Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 336 : Tiba Di Ibukota


__ADS_3

Aku duduk dia atas pohon yang telah tumbang selagi melihat bagaimana Chunhua sedang berlatih di sana.


Selama tiga hari ia habiskan untuk mengontrol setiap boneka yang berada di tangannya, tergantung siapa pemakainya boneka akan jauh menakutkan jika digunakan sebagai mesin pembunuh.


Yu'er duduk di pangkuanku selagi mengemil.


"Dia semakin kuat hanya dalam beberapa hari, kurasa Aksa juga begitu."


"Aku belum menunjukkan kemampuanku, bagaimana dewi tahu bahwa aku kuat?"


"Sudah jelas bukan, tidak ada manusia siapapun yang dilatih oleh banyak dewi sekaligus selain Aksa, kekuatannya pasti jelas tidak normal."


Aku hanya tersenyum masam sebagai balasan sebelum melanjutkan.


Jika dipikirkan semua hal memang cepat berubah, padahal dulu aku hanya orang lemah.


Bahkan aku masih ingat bagaimana aku bertemu dengan Vivia legal, kemudian nona Heliet dan terlibat banyak hal sampai sekarang.


"Begitulah, jika seseorang terus bertekad menjadi kuat maka mereka akan kuat," sambung Yu'er setelah membaca pikiranku.


Aku hanya membiarkan pernyataan tersebut berlalu begitu saja sampai Chunhua menyelesaikan latihan terakhirnya, dia menyeka keringat di wajahnya sementara aku melemparkan handuk kepadanya.


"Terima kasih."


"Apa ada sesuatu?"


"Kupikir Aksa itu sangat cuek, tapi belakangan ini dia sangat perhatian."


"Mari pergi."


"Eh, diabaikan."


"Ma, ma, Onii-chan memang seperti ini... bahkan saat beberapa gadis telanjang di depannya dia akan berkata... kalian sudah gila, menyingkirlah atau aku akan menembak kepala mereka."

__ADS_1


"Dia seperti itu?"


"Berhentilah berbicara tepat di wajahku, kalian bisa mengumpat seseorang di belakang."


Aku mengarahkan tanganku untuk menciptakan mobil terbuka.


"Kita akan pergi dengan ini, naiklah."


"Benda apa itu?" teriak Chunhua terkejut dan Yu'er yang menjelaskannya saat kami naik ke dalam.


Tanpa pemberitahuan aku menginjak pedal gas dan kami segera bergerak dengan kecepatan sedang.


"Eh, jadi ini namanya mobil.... sihir memang mengagumkan."


"Yah, cuma Onii-chan yang bisa melakukan ini."


Aku menaruh ponsel di depan kemudi dan tampak Mai mulai menjelaskan rute-rute yang akan kami lewati untuk sampai di kekaisaran.


"Di depan ada sebuah gunung yang konon ditinggali makhluk mengerikan, silahkan ambil jalan kiri lalu berbelok ke kanan tuan."


"Aah."


"Di sepanjang jalan ada rumput, rumput dan rumput, rumput ini sangat sehat dan cocok dijadikan sebagai pakan ternak kadar gizi yang bisa diterima sangatlah bagus."


Walau terkadang penjelasan Mai sedikit aneh itu lebih baik dibandingkan terlalu sepi. Yu'er dan Chunhua telah tidur semenjak perjalanan ini dimulai.


Aku sudah menyetir selama lima jam dan sekarang kami benar-benar telah sampai di tempat yang dimaksud.


Sebelum seseorang melihat benda ini aku membangunkan keduanya.


"Sudah sampai?"


"Turunlah kalian berdua."

__ADS_1


"Onii-chan aku lapar."


Kupikir semua orang memang lapar.


Kami mendatangi sebuah kedai yang kini telah dipenuhi oleh berbagai ahli bela diri dari berbagai sekte.


"Maafkan saya tuan, tapi tidak ada meja lagi untuk tamu."


Itu perkataan yang sama yang kudengar di tiga tempat berbeda.


"Tapi di sana ada yang masih kosong," aku menunjukannya tepat di wajahnya.


"Meja itu telah dipesan oleh sekte elang emas, mohon maafkan kami."


Jika begitu apa boleh buat.


"Mari pergi."


"Aku lapar."


"Aku juga."


"Mari cari makanan yang lebih mahal yang tidak banyak orang mampu beli."


Mendengar perkataanku seluruh ahli bela diri menatapku dengan tatapan permusuhan namun aku mengabaikannya dan terus berjalan bersama yang lainnya.


"Orang itu sombong sekali, terutama bagaimana orang itu memiliki dua wanita di sampingnya terlebih bukannya dia putri dari Sekte Pedang Keadilan."


"Benar sekali, kupikir pertandingan akan jauh lebih menarik. Perhatikan pedang di punggung pria itu."


"Bukannya itu?"


"Aah... kita lebih baik tidak macam-macam dengannya."

__ADS_1


__ADS_2