Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 149 : Putaran Masa Lalu


__ADS_3

Di atas reruntuhan bangunan tinggi itu Nene duduk selagi mengangkat satu kakinya, sementara di sampingnya berdiri Shinji yang dengan santai menatap pemandangan kota di bawahnya.


Ini adalah kota yang sudah ditinggalkan penduduknya, termasuk kota kelahiran Shinji dan juga rumah bagi Heliet Ladeosfa dan Vivia legal saat keduanya masih kecil.


"Shinji, biar aku ceritakan sebuah kisah untukmu, dulu ada seorang bernama Ikaros yang sangat bangga dengan sayap di punggungnya dan menjadi orang terkuat, karena keangkuhannya suatu hari dia memutuskan untuk terbang jauh ke arah matahari namun semakin dia mendekat sayapnya mulai terbakar dan jatuh ke bawah."


Mendengar itu Shinji hanya diam selagi merasakan hembusan angin menerpa wajahnya sampai dia membuka mulutnya.


"Jadi menurutmu aku juga akan bernasib sama?"


"Entahlah, tapi menjadi Dewa di dunia baru adalah sesuatu yang terlalu berlebihan lagipula aku juga tahu siapa kau sesungguhnya."

__ADS_1


Shinji melepas topeng di wajahnya menunjukkan kedua mata yang memiliki pola lingkaran ular dengan warna hitam.


"Aku memang sudah hidup ratusan tahun," Shinji berhenti sejenak lalu melanjutkan.


"Di masa lalu dunia ini sudah seperti ini namun saat dulu tidak separah seperti sekarang, sejak dulu ada dua Dewi Naga kembar yang turut tinggal di dunia ini, sang adik bernama Freya dan sang kakak bernama Frena.... Freya merupakan ular naga yang bisa terbang di atas langit sementara kakaknya Frena hanya bisa hidup di daratan, menurutmu apa keduanya memiliki pandangan hidup berbeda?"


Nene mengangkat bahunya ringan selagi menjawabnya.


"Itu benar, suatu hari Frena memutuskan untuk menghancurkan manusia, melihat hal itu Freya yang memperhatikan dari langit memutuskan membuat sebuah dunianya sendiri yang kita kenal sebagai menara Altima lantai 1000, dengan memindahkan manusia ke dalamnya mungkin bisa meredakan kemarahan kakaknya namun sayangnya manusia tidak selalu baik dan benar, orang-orang yang memilik hati buruk tidak bisa masuk ke dalamnya hingga rencana Freya gagal dan hanya sebagian orang saja yang tinggal di menara tersebut. Mengetahui rencananya gagal Freya sekali lagi pergi untuk menemui Frena namun sayangnya hanya ada pertempuran di kedua belah pihak... Frena yang hanya bisa bertarung di daratan dikalahkan dengan mudah lalu mengasingkan diri ke dalam lautan dan berkata bahwa suatu hari dia akan kembali untuk menghancurkan semuanya, saat itu dia berpikir bahwa manusia hanya bisa dihancurkan dengan manusia lainnya, pikiran itu tidak salah, karena itu dia mengambil empat orang bawahan untuk melakukannya yang disebut Ouroboros dan aku salah satunya, jadi sudah sewajarnya aku mengabulkan keinginannya sejak lama yaitu menghancurkan dunia lama lalu membuat dunia yang lebih baik."


Mendengar itu Nene menghela nafas panjang lalu berkata.

__ADS_1


"Kenapa dunia ini selalu merepotkan, ketika Ouroboros muncul para Dewi juga malah menciptakan 12 Dewa-Dewi untuk mengatasinya, Ouroboros memang berhasil dikalahkan namun setelahnya hanya membuatnya semakin parah, 12 Dewa-Dewi berhasil disegel sayangnya era kegelapan terus terjadi, kemunculan penyihir kegelapan telah memancing para naga dan raja iblis ikut ambil dalam peperangan juga."


"Karena itulah ini merupakan tugasku untuk menghentikan semuanya, tenang saja sayapku sangat kuat bahkan jika itu matahari tidak akan bisa membakarnya," tambah Shinji menutup kembali wajahnya dengan topeng putih.


"Kuharap begitu."


"Lalu bagaimana denganmu? Kau adalah salah satu dari sembilan pengguna pedang iblis yang sangat kuat, tak masalah kau bergabung denganku."


"Tak usah dipikirkan, aku hanya merasa bosan saja tentang diriku ataupun dunia ini... aku hanya berfikir untuk mendapatkan kematianku suatu hari nanti secara terhormat di medan perang."


"Perkataanmu sangat sulit dimengerti, Nene."

__ADS_1


__ADS_2