Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 70 : Kesepakatan


__ADS_3

"Ada pengunjung kah?"


"Hantu, lari Nicol," Tiffany segera bergegas naik dari kolam lalu bersembunyi di belakang tubuh kecil itu.


"Nona Tiffany malah lebih takut dariku?"


"Apa boleh buat, aku tidak tahu kalau hantunya wanita berdada besar juga."


"Ngajak berantem," atas pernyataan Nicol Tiffany hanya tersenyum masam.


Hantu itu memiliki tubuh ramping dengan rambut panjang sepinggul, walau sudah meninggal sampai menjadi hantu bergentayangan wajahnya tampak hidup dengan senyuman terlukis di sana.


"Fuah, tidak ada yang sebaik mandi di pemandian air panas."


"Jangan mendekat atau aku tembak."


"Kenapa kau ingin menyerangku, aku tidak melakukan apapun? Lagipula siapa kalian?"


"Namaku Nicol dan ini Tiffany, nona ini datang untuk membeli tempat ini."


"Membeli tempat ini? Kau yakin? Tempat ini tidak populer loh, bahkan tidak ada pengunjung satu pun."


"Itu semua salahmu," entah Nicol atau Tiffany mengatakan hal sama di dalam hati mereka.


"Bagaimana sekarang nona Tiffany masih berminat untuk membeli tempat ini?" Nicol melontarkan pertanyaan itu padanya yang di jawab dengan anggukan.


"Aku menyukai tempat ini jadi akan kubeli."

__ADS_1


"Heh, kau akan membelinya... kurasa aku tidak perlu tinggal sendirian lagi di sini?


"Nona hanya ingin tinggal di sini gratis bukan? aku kini merasa kasihan pada pemilik sebelumnya," kata Nicol menurunkan senjatanya sedangkan hantu itu memalingkan wajahnya dengan ekpresi malu.


Tiffany berdiri di depan Nicol dengan senyuman puas, ia menaruh kedua tangannya di pinggang tanpa memperdulikan tubuh telanjangnya.


"Dibanding tinggal gratis, aku ingin memperkerjakanmu sebagai karyawan pertamaku."


Hantu itu mendekat ke arah Tiffany.


"Bolehkah?"


"Tentu saja, kukira keberadaanmu bisa menarik banyak orang untuk datang."


"Aku akan senang jika bisa membantu."


Tiffany meletakan ujung jarinya di bibir kemudian lalu melanjutkan.


"Hmmm, aku hanya ingin punya kamar yang luas, bersih serta nyaman untuk ditinggali gadis sepertiku."


"Sepakat."


Nicol hanya bisa melihat pemandangan tersebut dengan senyuman di wajahnya.


***


Setelah mengunjungi akademi sihir aku memutuskan untuk kembali ke kediaman Carrot bersama Sirius, di sana kulihat Tiffany, Nicol dan Carrot sedang duduk di pekarangan selagi menikmati teh bersama.

__ADS_1


"Kau sudah selesai?" tanya Tiffany.


"Aku hanya melihat-lihat saja, bagaimana denganmu?"


"Aku juga sudah selesai, aku membeli sebuah penginapan luas dengan harga murah."


"Begitu."


Aku mengalihkan pandangan ke arah Nicol dan ia terlihat menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Sepertinya tempatnya tidak terlalu bagus. Yah, aku akan tahu ketika melihatnya nanti.


Keesokan paginya kami pergi ke tempat yang dikatakan Tiffany kemarin, selain lantainya terlihat rapuh, atap-atapnya juga terlihat berlubang dimana-mana.


Tiffany dan Nicol berjalan di depan, sementara aku dan Carrot berjalan mengikuti dari belakang, adapun untuk Sirius dia hanya mondar-mandir ke sana kemari.


"Apa tak apa? Aku yakin memperbaiki tempat ini akan jauh lebih mahal dari yang kuduga."


"Jangan khawatir, ini bukan apa-apa, dibanding jasamu hal seperti ini masih kecil, aku bahkan berencana memperluasnya lagi."


Sesuai yang diharapkan dari orang kaya, mereka mampu melakukan apapun.


Kami dipandu ke kolam air panas dan kulihat di sana ada hantu yang sedang membersihkan tubuhnya.


"Dia adalah karyawan pertamaku," ucap Tiffany memperkenalkannya.


Aku dan Carrot hanya bisa memasang wajah pucat.

__ADS_1


Tempat ini apa akan baik-baik saja?


Untuk sekarang aku hanya akan membantu membersihkan tempat ini lalu kembali pulang keesokan paginya.


__ADS_2