Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 344 : Setelahnya


__ADS_3

Aku terbangun saat Yu'er dan Chunhua memelukku erat.


"Berapa lama aku pingsan?"


"Tiga hari."


"Onii-chan sudah siuman syukurlah, Onii-chan terlalu ceroboh, biasanya untuk orang lain menghabiskan mana sama saja dengan mati tapi syukurlah Onii-chan masih hidup."


"Aku juga turut senang."


"Lalu bagaimana keadaannya?"


"Raja iblis sudah dikalahkan jadi semuanya telah kembali pulih, kaisar memang telah meninggal namun istri dan anaknya masih hidup, dan juga.."


"Dan juga apa?" aku menegaskan hal itu.


"Para anggota sekteku datang ke sini untuk menjemputku... aku bilang bahwa sampai Aksa bangun aku tidak akan pergi ke manaku dan mereka akhirnya mau menunggu."


"Begitu, maaf merepotkanmu."


Chunhua menggelengkan kepalanya beberapa kali sebelum melanjutkan.


"Semua petualangan yang kita habiskan sangatlah menyenangkan, sayang sekali bahwa kita harus berpisah di sini... untuk semuanya terima kasih banyak."


"Aku juga berterima kasih."

__ADS_1


Aku dan Yu'er hanya bisa memperhatikan bagaimana Chunhua pergi bersama para anggota sektenya, kami hanya berharap ada sebuah takdir yang dapat mempertemukan kami lagi.


Yu'er merangkul lenganku.


"Onii-chan sesuai janji kita harus berkencan."


"Aku mengerti."


"Kalau begitu aku yang memimpin."


Yu'er mengajakku ke tempat yang dia sukai, ia membeli berbagai jajanan lalu melakukan hal yang sering dilakukan sebagai sepasang kekasih sampai akhirnya kami duduk di kursi panjang selagi memakan eskrim.


"Yah, petualanganku di dunia fana sudah selesai... sayang sekali, aku sebenarnya ingin lebih lama lagi di sini, paling tidak sampai Onii-chan meniduriku atau sebagainya."


"Hal itu jelas tidak akan kulakukan."


Setelah menghabiskan eskrimnya Yu'er berdiri di depanku dengan wajah puas selagi meletakan tangannya di pinggang.


"Kalau berkunjung ke alam dewi pastikan untuk datang ke kuilku Onii-chan, sebagai penutupan aku akan menciummu."


Seperti yang dia katakan dia tidak ragu untuk melakukannya meskipun banyak orang yang sedang berlalu lalang di sekitar kami.


Aku tidak pernah tahu bahwa bibir Yu'er benar-benar sangat lembut, dia menekanku lebih lama sebelum akhirnya mundur selagi mengibaskan rambutnya ke samping.


"Aku sangat senang."

__ADS_1


"Bukannya harusnya kau menciumku di pipi."


"Onii-chan ini, aku ini sudah dewasa perlu lebih dari sekedar ciuman di pipi untuk membuatku senang."


Yu'er berbalik selagi menyilangkan tangannya ke belakang.


"Kalau begitu aku pergi, jaga dirimu Onii-chan," tepat saat ia mengatakannya Yu'er telah menghilang sementara aku hanya menghela nafas panjang selagi menatap jauh ke langit biru.


Aku selalu menganggap entah Yu'er atau Chunhua sangatlah mengganggu tapi sekarang rasanya sepi juga. Seperti yang dikatakan banyak orang, saat kau kehilangan orang lain baru kau akan mengerti seberapa berharga orang lain tersebut.


Karena itulah.


Aku sudah berjanji pada seseorang jadi lebih baik aku juga menepatinya, setelah menjemput Xie Lien aku dengannya kembali ke kota Antares di kerajaan Elysium. Ini adalah sore hari saat kami tiba.


Bayangan tampak muncul dari setiap rumah yang berdiri kokoh dan sebagian orang-orang sudah kembali dari pekerjaannya.


Di sana, di jalanan sepi, berdiri Mavis seorang petualang yang menggunakan perisai sebagai senjatanya, saat melihat kami berdua dia menjatuhkan sedikit air matanya. Bagi dirinya Xie Lien adalah keberadaan yang istimewa untuknya tak hanya sebagai rekan, dia juga adalah seorang sahabat untuknya.


"Aku pulang Mavis."


"Selamat datang kembali Xie Lien."


"Um."


Keduanya saling berpelukan dalam haru.

__ADS_1


Aku pikir aku juga harus kembali ke tempatku berada lagipula aku sekarang adalah seorang bangsawan yang memiliki wilayahnya sendiri untuk diurus terlebih aku juga penasaran bagaimana keadaan semua orang.


__ADS_2