
Menyerahkan semua malaikat ini pada guruku untuk diobati, aku telah mendengar banyak informasi dari Ribel.
Ratu mereka ditahan oleh salah satu komandan raja iblis karena itulah aku diam-diam mengambil tugas ini sendiri dan muncul di wilayah para ras malaikat, karena anggota partyku masih harus memulihkan diri dari petualangan kami sebelumnya jadi aku tidak mengikut sertakan mereka.
Bertepatan saat aku berjalan puluhan iblis bermunculan, penampilan mereka seperti apa yang dikatakan banyak orang dengan sayap kelelawar serta wajah jelek mereka, tak kalah ras malaikat berada di antara mereka juga.
Aku lebih suka membantai mereka sekaligus jika begini aku harus berhati-hati untuk tidak membunuh malaikat juga.
Aku menciptakan pedang di tanganku sebagai senjata, salah satu iblis mendaratkan kakinya selagi menatapku rendah.
"Manusia, berani sekali kau menginjakan kaki di tempat ini.. sekarang wilayah ini telah menjadi milik raja iblis karena itu kau akan ikut dengan.."
SRAK!
Sebelum iblis itu selesai mengatakan kalimatnya kepalanya lebih dulu terpenggal ke udara sementara tubuhnya jatuh ke tanah dengan darah menyebar ke segala arah.
"Aku tidak perlu mendengarkan ucapan iblis, nah... siapa yang harus kubunuh selanjutnya? Kalian hanya punya dua pilihan berusaha melarikan diri sementara aku mengejar kalian atau bertarung dan mati.... keduanya hanya kematian."
__ADS_1
"Kau?"
Mereka semua melesat ke arahku dengan gerakan cepat aku menebas mereka tanpa ampun, aku menghindari untuk membuat luka pada para malaikat berbeda dengan iblis, aku memotong-motong mereka dengan pedangku hingga rubuh dengan darah membanjiri mayat mereka.
"Gwwwuaaaah."
Sekitar 20 Iblis terbunuh cepat oleh pedangku sementara 30 malaikat pingsan melalui pukulanku. Tapi tak hanya di sana para iblis mengirimkan bantuannya.
"Manusia."
Aku menghilang dan muncul lagi di belakang pria iblis itu lalu menusukan pendangku dari belakang.
"Aku masih manusia... kalian iblis terlalu meremehkan manusia soalnya, jadi akan kutunjukan seberapa menakutkan mereka."
Aku menyeringai saat tubuh mereka berjatuhan dengan darah membasahi permukaan tanahnya, sekarang sudah waktunya menghabisi dalang dari semua ini.
Para malaikat tinggal di atas wilayah kepulauan yang berada di atas langit, para iblis cukup memuakkan karena bisa datang kemari juga.
__ADS_1
Dengan sihir teleportasi aku langsung berada di aula singgasana, di sana ada sebuah kurungan burung mirip sangkar di mana terlihat seorang wanita serba putih ditahan.
Keempat sayapnya tampak terkulai lemas, sementara mata peraknya melihat ke arahku.
"Jadi kau yang bernama Ratu Ilusiona."
"Siapa kau?"
"Seorang yang akan membebaskanmu," tepat saat aku mengatakan itu seorang iblis yang jauh lebih besar tertawa terbahak-bahak. Ia memiliki tubuh besar dengan sayap serta pedang besar di sampingnya, dua tanduk yang besar menandakan dia bukan iblis biasanya.
"Berani sekali kau manusia, setelah membunuh para bawahanku kau juga malah ingin mengambil mainan kami."
"Mainan haha biar aku perlihatkan seperti apa mainan itu digunakan."
Aku menyeringai lalu mengarahkan tangan kiriku untuk menciptakan sepuluh lingkaran sihir secara bersamaan. Dari lingkaran itu sihir seperti api, air, tanah serta angin terus ditembakan.
Dengan serangan sebanyak ini iblis bernama Manggo menepisnya santai seolah bukan hal sulit, tapi dari awal aku hanya membuatnya sibuk sementara aku memindahkan ratu para malaikat menggunakan sihir teleportasi keluar istana.
__ADS_1
Aku memintanya untuk bersembunyi di belakang pohon di perkarangan miliknya hingga tak lama kemudian ledakan terjadi di istana, Manggo keluar dari sana dan mendapati seluruh pasukan iblisnya telah mati mengenaskan.
"Kau, akan kubuat kau membayarnya dasar manusia rendahan."