Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 316 : Sekte Pedang Keadilan


__ADS_3

Beberapa hari kami habiskan waktu di Sekte Patok Ayam untuk sedikit berlatih.


Sementara Yu'er duduk di pijakan tangga selagi menikmati lolipop di tangannya, aku mengayunkan pedangku yang kini telah bertambah berat sekitar 50 kg.


Setelah terbiasa aku naikan menjadi 100 kg membuat tanah pijakanku retak semakin luas, selain beratnya yang berubah bentuknya juga bisa dirubah misal sebelumnya pedang ini untuk pedang dua tangan sekarang menjadi pedang untuk satu tangan atau malah sebaliknya hingga ukurannya bisa setinggi puluhan meter.


Pedang warisan kaisar pertama memang barang yang sangat berharga.


Untuk Bai Chunhua dia mengurung dirinya di sebuah ruangan khusus untuk menyerap pil yang sebelumnya dia dapatkan. Dia mungkin akan keluar sebentar lagi.


Yu'er yang bosan mengeluhkan sesuatu.


"Hey Onii-chan, saat berlatih kamu harus membuka pakaianmu agar latihannya semakin efektif."


"Aku baru dengar hal seperti itu."


"Onii-chan itu, ahli bela diri biasa melakukan itu... biar aku bantu melepaskannya."


Aku memukul kepalanya dengan gaya karate.


"Hentikan, aku tahu niat busukmu."


Dia mengembungkan pipinya sementara aku jelas tidak peduli, sampai Chunhua datang.


"Aksa, aku sudah selesai."


Alasan besar kenapa kami masih berada di sini karenanya, sekarang kami bisa melanjutkan perjalanan ke tempat sesungguhnya.


"Bagaimana latihanmu?" tanyanya.


"Aku sudah bisa menyalurkan energi Qi dan juga merasakan niat pedang."


"Kau belajar dengan cepat, niat pedang adalah teknik dimana seseorang mengetahui pergerakan pedang musuh tapi siapa yang menjadi lawanmu belakangan ini?"


"Dia ada di bawah kakimu," kataku datar.

__ADS_1


"Eeh?"


"Yo."


Chunhua baru saja menginjak Ga Dindong yang terbaring di tanah karena babak belur.


"Aku tidak melihatmu, maafkan aku."


"Aku benar-benar merasa sedih... begitu sedikitnya hawa keberadaanku."


Aku bisa melihatnya menangis.


Setelah sarapan Ga Dindong serta anak didiknya mengantar kami keluar gerbang Sekte, dengan harta yang dia dapatkan dia akan mencoba membangun kembali Sekte yang kurasa semuanya hanya akan perlu waktu sebentar sebelum itu terjadi.


Sebelumnya alasan kenapa anggota sekte belum menerima orang dewasa semuanya karena mereka diancam oleh kelompok Pangli tapi sekarang semua orang bebas bergabung.


Dindong mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan yang mana kuterima dengan baik.


"Terima kasih atas bantuannya saudara Aksa, tanpamu kami mungkin sudah tamat dan juga nona Bai Chunhua serta nona Yu'er juga."


"Tidak masalah."


"Jika takdir mempertemukan kita kembali, aku yakin saudara Aksa akan jadi orang besar di kemudian hari."


"Aku hanya orang biasa, kalau begitu selamat tinggal."


"Dadah."


"Lebih baik nama patok ayam diganti saja," tambah Chunhua.


"Aku tahu," teriaknya.


Selanjutnya adalah pergi ke sekte pedang keadilan yang mana menjadi rumah bagi Chunhua sekaligus tempat aku akan memulai debutku sebagai ahli pedang di wilayah ini dan demi menyelamatkan Lu Xie Lien juga.


Tepat di gerbang masuknya Bai Chunhua disambut banyak orang.

__ADS_1


"Selamat datang kembali nona, apa perjalananmu menyenangkan."


"Tentu saja, di mana ayah?"


"Soal itu."


Chunhua segera berlari terburu-buru masuk ke dalam paviliun di mana ayahnya tinggal, aku dan Yu'er mengikutinya dan melihat sosok pria berjenggot putih sedang dirawat oleh seorang tabib.


"Putriku sudah kembali."


"Ayah? Kenapa ayah bisa begini?"


"Kurasa aku kurang menjaga diriku."


"Kultivasi ayah tidak bisa berkembang lagi dan ayah masih memaksakan diri sampai meridian ayah rusak."


"Sepertinya begitu."


"Sudah kubilang jangan memaksakan diri, akulah yang akan mencapai lapisan alam dewa dan menjadi ketua sekte menggantikanmu."


"Aku tidak bisa memberikan beban berat padamu, kau masih muda."


"Aku tidak masalah."


"Lalu di belakangmu?"


"Mereka temanku, yang ini Aksa dan ini Yu'er mereka yang membantuku untuk mendapatkan harta warisan Kaisar."


"Kau mendapatkannya?"


"Benar."


"Ukh... ukh."


Tiba-tiba saja darah menyembur dari mulut ayah Chunhua.

__ADS_1


Tabib pun sepertinya sudah tidak bisa melakukan apapun lagi hingga aku berjalan maju.


"Jika tidak ditangani sepertinya kau akan mati pak tua, biar aku yang akan menyembuhkanmu," kataku demikian.


__ADS_2