Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 197 : Sihir Untuk Membunuh Dewa


__ADS_3

Ariesta mengarahkan tangannya untuk menciptakan lingkaran sihir dari jari-jarinya, dari sana bola-bola cahaya secara bergantian menembakku.


Aku menahan dengan kedua pendangku hingga asap mengepul dari sekelilingku.


"Dari awal aku maupun Dewa-Dewi jahat lainnya sudah mengetahui peran yang diberikan Dewi pada Marine atau Sirius, bukan untuk menyelamatkan dunia ini melainkan untuk membunuh kami, karena itulah kekuatan yang diberikan pada kalian adalah sihir untuk membunuh dewa."


Aku mengkonfirmasi hal itu pada keduanya dan mereka mengiyakan. Ariesta melanjutkan


"Kami merencanakan untuk menyingkirkan kalian berdua dengan memperalat Marine untuk menjebak Sirius ke dalam gerbang kehampaan, sementara Marine kami berniat membunuhnya secara langsung sayangnya dia melarikan diri dan memindahkan panti asuhan yang kami jadikan sandera ke tempat yang sulit kami temukan... tak ku sangka setelah bertahun-tahun berlalu aku harus menghadapi kalian berdua sekaligus."


"Anggap saja kalian kurang beruntung, lagipula kalian sudah mengkhianati perintah Dewi dan memasukkan dunia ini ke dalam situasi buruk," atas pernyataan Marine, Ariesta hanya tersenyum pahit sebelum menembakan lingkaran sihirnya kembali.


Sayap yang membentang di punggungnya juga menembakkan bulu-bulu peledak yang mana setiap mengenai targetnya bisa membuat seseorang terluka.


Aku meluncur ke samping hingga Ariesta mengikutiku juga, kami saling membenturkan pedang di udara beberapa saat sebelum tertahan satu sama lain.


Jadi inilah kekuatannya yang sesungguhnya.


"Dibanding mementingkan manusia lebih baik kau mementingkan dirimu sendiri, dengan kekuatanmu kau bisa membuat dunia untukmu sendiri."


Aku mendorong Ariesta menciptakan celah di antara kami berdua, kuarahkan pedang Sirius padanya yang merubah dirinya menjadi senapan.

__ADS_1


"Aku tidak tertarik, yang kuinginkan hanyalah kedamaian untuk dunia ini."


Bam.


Sebuah tembakan membuat Ariesta mundur beberapa meter ke belakang hingga pedang miliknya hancur berserakan, bagi kekuatannya dia bisa membuatnya sebanyak yang dia mau bahkan lebih buruk dari itu.


Dia meniru senjataku.


"Walau cuma meniru kekuatannya menyamai aslinya."


Ariesta melakukan hal yang sama yang kulakukan padanya, saat ledakan menggempurku dia telah berdiri di atasku dengan lingkaran sihir.


"Pengisian penuh, Flame Buster."


Aku menahan serangan itu dengan pedang Marine hingga dia berteriak.


"Panas, panas, tapi terima kasih," dengan bahagia.


Orang ini paling senang digunakan sebagai perisai.


Aku mengayunkan pedang Sirius untuk mendorongnya jatuh ke bawah hingga laut biru itu meledak dahsyat dengan gelombang besar yang mengombang-ambingkan perahu maupun pulau kura-kura tersebut.

__ADS_1


Aku mengatur nafasku yang tersengal-senggal.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan pada kura-kura itu? Apa kau membunuh semua penduduk di sana?"


"Dari awal penduduk sudah meninggalkan tempat ini, terkadang kura-kura ini akan masuk ke dalam air selama 500 tahun sekali karena itulah mereka semua telah pergi. Yang kuinginkan hanyalah kekuatan dari kura-kura ini, tanpa diketahui siapapun makhluk ini memiliki energi yang sangat kuat, aku hanya mengisap seluruh energinya dan menjadikannya milikku saja."


"Jadi karena itulah kau ada di sini."


"Benar, kura-kura ini telah hidup cukup lama hingga energi mana dari alam terus terhisap ke dalam tubuhnya dan sekarang semuanya milikku."


"Aku akan menghentikanmu."


"Coba saja jika kau bisa."


Aku mengayunkan ke dua pedangku mengambil sisi kiri maupun kanan Ariesta, dia mampu menghindarinya kemudian membalas seranganku.


Palsu tetap saja palsu.


Beberapa kali berbenturan pedang Ariesta hancur kendati demikian dia menjadikannya keuntungan, saat aku lengah dia meninju perutku hingga aku menukik jatuh ke dalam laut.


Semakin lama rasa dingin semakin terasa, aku melirik ke atas dan melihat sesuatu di jatuhkan dari sana, itu adalah sebuah sihir ledakan dengan kekuatan luar biasa yang mampu menelan seluruh pulau sekaligus.

__ADS_1


Aku tertimpa olehnya secara langsung.


__ADS_2