
Di tengah Colosseum aku berjalan ke tengah arena pertarungan, bersamaan itu wasit yang bertugas mulai memperkenalkanku dengan berlebihan.
"Murid dari Nona Heliet yang dikatakan paling hebat, Jeanne d'Arc."
Aku tahu bahwa orang-orang membenci kami karena diperlakukan istimewa dibanding siswa lainnya, tapi tak kusangka bisa separah ini.
Mereka sengaja memuji aku ataupun Lesoria secara berlebih supaya kami dipermalukan saat kalah, benar-benar cara licik.
Aku tak masalah jika mereka menghinaku tapi jika itu menyangkut guruku aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, entah itu aku atau Lesoria kami dilarang untuk kalah.
Pria yang menjadi lawanku bertubuh besar dengan pedang yang sama besar dengannya, pertarungan ini adalah pertarungan kesatria selagi tidak membunuh lawanmu semuanya diizinkan.
Kami membuat simbol dengan lengan kami sebelum akhirnya kembali ke tempat kami, saat wasit berkata 'mulai' kami berdua menerjang ke depan.
Hanya dalam waktu dua detik aku telah menjatuhkan musuhku ke tanah, semua orang terdiam kecuali guru dan Lesoria yang menonton.
"Hebat, kerja bagus."
"Itulah saudariku."
"Wasit."
Atas panggilanku wasit tersebut tergagap.
"Pemenangnya Jeanne d'Arc."
Aku dengan elegan kembali ke tempat dudukku dan melihat pertarungan yang akan berlanjut, kebanyakan yang kulihat hanyalah pertarungan yang konyol, mereka semua murid akademi meski begitu kekuatan mereka tidak seberapa, buktinya bahwa aku maupun Lesoria telah mencapai semi final dengan mudah.
__ADS_1
Lawanku di sini adalah seorang wanita dengan rambut sebahu ikal.
"Aku akan berjuang."
Berbeda dengan semua lawanku sebelumnya, gadis di depanku bisa menghargai orang lain.
Kami berdua bergerak maju selagi mengayunkan pedang menghasilkan dentungan khas dari sebuah kayu.
Aku melompat ke atas lalu mengayunkan kembali pedangku mengikuti gaya gravitasi, dengan baik gadis yang menjadi lawanku menahannya kemudian mementalkan kembali seranganku ke belakang, dia bergerak dengan cepat menggunakan gaya tusukan mirip pada pertarungan Rapier.
Aku menangkis ke kiri maupun ke kanan kemudian memutar tubuhku untuk bertahan sekaligus menyerang tanpa jeda.
Umurnya lebih tua 4 tahun dariku namun kemampuannya bisa dibilang luar biasa, pantas saja orang ini bisa melaju sampai semi final.
Kami saling menahan satu sama lain.
"Aku harus mengalahkanmu agar bisa bergabung dengan kesatria kerajaan."
Aku mendorongnya sedikit ke belakang kemudian menebas beberapa kali hingga pedangnya terlempar.
"Pemenangnya Jeanne d'Arc."
"Aku kalah."
Aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri sebelum kembali ke tempat dudukku.
"Selanjutnya adalah diriku, lihat baik-baik Jeanne," kata Lesoria berlari ke tengah lapangan, sebelum mencapai tempatnya dia terjatuh hingga penonton menertawainya.
__ADS_1
"Kyaa... pakaian dalamku terlihat."
Itu hal yang sering dialami Lesoria belakangan ini.
Aku sudah terbiasa.
Seorang yang menjadi lawannya adalah pria botak dengan pedang dua tangan sama seperti halnya Lesoria, karena terbuat dari kayu beratnya mungkin lebih ringan dari pedang aslinya namun cukup membuat seseorang patah tulang jika terkena serangannya secara langsung.
Pertarungan dimulai dan keduanya menunjukkan skill yang luar biasa, Lesoria membacok dari atas sementara lawannya menghindarinya ke samping dan melakukan gerakan sama.
Saat Lesoria menahannya, itu menciptakan retakan di pijakannya sebelum akhirnya hancur hingga memaksa Lesoria mudur ke belakang.
Sejauh ini hanya orang ini saja yang mampu membuat Lesoria mengambil sikap mundur.
"Kau sangat kuat untuk pria botak."
"Aku tidak botak, aku memotongnya dengan gaya seperti ini."
"Menurutku sama saja."
Lesoria mengayunkan pedangnya ke tanah hingga tanah menyeruak ke atas hingga membungkus lawannya dengan mudah, tapi hanya sesaat sampai pria itu bisa meloloskan diri.
Dengan teriakan keras dia menerjang ke depan, tepat saat jarak keduanya hanya terpaut satu meter, pedang Lesoria berayun dari samping, walau pria itu menahannya tubuhnya tidak sanggup menahannya hingga akhirnya dia menubruk ke benteng penonton.
"Pemenangnya Lesoria Floresta."
Dengan ini aku kembali harus berhadapan dengannya lagi, Nona Heliet berteriak.
__ADS_1
"Bagus Lesoria, cepat tunjukan pakaian dalammu lagi."
Orang ini pasti yang mengajarinya.