Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 360 : Penyihir Kegelapan


__ADS_3

Sebulan berlalu semua hal di kota Oracle telah berjalan lebih baik dari sebelumnya, Berlina berdiri di depanku untuk melaporkan soal Arnold yang sebelumnya telah dilatih olehnya.


"Ia berhasil memanggil iblis tingkat atas yang imut dan menang di kompetisi akademi dengan baik."


"Begitu kah, aku turut senang untuknya.. sayang sekali aku tidak bisa melihatnya langsung."


"Jangan khawatir aku bisa memberikan ingatanku pada tuan jika mau."


"Kurasa itu tidak perlu, aku yakin ada ingatan yang lain nantinya."


Berlina tersenyum dengan senyuman iblis.


"Kalau begitu aku permisi, yang lainnya sudah menunggu."


"Yang lainnya?"


"Hari ini aku membantu nona Heliet di toko untuk perayaan tokonya bersama yang lainnya, aku dengan sengaja turut bergabung."


"Tidak seperti dirimu."


"Aku harus memiliki sesuatu untuk menghabiskan hari."


Aku hanya melihatnya pergi sebelum digantikan oleh Ayumi yang masih dengan senang membawa empat Katana di pinggangnya.


Dia duduk di meja selagi mendesah pelan.


"Kau sudah kembali, bukannya kau pergi berpetualang beberapa hari yang lalu."


"Aku sudah selesai dengan misinya, kurasa tidak terlalu sulit seperti yang dikatakan orang-orang."


Yang jelas mungkin karena dia terlalu kuat, aku dan Ayumi memiliki guru yang sama dan aku bisa yakin hal itu.

__ADS_1


"Apa menyenangkan terkurung di sini dengan tumpukan kertas, ayo bertarung di luar denganku."


"Aku punya hal yang lebih penting untuk dilakukan jadi mungkin lain kali."


"Membosankan."


Selagi aku mendatangi satu persatu kertas tiba-tiba hal mengejutkan datang secara bersamaan, dari pintu ruanganku tiga sosok yang tidak mungkin bisa kutemui dalam waktu dekat muncul entah darimana.


Pertama adalah Union, kemudian Nene dan terakhir adalah Asterio dengan pedang Nes.


"Kalian bertiga?"


"Aku bertemu dengan orang ini di luar jadi aku membawanya kemari," ucap Nene selagi menunjuk Asterio.


"Jika Asterio datang kemari, maka."


"Kota ini dalam bahaya," balasnya demikian.


"Sepertinya kematian kura-kura raksasa membawa seluruh makhluk bencana yang tersisa datang kemari, lebih buruk dari itu penyihir kegelapan turut bersamanya."


"Bukannya itu terlalu cepat."


"Sepertinya energi dari kura-kura yang kita bunuh telah mengalir ke arah penyihir kegelapan membuatnya terbebas dari segelnya lebih cepat," perkataan Nene mendapatkan anggukan keduanya dan aku bertanya pada Union.


"Berapa waktu yang kita miliki."


"Hanya satu hari."


"Itu buruk," potong Ayumi.


"Kalau begitu Ayumi tolong beritahu orang-orang khususnya Meliana, kita akan mengevaluasi semua orang ke tempat aman paling tidak kota ini akan menjadi medan perang habis-habisan."

__ADS_1


"Aku mengerti."


Ini lebih cepat dari yang kubayangkan.


Alarm mulai menggema ke seluruh kota Oracle, Nicol, Lulu, Noela, Alyssa dan juga Margaret telah membantu evakuasi semua orang.


Sementara sisanya akan bertarung di dalam kota dengan bantuan para petualang, staf pengajar akademi serta para penjaga.


Melawan satu makhluk bencana sudah sangat merepotkan dan sekarang semuanya akan datang kemari bersama penyihir kegelapan yang sebelumnya tidak pernah kutemui.


Nona Heliet, Meliana dan juga Vivia legal akan turut membantu mengalahkan penyihir kegelapan seperti yang mereka lakukan di masa lalu.


Sementara sisanya akan mengalahkan tiga makhluk bencana meliputi Phoenix, Basilisk dan juga badak raksasa.


Kota ini memiliki orang-orang kuat tidak mungkin kami bisa kalah dengan itu. Tepat saat aku memikirkannya ledakan terjadi di sisi lain tembok di mana seekor badak dan ular raksasa telah menorobos masuk.


Aku melirik ke arah anggota partyku dan mereka bergegas bergerak untuk membantu yang lainnya.


Berlina terdengar tertawa karena ini semua.


Ketika aku mengalihkan pandangan ke langit seekor burung api terbang di sana, di atasnya ada seorang yang mengenakan jubah hitam yang lalu melompat ke depan kami.


"Tidak kusangka bahwa aku akan melihat guru dan murid di waktu bersamaan."


Meliana menjawab.


"Mari selesaikan apa yang kita buat di masa lalu."


"Aku ingin melihat bagaimana kalian mencoba."


Burung api Phoenix terlihat akan menyemburkan api ke kota namun seekor naga putih Cardina menyergapnya di udara lalu menyeretnya jatuh ke luar tembok dan di sana para petualang seperti Mavis sudah menunggu.

__ADS_1


Persiapan kami lebih kuat dari yang dia bayangkan.


__ADS_2