Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 330 : Warisan Keempat


__ADS_3

Aku menutup buku harian tersebut lalu meletakan kembali di mana aku mengambilnya, sungguh mengejutkan bahwa dari awal kutukan tersebut tidak ada melainkan hanya sebuah karangan belaka.


Semuanya murni dari orang yang menulis buku harian ini.


Aku keluar dari rumah tersebut dan menatap langit yang telah berubah kejinggaan, Yu'er dan Chunhua sedang duduk tanpa melakukan apapun kecuali hanya bermain dengan tangan mereka.


"Batu kertas gunting."


Berapa kali dicoba Yu'er tetaplah pemenangnya, dia akan belajar bahwa mengalahkan dewi dalam adu keberuntungan bukanlah ide baik. Aku mengeluarkan beberapa roti yang mana kuberikan pada keduanya.


Sampai kami menemukan warisan keempat kami tidak akan pergi dari sini.


Aku duduk diantara Yu'er dan Chunhua yang asik dengan makanan mereka.


"Ngomong-ngomong Onii-chan, apa kau menemukan sesuatu tadi? Kulihat Onii-chan tidak langsung keluar."


"Aku juga penasaran tentang itu," tambah Chunhua melirik ke arahku juga.


"Aku hanya menemukan sesuatu tadi... kurasa hal yang disebut kutukan itu sebenarnya tidak ada."


Berbeda dengan Chunhua yang menarik nafas lega, Yu'er memilih ekpresi dibuat-buat.

__ADS_1


"Heh, benarkah? Aku sangat kecewa kupikir akan terjadi hal menarik saat kita tetap berada di sini."


Aku yakin dia sudah tahu sejak awal, karena itulah Yu'er tetap santai-santai saja. Terlepas dari itu aku sedikit penasaran dengan warisan yang ingin kami ambil. Bahkan di buku harian tidak dijelaskan benda apa itu yang mana menambah rasa penasaranku.


Kurasa meski aku menanyakannya, Yu'er jelas tidak akan mengatakannya, yang bisa kulakukan hanya menunggu beberapa jam lagi.


Aku mengumpulkan beberapa potong kayu lalu membuat api unggun selagi membakar beberapa jamur yang dioleskan kecap di atasnya, itu sudah dua jam semenjak matahari tenggelam seutuhnya dan sampai sekarang tidak ada terjadi apapun.


Mungkinkah kita harus menunggu sampai tengah malam, ketika aku menanyakannya Yu'er menggelengkan kepalanya hingga dia melanjutkan.


"Warisan keempat hanya bisa ditemukan saat bulan purnama di mana cahayanya akan menunjukkan jalan, jika bukan sekarang mungkin besok."


Aku bisa menebaknya.


Malam ini pencarian kami berbuah kosong, syukurlah aku bisa membuat benda apapun dengan sihir penciptaanku salah satu yang sangat berguna adalah tenda yang kami bisa gunakan.


Ada batasan dari sihir penciptaan dimana aku tidak bisa membuat makanan, meski Chunhua memintaku untuk membuat cemilan tengah malam, aku jelas tidak bisa mengabulkannya.


Pagi berikutnya.


"Selamat pagi Onii-chan... hari yang cerah juga hari ini."

__ADS_1


"Pagi Yu'er," balasku lemas.


Yu'er menyelinap lagi ke tendaku, aku ingin sekali menendangnya keluar namun aku yakin akan terkena hukuman ilahi setelahnya.


Mengabaikan Yu'er yang berbaring di atasku, aku mengambil ponsel milikku dan melihat Mai yang baru bangun juga.


Dia adalah sistem dunia yang kupindahkan ke dalam ponsel. Singkatnya dia seperti pelayan serba bisa dalam bentuk kecerdasan buatan AI.


"Pagi tuan."


"Pagi Mai.. maaf sudah memintamu pagi-pagi begini tapi bisa kau memindai seluruh area ini."


"Tentu saja tuan.. memindai sejauh 100 m, 500 m, 1 Km, ditemukan beberapa orang telah datang kemari dalam radius 1 km, itu meliputi manusia serta monster."


"Jika sejauh itu kita tak perlu khawatir, mereka pasti tanpa sengaja menggangu sarang monster," potong Yu'er demikian.


"Ada iblis juga di sana."


Kesimpulan Yu'er dalam sekejap berubah drastis.


Akan buruk jika mereka terbunuh, aku akan memeriksa untuk memastikan apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2