Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 296 : Pemilik Tubuh Ini


__ADS_3

Di luar kota Antares, Vermilion dan Serena pergi untuk berpamitan.


"Kalian yakin tidak ingin mendapatkan uang dari kita menjelajahi labirin?" pertanyaan itu berasal dari Mavis yang kebingungan.


"Jangan khawatir, dibanding uang hal yang lebih berharga untuk kami adalah soal Labirin Underworld itu sendiri, dengan informasi ini kami bisa menjadikan tempat itu untuk pelatihan kesatria kerajaan selanjutnya," balas Vermilion dan Serena mengangguk mengiyakan.


Dengan hilangnya rune di labirin itu mereka akan baik-baik saja.


"Kalau begitu kami permisi, lain kali Aksa mari jalan-jalan lagi, hanya kita berdua."


"Ya, hati-hati di jalan," kataku demikian hingga keduanya menatapku heran.


"Ada apa?"


Vermilion yang menjawabku.


"Tidak, itu mengejutkan bahwa Aksa tidak menolak apa yang Serena katakan."


"Itu juga berlaku untukmu."


Aku tidak masalah berpergian dengan siapapun.


Pada akhirnya aku hanya melihat keduanya pergi dengan sihir terleportasi mereka.


"Apa ini baik-baik saja?"


"Mereka sudah terlalu kaya, yang kita dapatkan bukan apa-apa baginya."


"Itu luar biasa, kalau begitu aku akan langsung menukar buruan kita ke guild baru kita bagi."

__ADS_1


"Maaf soal itu, aku harus segera pergi ke mansion."


"Jangan khawatir aku tidka keberatan koq."


Mavis melambaikan tangannya ke arahku dan aku juga melakukan hal sama, entah kenapa aku sedikit malu untuk melakukannya jadi aku menutup mulutku dengan syal yang ada di leherku.


Di pekarangan rumah mansionku aku bisa melihat Nicol sedang memotong rumput, Nicol adalah gadis serigala yang kuambil dari benua barat. Ia merupakan pelayan pribadiku dan usianya baru sekitar 10 tahunan.


Hal yang menarik darinya adalah ekor yang lebat, saat aku menyentuhnya aku benar-benar tidak bisa menghentikannya, rasanya lembut dan nyaman.


"Ah, tuan sudah pulang."


"Apa semuanya ada?"


"Semuanya sedang pergi keluar hanya ada Noela di belakang rumah."


Kelompok Ayumi dan kelompokku mungkin sedang berada di guild, sementara guruku dan Alyssa pasti ada di hutan mencari herbal.


Aku hendak berjalan pergi sebelum Nicol memanggilku.


"Tuan, aku sedikit kesepian karena tidak ada tuan di sini... malam ini, apa aku boleh mampir ke kamarmu."


Sepertinya aku akan ditangkap karena ini, tapi karena ekpresi yang dibuat olehnya sangat sulit untuk menolaknya, walau sulit, aku mengangguk mengiyakan hingga dia tersenyum indah selagi memiringkan wajahnya.


Aku akan melindungi senyuman itu.


Aku mungkin harus sedikit lebih perhatian padanya, karena jumlah orang yang semakin banyak di mansion ini, Nicol tidak ada memiliki waktu untuk bersamaku.


Selanjutnya aku ke belakang rumah dan menemukan Noela yang sedang diam menatap langit. Dia sudah cukup lama menjadi hantu bagaimana ekpresinya jika dia melihat tubuhnya kembali.

__ADS_1


Aku mengeluarkan tubuhnya dari sihir penyimpananku hingga wajahnya memucat walaupun dia hantu.


"Mustahil? Aku dibiarkan telanjang begitu... ini memalukan."


Dia menatapku selagi mengembungkan pipinya.


"Yah, kurasa lebih baik melihatmu seperti itu."


"Mesum."


"Untuk sekarang cobalah kembali ke tubuhmu."


"Aku mengerti."


Noela menggabungkan tangannya layaknya seorang yang berdoa, cahaya menyelimuti dirinya dan saat kusadari dia telah berada di tubuhnya semula.


"Ah, aku bisa merasakan tekanan pada kakiku... aku bisa menyentuh dadaku, terima kasih banyak Aksa."


"Itu bukan apa-apa dan tolong jangan mainkan dadamu."


Dia memelukku dengan erat selagi menangis bahagia. Ketika kami semua di meja makan Noela selalu sedih tapi sekarang dia bisa mencoba makanan apapun yang dia inginkan.


Aku juga turut senang.


"Aksa dengan tubuhku, mari lakukan yang mantap-mantap."


"Ogah," kataku dengan wajah bermasalah.


Malam harinya aku hanya tidur bersama Nicol selagi memeluk ekornya, sekarang aku yakin besok pagi seluruh penghuni mansion ini akan mengintrogasiku secara bersama-sama.

__ADS_1


Itu terkadang menakutkan.


__ADS_2