
Sementara Union mengeluarkan suara aneh dari mulutnya, aku terus menggerayangi dadanya kemudian turun ke bagian kewanitaannya, aku tidak membenci hal ini tapi kurasa sudah cukup untuk melakukannya.
Mataku bersinar terang dan mengembalikan tubuhku sedia kala.
"Kau menghentikannya, kita baru mulai loh."
"Jika aku lakukan lebih dari barusan aku tidak akan bisa bertemu guruku lagi."
"Ini akan jadi rahasia kita berdua kau tahu? Tapi baiklah, kita bisa melakukannya lain kali."
Nona Heliet selalu lebih bagus untuk dijadikan alasan, yang barusan kulakukan adalah menggunakan sihir pemberian dewi Aphrodite yang menangkis sihir pesona. Perlu beberapa detik untuk mengaktifkannya karena itu hal barusan tidak bisa dihindari.
"Jadi kenapa kau begitu tertarik denganku?"
Aku berkata dengan datar sebelum mengambil kursi untuk kududuki, di saat yang sama Union memperbaiki pakaiannya sebelum duduk di depanku.
"Kau memiliki jenis mana yang berbeda dari yang pernah kulihat, jadi aku yakin walau kau bisa menggunakan sihir kau bukanlah keturunanku."
"Keturunan?"
Aku sesaat memikirkan hal itu lalu melanjutkan.
"Kau orang yang pertama kali memakan buah dari surga itu?"
__ADS_1
"Benar sekali, itu aku... ngomong-ngomong cerita itu juga aku yang tulis, tentu saja itu kebenarannya tapi aku tidak menulisnya secara lengkap seperti Word Tree yang ada di dunia roh."
"..."
"Dengan ini kau ingin informasi mana, tentangku, tentang bagaimana aku bisa mengetahui segalanya atau tentang raja iblis."
"Aku punya waktu seharian jadi semuanya."
"Kau benar-benar serakah, aku akan buat teh dulu."
Selagi menunggu Union melakukannya aku mencoba membaca buku di rak terdekat, semua yang ada di sini merupakan buku sihir yang mengajarimu berbagai hal.
Aku berkata pada Union.
"Benar, aku juga yang membuat Grimore serta Magic Script yang digunakan Meliana, kau orang yang kedua yang datang kemari?"
"Dia pernah datang kemari."
"Benar, tapi aku melarang siapapun memberitahukannya dan bilang bahwa dialah yang membuat teknik itu."
"Sepertinya aku sangat beruntung bertemu dengan orang besar sepertimu."
aku akhirnya tahu bahwa Meliana banyak sekali berbohong, soal kura-kura raksasa maupun tentang ini.
__ADS_1
Bukan berarti dia ingin melakukannya.
Itu hanya sebuah keadaan yang memaksanya.
"Jangan terlalu menyanjungku Aksa, aku mungkin tanpa sadar akan memakanmu."
Dia menaruh teh yang telah diseduhnya padaku.
Aromanya sangat harum hingga sulit menolaknya.
"Aku sudah hidup sangat lama, aku sangat senang ada yang datang kemari terutama orang yang misterius sepertimu."
"Aku hanya orang yang berasal dari dunia lain tidak lebih, kaulah yang lebih misterius."
"Haha kurasa kau benar."
Union menaruh cangkirnya hingga menghasilkan suara dentingan kecil dan ia mulai menceritakan tentangnya.
"Dulu aku hanya seorang gadis pertani yang hidup sederhana, dulu kami sangat miskin hingga kesulitan untuk makan. Suatu hari aku tanpa sadar menemukan buah tergelatak di bawah kakiku, karena lapar aku tidak peduli apa buah itu beracun atau tidak hingga aku memakannya dan keesokan paginya aku bisa menciptakan api di tanganku dan hal lainnya yang kemudian disebut sihir."
"Itu pasti mengagetkanmu."
"Tentu saja, walau aku terbakar aku tidak merasakan panas kau tahu? Aku yakin itu karena buah yang dimakan jadi aku segera memungut kembali benihnya dan menyimpannya di sebuah kotak kecil... tahun demi tahun aku menjalankan hidup yang menyenangkan, aku membantu banyak orang dengan sihirku bahkan setelah menikah, aku memiliki dua anak namun sayangnya salah satunya tidak bisa menggunakan sihir, aku sedikit sedih maka dari itu aku mencari jalan untuk menyelesaikannya, dengan menanam biji buah sebelumnya dan berharap itu menghasilkan buah lagi."
__ADS_1