Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Side Story : Petualang, Vampir Dan Kesatria Suci


__ADS_3

Seperti biasanya pagi itu, Heliet telah siap untuk membuka tokonya, dibantu Nicol dan Alyssa ketiganya mulai menyusun botol-botol ramuan lalu memasukannya ke dalam kotak kardus untuk dikirim ke berbagai tempat.


Tidak hanya di kerajaan Elysium, ramuan Heliet telah mencapai kerajaan lain dan siang nanti seseorang akan mengambilnya. Tak lama kemudian Kazel masuk ke dalam toko.


Kazel merupakan salah satu petualang senior di kota ini, dia memiliki tubuh cukup tinggi dan besar dengan kepala plontos yang terkesan seperti orang jahat namun sesungguhnya dia hanyalah orang biasa yang mesum.


"Aku telah datang, menurut staf guild apakah nona Heliet membutuhkan bantuanku?'


Orang yang dimaksud hanya mendesah pelan selagi menatapnya dengan mata kanannya sementara mata lain tertutup poni rambut hitamnya


"Kau terlihat sangat bersemangat?"


"Tentu saja, belakangan ini aku kehabisan uang karena selalu main ke cafe pelayan, dengan menyelesaikan pekerjaan ini aku tidak perlu mengais-ngais tong sampah lagi."


"Sampai segitunya, yah.. terserahlah, aku ingin kau mencari beberapa tanaman obat di bukit, aku sudah menuliskan semuanya."


Heliet memberikan gulungan kertas yang dia tulis sebanyak mungkin.


"Ini terlalu banyak, sebagiannya bahkan aku tidak tahu."


"Jangan khawatir, Alyssa akan ikut denganmu juga, Alyssa."


"Aku mengerti, Nicol tolong susun punyaku juga."


"Baiklah."


Alyssa merupakan gadis kecil berasal dari ras vampir, ia berpenampilan seperti seorang penyihir dengan topi runcing di atas kepalanya.

__ADS_1


"Mari pergi kepala botak."


"Jangan menyebutnya botak, ini termasuk gaya rambut."


"Apanya yang gaya rambut."


"Kalian berdua berhati-hatilah."


Heliet dan Nicol hanya memperhatikan kepergian mereka sampai pintu tertutup rapat.


Dalam perjalanan keluar gerbang kota Kazel bertanya ke arah Alyssa.


"Aksa masih belum kembali?"


"Belum."


"Tentu saja dia baik-baik saja, dia sangat kuat."


Di jembatan di atas sungai kecil, keduanya tanpa sengaja berpapasan dengan seorang kesatria suci yang sangat terkenal bernama Jeanne d'Arc. Sampai sekarang Kazel masih tidak percaya bahwa kota awal yang tadinya hanya diisi oleh petualang lemah malah menjadi tempat tinggal bagi orang-orang yang luar biasa.


Misalnya Sage terkenal Heliet Ladeosfa, Kesatria Suci Jeanne d'Arc, Lesoria Floresta dan juga Vivia legal yang dijuluki pembunuh naga terhebat.


"Oh, kalian mau pergi ke suatu tempat?" tanya Jeanne saat dia melirik tas besar yang dibawa Kazel.


"Nona Jeanne, kami ingin mengambil beberapa tanaman obat di luar kota," perkataan Kazel sedikit terlihat gugup.


"Aku mengerti, kuharap tuan Kazel tidak terlibat dengan hal yang merepotkan seperti dulu, kalau begitu aku permisi."

__ADS_1


"Ba-baik, silahkan, semoga harimu menyenangkan."


"Terima kasih."


Alyssa yang memperhatikan sejak tadi memandang Kazel dengan pandangan bermasalah.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan dulu?"


"Aku pernah menjual beberapa majalah dewasa untuk mendapatkan uang, saat ada penggerebekan aku juga malah ikut ditangkap oleh nona Jeanne."


"Seharusnya aku tidak pergi bersamamu, aku harus kembali."


"Oi, aku ini punya selera tinggi."


"Kau mengejek tubuhku."


"Mari lupakan hal barusan, kita lanjutkan perjalanan."


"Sepertinya begitu, tapi kuperingatkan aku ahli dalam berbagai sihir."


Kazel hanya mengerenyitkan alisnya tanpa mengatakan apapun lagi, dia menyapa beberapa penjaga di luar gerbang kemudian mendaki bukit dan sekali lagi dia mengecek gulungan yang dibawanya.


"Akan kumpulkan sekarang."


Alyssa mengangguk kecil lalu melanjutkan.


"Aku akan mengumpulkan bahan-bahan dari daftar paling bawah, kalau ada yang tidak diketahui tanyakan saja padaku."

__ADS_1


"Oke."


__ADS_2