana?"


"Mungkin mereka berusaha mengganggu orang-orang agar ada seseorang yang mengirim mereka ke akhirat."


Sesuai yang diharapkan dari gadis Priest.


Liz berkata.


"Jika aku akan membekukan pemakamannya hingga mereka tidak bisa keluar dari sana."


"Bukannya mereka bisa menembusnya," potong Naula.


"Heh, benar juga."


Untuk sekarang kami akan menunggu sampai malam hari.


Tidak banyak yang bisa dilakukan di sini, kami hanya akan berjalan-jalan dan beristirahat jika diperlukan.

__ADS_1


Setelah matahari tenggelam kami mulai pergi ke pemakaman, makam biasanya akan selalu gelap tapi berbeda di sini, ada cahaya yang menyilaukan di sana dan para hantu sepertinya bersiap menyerang kembali.


Saat mereka melihat kami mereka semua terkejut, tentu yang bisa melakukan itu karena ada Malifana di dekat kami.


Malifana berkata dengan suara imut.


"Aku akan mengirim kalian semua."


"Jangan biarkan Priest itu."


Para hantu merasuki pohon dan batu-batu lalu menyerang ke arah Malifana yang sedang merapal, kami menghalau seluruh serangan mereka.


Dengan benda yang telah dihancurkan para roh keluar, di saat yang sama Malifana sudah selesai merapal sihir.


Selanjutnya sebuah lingkaran sihir muncul di bawah roh-roh tersebut kemudian mereka menghilang menjadi sebuah cahaya keemasan.


"Kurasa sudah selesai."


Keesokan harinya kami telah ada di guild untuk melaporkan misi, atas permintaan Malifana kami membagi hasilnya menjadi sama rata. Jika dia berkata seperti itu kami hanya bisa menerimanya lagipula quest sebelumnya dia memiliki peran banyak dibandingkan kami.


Saat kami hendak mengambil quest baru seorang menerobos dengan nafas tersenggal-senggal.


"Ada apa?" yang bertanya itu adalah Kazel.


"Gawat aku melihat sekumpulan naga datang kemari, tidak salah lagi itu naga kehancuran."


Semua orang terhenti dengan wajah terkejut.


Lulu segera menyalakan alarm darurat kemudian mengumumkan quest darurat di mana memanggil para petualang untuk berkumpul di guild.

__ADS_1


Dia memberikan pidatonya.


"Kita mengalami keadaan darurat, semua orang lindungi kota ini."


"Baik," jawab serempak.


Di kota ini ada para kesatria kuat, ditambah kelompok Ayumi.. para naga yang memutuskan untuk datang kemari dia pasti naga yang cukup bodoh, atau mungkin naga itu juga datang kemari.


Semua orang keluar dari guild dan mengalihkan tatapan ke atas langit sekitar 20 ekor naga mendaratkan tubuhnya di kota setelah merubah dirinya menjadi bentuk manusia.


Dengan mengambil bentuk manusia mereka tidak akan mudah diserang.


Kelompok Ayumi dan para kesatria seperti Vivia juga berkumpul di depan guild. Vivia berkata.


"Mari bagi beberapa pasukan, dan kalahkan mereka."


Semua orang mengangguk sebelum berpencar, aku bersama kelompokku juga mengambil jalur ke arah naga yang paling kuat, aku berkata ke arah Malifana.


"Kau mungkin lebih baik menunggu di guild?"


"Tidak, aku bagian dari kelompok ini. Aku juga ingin membantu."


Aku membalas dengan senyuman lalu melompat ke atas bangunan, karena Malifana tidak bisa melakukannya aku menggendongnya di depan.


"Ma-maaf merepotkan, tubuhku pasti berat."


"Tidak juga aku rasa Naula dan Liz lebih berat."


"Tidak sopan aku sudah melakukan diet ketat."

__ADS_1


"Aku juga."


Keduanya mengembungkan pipi sementara aku hanya tersenyum masam ke arahnya.


__ADS_2