Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 318 : Menyelamatkan Lu Xie Lien


__ADS_3

Mereka jelas tidak ada itikad untuk mundur, selagi menghela nafas aku mengangkat pedangku membuat ukurannya semakin besar dan besar hingga menyamai puncak gunung, tentu beratnya masih ringan seperti bulu burung.


Orang-orang yang mencoba memprovokasiku memucat, kaki mereka bergetar seolah tak percaya dengan pemandangan yang terjadi ini.


Mau bagaimana lagi bahkan jika aku menutup mata aku bisa mengalahkan mereka dalam waktu singkat.


"Tunggu sebentar saudara Aksa, ini salah paham."


"Apanya yang salah paham?" tanyaku.


"Kami hanya bercanda, kami hanya ingin mencoba mendekatimu saja."


"Aku akan melupakannya jika kalian pergi secepatnya dari sini."


"Baik."


Mereka berhamburan sementara pedang di tanganku mengecil.


"Eh? Kalian mau pergi kemana... mana adegan perkelahian yang dipenuhi darah itu?"


Dewi ini.


"Onii-chan lakukan sesuatu, hajar mereka."


"Kau meminta hal sulit.... tempat ini bisa hancur."

__ADS_1


"Aku tidak senang, belikan aku makanan Onii-chan."


"Kau suka seenaknya saja, setelah berlatih akan kubelikan apapun yang kau inginkan."


"Aku mencintaimu Onii-chan."


"Aku enggak."


"Kejam sekali menolakku terang-terangan."


Ketika waktunya tiba aku, Yu'er dan juga Chunhua meminta izin untuk pergi ke sekte teratai hitam di mana bisa kulihat puluhan ahli bela diri dari berbagi sekte telah mendaftar untuk ambil bagian dalam pertandingan ini.


Tentu semua orang adalah pria.


Aku berbisik ke arah Chunhua.


"Bukan hanya itu saja tapi kudengar siapapun yang menang akan menjadi pemimpin sekte berikutnya, jika kau bisa masuk ke keluarga Lu kau akan hidup senang dengan status serta kekayaan berlimpah."


"Jadi begitu."


Aku bisa melihat semua petinggi di sekte ini duduk sebagai pengawas, ada Hao Lian dan juga Xie Lien di sana.


Menyadari tatapanku ekspresi Xie Lien berubah, ia tampak senang seolah menunjukkan syal di lehernya.


Aku hanya tersenyum ragu sebelum mengalihkan pandangan ke arah arena di mana panitia mulai membacakan siapa saja yang akan mengikuti turnamen ini.

__ADS_1


Aku kagum padanya karena masih mau menyebutkan nama sebanyak 50 orang lebih termasuk namaku juga.


Setelahnya kami bertarung satu sama lain, ada pria berotot kurus, ahli pedang, dan juga banyak lagi.


Ada beberapa orang yang cukup mencolok di sana termasuk seorang dari sekte elang emas, jika tidak salah namanya Pangsit.


Dia kultivasi di alam surgawi lapisan maksimal yang mungkin sebentar lagi mencapai lapisan dewa.


Dia menjadi orang yang digadang-gadang sebagai pemenang, aku juga tidak boleh terlihat cupu di sini meskipun saat menaiki podium orang-orang banyak mencibirku.


"Apa-apaan itu, dia berada di ranah paling dasar."


"Ada orang yang tak tau diri rupanya, cepat keluarkan dia dari sana."


"Dengan senang hati," teriak lawanku yang merupakan orang bertubuh besar.


Dia mengeluarkan energi Qi yang sangat kuat, kendati demikian tidak ada niat membunuh karena itu aku akan menyelesaikan ini secepatnya.


Ketika dia menerjang dengan cepat aku menyandung kakinya hingga dia berguling ke depan sebelum terlempar ke luar arena membuatku menjadi pemenangnya.


"Dia hanya beruntung barusan."


"Benar, aku yakin jika orang itu tidak ceroboh dia sudah menang."


"Haha yang jelas tuan Pangsit yang akan memenangkannya."

__ADS_1


Entah kenapa ahli bela diri suka sekali merendahkan orang lain, berbeda dengan petualang kami dituntut untuk berkerja sama meskipun berbeda party tanpa menjilat satu sama lain.


Yah.. kurasa semua orang memiliki caranya sendiri untuk bertahan hidup.


__ADS_2