Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 339 : Penghancuran Total


__ADS_3

Beberapa ahli beladiri mulai menunjukan kemampuan mereka di atas arena, aku tidak mengenal mereka semua yang jelas mereka menampilkan banyak pertarungan yang memukau mata.


Ada beberapa wanita yang lebih kuat dari pria dan ada juga pria yang lebih ahli dalam menggunakan kekuatan kultivasi tingkat menengah sejauh itu aku tidak peduli siapa yang menang. Selain itu yang membuatku curiga tidak ada sosok siapapun yang duduk di singgasana.


Menurut laporan, kaisar dikatakan akan datang terlambat dan bagiku kecurigaanku semakin bertambah kuat.


Awan mendung mulai menyelimuti langit biru, bersamaan udara yang terasa mulai dingin aku terus memperhatikan setiap orang dari tempatku memantau.


"Onii-chan kaisar datang."


"Dimana Chunhua?"


"Dia sedang bertanding jadi dia agak terlambat melaporkannya."


"Aku tidak bisa melihat apapun."


"Bagaimana bisa?"


Aku menggunakan teknik dewi yang membuatku untuk menetralisir sihir ilusi secara perlahan pandanganku kembali jelas.


"Onii-chan, kaisar itu raja iblis."


"Jangan bilang."


Aku segera menghubungi Chunhua.


"Cepat keluar dari sana bawa Xie Lien dan juga Hao Lian."


"Tapi."


"Lakukan saja."


Chunhua langsung melompat dari arena selagi menarik tangan kedua orang yang kusebutkan, tanpa menunggu lagi dalam kebingungan penonton kutembakan timah panas ke arah kepala kaisar.

__ADS_1


Pandangannya menatap tajam ke arahku, dengan santai dia menahan peluru tersebut selagi menyerangai senang dan di saat yang sama ledakan terjadi di sana menyapu seluruh ahli beladiri dengan api raksasa, kecuali kaisar semuanya dipastikan mati.


"Sial."


"Mereka bertiga selamat Onii-chan."


"Sepertinya kita bertemu lagi."


Aku berbalik untuk memastikan suara siapa yang ada di sana, bisa kupastikan ada dua orang yang telah berdiri selagi memegang senjata mereka.


Pertama adalah wanita yang berasal dari dunia lain yang membawa jarum besar di tangannya bernama Flan.


Dan satu lagi pria pengguna pedang dengan pakaian pelayan, Remis.


Keduanya berada di insiden saat di wilayah naga.


"Sudah kuduga aku akan bertemu dengan kalian berdua lagi."


"Aku sangat senang, dengan ini aku bisa menjahit tubuhmu."


"Mereka pasti bisa bertahan sampai aku bisa mengalahkan mereka berdua."


"Aku meragukan itu."


Remis mengirim api hitam dari tangannya dan aku merangkul pinggang Yu'er lalu menjatuhkan diri kami ke bawah bangunan.


"Haha ini akan menarik Remis."


"Jangan lupakan bahwa dia telah membunuh Hades."


"Hades hanya orang lemah."


Aku menciptakan pistol di tanganku lalu menembaki keduanya dari bawah.

__ADS_1


"Mainan seperti itu tidak akan berguna pada kami."


Aku mendaratkan kakiku kemudian berlari selagi membawa Yu'er sementara kedua orang itu juga mengejarku, aku mengganti pistol dengan granat cahaya saat berbalik di gang kulemparkan pada mereka.


"Dasar licik."


Merekalah yang sangat licik, mereka mengumpulkan seluruh ahli bela diri terkuat dia tempat ini lalu meledakan mereka sekaligus, itu sudah melebihi membunuh dua burung dengan satu batu.


Aku menurunkan Yu'er setelahnya.


"Kau ratu para dewi jadi aku yakin aturan seperti dilarang menggunakan kekuatan di dunia fana tak berlaku denganmu, Yu'er tolong bantu semua penduduk kota ini... aku tahu sekitar 100 ribu monster sedang datang kemari bukan."


"Onii-chan selalu membuatku kagum, itu memang benar tapi aku memiliki syarat untuk ini semua."


"Katakan saja apa syaratnya?"


"Setelah selesai ini aku ingin berkencan dengan Onii-chan sebagai kekasih, bagaimana?"


Aku menghela nafas panjang.


"Kau sangat tertarik dengan itu, tapi baiklah.. setelah urusan di sini selesai mari berkencan."


"Di ranjang juga?"


"Hal itu akan kutolak, sebatas ciuman di pipi kurasa tidak masalah."


"Onii-chan ini anak kecil kah."


"Pokoknya cepat bantu mereka."


"Laksanakan."


Aku menarik pedang dari punggungku kemudian melesat maju sementara Yu'er berlari ke arah berbeda dengan kipas raksasanya.

__ADS_1


Mengandalkan para penduduk saja untuk bertarung dengan monster sebanyak itu sama saja dengan bunuh diri.


__ADS_2