Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 308 : Hadiah Dari Pertandingan


__ADS_3

"Kukira barusan pukulanku tidak terlalu kuat," dengan sedikit arogan juara bertahan berkata demikian saat aku kembali ke arena.


Aku menepuk pakaianku untuk menghilangkan debu sebelum menjawabnya.


"Tentu saja, pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai."


Saat lonceng berbunyi kami melesat maju, aku menggunakan pedangku lalu mengayunkannya.


Jika aku menggunakan sihir ini bukan sesuatu yang sulit, bahkan dengan pistol aku bisa membunuhnya dengan cepat. Aku Melompat saat sebuah tendangan samping melesat padaku.


Seperti apa yang dikatakan Chunhua bahwa orang ini melapisi tubuhnya dengan Qi, dibanding memberikan luka dengan pedangku itu malah menghasilkan percikan kembang api ke udara.


Kemudian memukulku beberapa kali hingga menyisir lantai arena.


"Percuma saja, tubuhku setara dengan pusaka tingkat pertama, dengan pedang biasa tidak akan bisa mengalahkanku."


Seharusnya aku ke kolam suci dulu sebelum menantang orang ini, seberapa besar kekuatannya? Pasti ada batasannya, akan kubuat untuk mengulur waktu. Aku bangkit dan kembali menyerangnya, seberapa kuat pukulannya tanpa mengenai targetnya semuanya hanya sia-sia.


Aku menunduk kemudian melompat ke samping selagi menebaskan pedangnya.


Dentrang.


Pedangku memantul ke belakang.


"Apa hanya itu kekuatanmu, maka rasakan ini."


Memang mustahil melawannya tanpa sihir, aku diam-diam menggunakan sihir penguat untuk menjadikan tubuhku setara dengannya, saat tinju menghantamku. Aku sama sekali tak bergerak.


"Bagaimana bisa?"


Wajah juara bertahan memucat namun sebelum dia bereaksi aku telah mencengkeram tangannya kemudian membanting tubuhnya ke bawah.


"Tunggu aku me.."

__ADS_1


Sebelum dia berhasil mengatakannya aku memukul tubuhnya menciptakan lubang besar di tubuhnya. Dalam sekejap sudah dipastikan dia telah tewas.


Yu'er dan Chunhua menerobos masuk saat aku mengambil pedangku untuk menyarungkannya di punggung.


"Kau benar-benar menghabisinya, sebelum terjadi masalah mari pergi."


"Apa maksudmu?"


"Orang ini berasal dari Sekte Elang Emas jika membunuhnya kau telah menyinggung mereka semua."


"Begitu."


"Jangan berekspresi datar begitu, pokoknya cepat ambil uangmu dan pergi dari sini."


Aku melakukan apa yang dikatakan Chunhua lalu kami bergegas keluar kota setelahnya, aku mengatakan ingin pergi ke kolam suci karenanya Chunhua memimpin jalan.


Dia berjalan selagi mengeluh akan sesuatu.


"Padahal aku mentraktirmu tapi kau malah lebih kaya dariku."


Mendengar perkataanku wajah Chunhua lebih terkejut lagi.


"Mungkinkah itu sihir sama seperti yang kau gunakan saat bertarung tadi."


Dia sudah menyadarinya hingga aku tidak bisa menyangkalnya kecuali mengangguk mengiyakan.


"Memiliki kekuatan yang luar biasa kau masih ingin menggunakan Qi."


"Itu karena mungkin akan jadi masalah jika aku memenangkan apapun dengan menggunakan sihir."


"Aku mengerti, pokoknya aku akan membantumu dan kau juga membantuku."


"Ah iya."

__ADS_1


Memiliki seseorang yang mengetahui setiap wilayah di kekaisaran ini memang sangat membantu.


Dalam perjalanan ke kolam suci banyak sekali monster raksasa, salah satu yang kuat diantara mereka adalah seekor monster menyerupai ulat bulu yang dengan senang menyemprotkan benang putih seperti jaring laba-laba.


Kami semua menghindarinya, Yu'er memilih untuk tidak bertarung jadi dia mundur bersamaku sehingga menyerahkan semuanya pada Chunhua, dia menciptakan api ungu di tangannya lalu menembakannya ke dalam mulut ulat hingga dalam hitungan detik dia.mati.


Kurang tepat juga jika disebut api, itu adalah sebuah racun yang mematikan sampai makhluk hidup apapun akan meleleh setelah memakannya.


"Itu sangat menakutkan," ucap Yu'er dan aku setuju dengannya sebelum mengikuti Chunhua ke sebuah kolam mirip kolam air panas.


Jadi ini tempatnya.


Dengan berendam di sini kau akan membuka meridianmu untuk bisa merasakan energi Qi.


Aku melepaskan pakaianku untuk masuk ke dalamnya. Seperti yang kuduga ini hanya kolam air panas.


Tak lama suara terdengar dari belakangku.


"Bagaimana airnya, apa rasanya nyaman?"


"Begitulah."


"Kalau begitu aku juga akan masuk."


Aku melirik ke asal suara di mana Chunhua atau Yu'er sedang membuka pakaiannya tanpa terganggu dengan pandanganku. Mereka memiliki dada yang bisa mereka banggakan.


"Sudah kubilang tunggu di sana saja sampai giliranku selesai."


"Lebih baik mandi bersama kan."


"Onii-chan biar aku membantumu untuk membersihkan badanmu."


"Ogah."

__ADS_1


Keduanya malah masuk ke dalam kolam dan duduk di sampingku seolah hal itu memang sesuatu yang biasa.


__ADS_2