
Waktu untuk menuruni labirin telah dimulai kembali, sebelum itu aku memberikan tiga pedang yang sebelumnya kuciptakan pada ketiga rekanku sekarang.
Vermilion maupun Serena tampak senang begitu juga Mavis yang segera meletakkan pedang pendeknya di punggung lingkar pinggangnya.
"Tapi aku tidak pandai bertarung, apa Aksa yakin memberikanku sebuah pedang?"
"Kau terkadang perlu sesuatu untuk melindungi dirimu sendiri, tak masalah jika memiliki satu pedang untuk berjaga-jaga."
"Begitukah."
"Lagipula ini pedang roh, jika membawanya kau bisa terus berbicara dengan rohmu dan membiarkannya berada di dekatmu."
"Aku memang jarang menggunakan roh seperti yang dilakukan orang di sampingku."
"Serena tidak memiliki teman jadi roh kontraknya hanya sebatas itu."
"Siapa yang tidak memiliki teman, ada Jeanne, Lesoria dan juga lainnya."
"Dalam presepsiku itu berbeda, mereka hanya bawahanmu."
Aku sebenarnya tidak ingin tahu, tapi aku sedikit penasaran apa yang terjadi pada Serena di masa lalu? Kurasa nanti aku akan bertanya soal dirinya.
Sementara itu keduanya memanggil roh kontrak mereka.
Roh kontrak Vermilion memiliki rambut emas sementara Serena perak, mereka roh tingkat tinggi namun saat melihatku kedua roh tersebut memelukku.
__ADS_1
"Astaga semua wanita entah roh atau ras apapun akan terpesona oleh Aksa, mereka menjadi genit," potong Mavis sementara aku tidak tahu harus berbuat apa sampai Vermilion dan Serena menarik roh mereka menjauh.
Aku benar-benar tidak ingin sampai separuh dunia akan dipenuhi keturunanku entah di dunia ini atau dunia roh.
Kedua roh itu masuk ke dalam pedang keduanya hingga bisa saling berkomunikasi ataupun saling mendukung satu sama lain.
Karena urusan di sini selesai mari pergi.
Aku menerima pedang yang sebelumnya digunakan Vermilion lalu memasukannya ke dalam sihir penyimpananku, dia memberikannya padaku jadi aku akan menerimanya.
Jika aku menggunakan kekuatanku pedang ini akan hancur karena itu aku hanya sebatas menyimpannya sebagai kenang-kenangan tanpa menggunakannya.
Turun ke lantai 51 lawan selanjutnya yang harus kami kalahkan adalah sebuah Trol, Trol memiliki tubuh besar yang dibalut dengan kulit keras seperti batu-batuan, namun jika kau bisa menghancurkan lapisan luarnya. Tubuhnya tidak jauh berbeda dengan monster pada umumnya.
Dengan pedang yang kubuat untuk mereka itu tidak jadi masalah, sekeras apapun tubuh mereka, mereka hanya akan berakhir dengan kematian.
Insting mereka hanya untuk menjadikan manusia makanannya, tidak lebih atau kurang.
Serena masih mendukung bagian belakang, saat roh miliknya memperingati ada sesuatu muncul dari belakangnya, dia menarik pedang lalu menebasnya dengan mudah.
"Hebat, aku tidak pernah berpikir aku bisa bertarung seperti ini."
"Harusnya kau memikirkannya dari awal," balas Vermilion mengejek.
"Aku tidak bertanya padamu?"
__ADS_1
"Apa?"
"Ngajak berantem."
Mereka berdua mendorong atau sama lain dengan dada mereka.
Keduanya rival jadi tidak aneh mereka selalu bertengkar, Mavis juga terlihat sedikit tidak nyaman dengan keduanya dan memilih diam tanpa melakukan apapun.
Di ujung lantai kami harus melawan bos Trol dengan dua kepala serta memegang senjata raksasa di tangannya.
Dia mengayunkan gada dari atas yang mana ditahan perisai Mavis hingga menciptakan efek Stun pada musuhnya, dengan efek ini monster tidak bisa bergerak dalam waktu beberapa detik yang mana menjadi keuntungan kami menyerang.
Aku menggunakan Fire Bolt untuk membuat tubuhnya terbang ke udara, bersamaan itu Vermilion telah melompat di atasnya lalu menusukan pedang tepat di jantungnya yang menjadi akhir dari pertarungan.
Tubuh kami terluka tapi itu tidak terlalu buruk, sihir penyembuhan serta Potion bisa mengatasinya dengan mudah.
Sejak itu setiap lantai tidak terlalu menyusahkan, kami terus menggunakan formasi biasanya, menghabisi setiap musuh yang datang tanpa ampun.
Kadang kami kesusahan tapi itu tidak berarti apapun hingga kami benar-benar telah sampai di lantai terakhir Labirin Underworld.
Sebelumnya aku membayangkan akan melawan musuh paling berbahaya, dan ternyata itu tidak seperti yang kuduga.
Di tengah ruangan itu ada tubuh wanita telanjang yang diikat dengan rantai dengan posisi tangan direntangkan dan kaki terduduk di lantai.
Tubuh itu memiliki rambut pirang panjang seperti yang kukenal dan tubuh itu adalah milik Noela.
__ADS_1
Hantu yang mendiami mansion yang kini kutempati.