Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 159 : Pertemuan Dan Perubahan


__ADS_3

Setelah berjualan, keduanya menyewa sebuah penginapan untuk mereka sendiri, Marine melemparkan dirinya ke atas ranjang selagi membuang nafas untuk sedikit merilekskan bahunya yang kaku, sementara itu, Apolis hanya duduk di meja selagi memandang ke luar jendela.


"Ada apa Apolis-sama?"


"Bukan apa-apa, mungkin cuma perasaanku saja."


Yang dia rasakan sekarang adalah sebuah perasaan tidak enak yang menebus hatinya, meski begitu Apolis sedikit enggan untuk mengatakannya pada Marine, terlebih dia adalah tipe orang yang mengamati semuanya sebelum mengambil keputusan.


Di momen itu Marine melepaskan seluruh pakaiannya lalu pergi ke kamar mandi, ia sempat mengajak Apolis untuk ikut bersamanya namun Apolis menolaknya dan memintanya mandi duluan.


Alasannya sederhana.


Apolis ingin berbicara dengan orang yang sejak tadi mengawasinya dari luar jendela hingga dalam sekejap dia berpindah tempat di atas tempat tidur.


"Kau sedikit menarik, tidak banyak gadis di usiamu yang telah mencapai tingkat seperti ini."


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan, cepat sebutkan namamu?" ekpresi Apolis tidak berubah, dia hanya menunjukkan wajah kosong dan berbicara datar.


Di sisi lain wanita di depannya hanya mengangkat bahunya ringan. Akibat sedikit keributan itu Marine yang penasaran keluar kamar mandi dan menemukan wanita asing duduk di sana.

__ADS_1


"Siapa kau?"


"Ara, karena sudah begini apa boleh buat."


Wanita itu menjentikkan jarinya dan seketika pakaian yang tadinya di lantai telah membungkus tubuh Marine dengan seharusnya.


"Bagaimana bisa?"


"Duduklah, aku akan memperkenal diriku sekarang."


Marine menerima pengajuannya dan siap mendengar setiap kata yang diucapkan oleh wanita di depannya.


"Namaku Nermala, aku adalah sosok yang kalian sebut sebagai Dewi."


Konon ada tujuh Dewi yang mengelola dunia ini, dan salah satunya Dewi yang berada di depan mereka.


"Eh...? Kalian tidak begitu terkejut."


"Dengan dada sebesar itu, aku bisa yakin," ucap Marine yang mendatangkan anggukan pelan Apolis.

__ADS_1


Kemudian Apolis menanyakan tujuannya yang dijawab cepat.


"Seperti yang kalian ketahui, dunia ini banyak sekali ancaman.. aku ingin kalian membantuku untuk memperbaikinya, jika kalian bersedia aku akan memberikan kekuatan yang merubah kalian menjadi Dewi."


Marine dan Apolis saling bertukar pandang, alasannya mungkin bukan hanya sekedar itu.. karena itu keduanya meminta lebih penjelasan.


"Demi mengalahkan Ouroboros, kami para Dewi akan memberikan kekuatan Dewi pada 12 orang yang terpilih, dan aku ingin kalian berdua mengambil peran tersebut."


"Kami?"


Nermala tersenyum lembut lalu melanjutkan.


"Aku tidak bisa membicarakan hal tentang masa depan tapi jika sedikit kurasa tidak masalah, peran kalian berdua akan mengubah dunia ini menjadi lebih baik, memang sangat lama, akan tetapi suatu hari kalian akan bertemu dengan seorang pria yang akan menjadi tuan kalian, kalian akan dengan senang hati melayaninya di kiri maupun kanannya."


Jika dilihat dari sekarang Marine dan Apolis hanya bisa tersenyum aneh, Apolis tidak ingin melayani siapapun, sementara Marine tidak tertarik kepada orang lain kecuali gadis di sebelahnya, kendati demikian mereka masih memilih untuk menerima tawaran yang diberikan pada keduanya.


Waktu berjalan lebih cepat dari mereka berdua bayangkan.


Para Ouroboros berhasil dikalahkan namun para Dewa-Dewi yang diciptakan untuk mengalahkan mereka menjadi tak terkendali, mereka mencoba menghilangkan sosok Apolis ke dalam gerbang kehampaan, dengan mengancam Marine untuk diam-diam menaruh racun di cangkirnya, kotanya memang selamat namun hati Marine jelas hancur, dia pun memutuskan untuk mengasingkan diri dan merubah dirinya menjadi seorang pendeta yang dikenal sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2