
Kami berada di sebuah padang gurun luas dengan setumpukan harta yang menggunung tinggi, dibanding tempat manapun jumlahnya sangat besar.
"Jadi ini harta warisan keempat, sungguh tak berguna untuk pertarungan," terhadap aku yang kesal kedua gadis yang ikut bersamaku telah menjatuhkan diri ke tumpukan harta selagi menggerakkan tangan mereka dengan suka cita.
"Kita kaya, kita kaya."
Mereka melupakan tujuan kenapa kita mengumpulkan semua warisan ini, tapi mengingat bagaimana semua itu berlalu aku sudah tidak heran kebanyakan masalah aku yang menyelesaikannya.
"Ma, ma, tenanglah Onii-chan.. uang sangat berharga, dengan uang kita bisa menyewa banyak orang kuat untuk melawan raja iblis dan kita hanya perlu bersantai di mansion."
"Kau terdengar seperti dari tokoh novel yang pernah kubaca dimana karakter utamanya membawa dewi bersamanya, dan Chunhua kenapa kau sangat girang?"
"Tidak ada wanita yang tidak akan senang saat mereka kaya."
Aku pikir itu definisi cewek matre.
Terserahlah, aku lelah, aku ingin tidur dan baru besok pagi akan kupikirkan lagi.
Aku mengulurkan tanganku untuk menciptakan tiga futon untuk kami, rasanya aneh jika seseorang tidur di futon terutama di atas gurun pasir tapi aku tidak peduli.
"Jika kalian tidur di sana kalian akan sakit punggung nanti."
__ADS_1
"Aku ingin lebih lama lagi Onii-chan."
"Begitu aku."
Aku hanya menghela nafas panjang, saat bangun aku menemukan keduanya telah berada di tempat masing-masing dalam keadaan tertidur pulas. Mari rangkum apa yang terjadi sejauh ini.
Malam tadi kami menemukan sebuah cermin saat bulan purnama, ketika kami melihatnya kami masuk ke dalamnya dan berakhir di sini.
Aku bangun selagi mengeluarkan ponselku dan kulihat Mai baru terbangun dari tidurnya, ia mengenakan piyama merah muda selagi menguap lebar.
Semuanya berbentuk animasi 3d.
"Pagi tuan, boleh kita bicara sambil aku mandi."
"Aku adalah sistem dunia yang dibuat oleh tuan, aku selalu belajar apapun yang dibutuhkan untuk beradaptasi setiap harinya hehe ngomong-ngomong aku menggunakan sistem permainan sekarang."
Background kamar Mai kini berubah jadi dirinya yang berada di dalam bak mandi terbuat dari kayu yang diisi oleh air panas. Aku menggerakkan jariku untuk mengambil ember lalu menyiramkannya di kepalanya.
"Fuah, rasanya sangat nyaman."
Aku meragukannya, aku melanjutkan.
__ADS_1
"Tolong analisa tempat kami sekarang."
"Laksanakan."
Di sekitar Mai yang mandi layar-layar bermunculan dan ia menekan layar itu hingga berbagai tulisan tampak di sana.
"Aku sudah mendapatkannya tuan, ini disebut dengan dimensi tiruan, dimensi ini dibuat dari energi Qi alam semesta penggunanya, jika tuan bergerak ke ujung akan ada semacam dinding pembatas di mana itu adalah batasan dari wilayah tersebut. Apa aku harus menjelaskan Qi alam semestanya juga?"
"Itu terlalu merepotkan singkatnya tempat ini dibuat oleh kaisar pertama untuk menyembunyikan tumpukan harta miliknya dan cermin miliknya semacam sebuah portal untuk menghubungkannya, tapi kenapa dia melakukannya? Bukannya hartanya sudah banyak di istana."
"Sulit juga, mungkin ini hanya harta cadangan saja jika kekaisarannya bangkrut."
"Atau mungkin ada hal lain."
Tepat saat aku berkata demikian tumpukan harta yang kulihat kini mulai bergerak sendiri, harta itu mulai menyatukan dirinya sendiri lalu membentuk keseluruhannya seperti sebuah robot raksasa atau di dunia ini bisa disebut golem raksasa.
"Jadi begitu, harta warisan keempat tersembunyi ditumpukkan hartanya."
"Aku menemukannya tuan, ada batu hijau di dalam dadanya, batu itu memiliki kemampuan untuk menciptakan golem, karena penggunanya sudah tidak ada, maka golem tersebut tak terkendali dan menyerang siapapun di depannya."
Sudah jelas pemiliknya sengaja meletakannya di sana.
__ADS_1
Kurasa sudah waktunya membangunkan kedua anggotaku.