
Namaku Aksa, tanpa diketahui siapapun aku adalah seorang yang berpindah tempat ke dunia ini, dunia di mana hanya satu Dewi tunggal yang mengelolanya.
Sejak kedatanganku, dunia ini memang telah diambang kehancuran. Peperangan antara manusia, iblis dan juga naga telah mencapai batas dimana dalam waktu dekat jika dunia ini tidak berubah menjadi lebih baik maka dunia ini akan dihancurkan.
Karena itulah aku memutuskan untuk mengambil peran penting demi menyelamatkan dunia ini, bukan sebagai pahlawan melainkan sebagai pembunuh.
Siapapun yang mengancam kedamaian maka akan kubunuh seperti apa yang sedang kulakukan sekarang, di depanku seorang raja kubuat tidak berkutik lagi.
Dia hanya duduk bersandar di dinding yang mulai retak.
"Ampuni aku?"
Door.
Sebuah timah panas meletup dari pistol yang kupegang menembus ke dalam tengkoraknya.
Istri dan anak-anaknya mengerumuninya selagi memeluknya dalam tangis sementara satu orang gadis kecil menghalangi jalanku selagi memegang pisau.
"Aku akan membunuhmu?"
Gadis itu menerjang ke arahku dan aku menangkapnya dengan baik hingga pisau tersebut jatuh ke lantai setelah melukai tanganku.
Setiap kerajaan di benua Utara ini hanya mementingkan dirinya sendiri, bahkan ketika aku berkata agar mereka membubarkan kerajaan mereka, mereka masih tidak mau, maka dari itu aku membunuh mereka.
Sudah puluhan kerajaan yang telah kuhancurkan dengan tanganku hingga jumlah korban yang berguguran sudah tak bisa terhitung lagi.
Gadis kecil itu gemetaran lalu terduduk di lantai.
__ADS_1
Dari awal aku tidak tertarik membunuh orang yang tidak ada sangkut pautkan meskipun semua orang ini suatu hari akan membunuhku.
Aku sama sekali tidak keberatan.
Aku berjalan melewati gadis itu lalu keluar istana di mana sebuah mobil telah menungguku, di dalamnya ada Marine, Sirius, Naula serta Liz Calista.
Aku duduk di kursi pengemudi untuk menggerakkan mobilnya.
Sejauh ini semua kerajaan telah kubantai, sekitar 30 kerajaan memutuskan untuk langsung membubarkan sistem mereka karena takut jika Black Death akan muncul di wilayah mereka, dan kini hanya tersisa beberapa kerajaan lagi yang termasuk kerajaan rasi bintang.
Sebelumnya kerajaan Orion, Cygnus dan Aries telah kuhancurkan.
Sirius memelukku dari kursi penumpang.
"Master, aku ingin pergi ke pantai, bisakah kita bersantai di sana."
"Apa yang kalian inginkan?" tanyaku.
"Kami setuju untuk pergi ke pantai."
"Kau juga Liz?"
"Maaf tuan, tapi untuk ini aku setuju dengan semuanya."
Aku menghela nafas panjang.
"Apa boleh buat, tidak lebih dari dua hari "
__ADS_1
"Baik."
"Ada kota di sini, apa kita bisa pergi ke sana dulu tuan?" suara itu berasal dari Marine.
"Baiklah."
Marine selalu berpenampilan seperti pendeta meski begitu dia sedikit M, karena itu aku tahu pakaian renang seperti apa yang akan dibelinya, pasti yang ada rantainya.
Selagi memikirkan hal itu aku memutar stir kemudi ke samping tepatnya menuju sebuah kota yang di sekelilingnya dihiasi pepohonan tinggi yang rimbun.
Pohon itu dibentuk seperti sebuah pagar yang mana jarak dari satu pohon ke pohon lainnya sekitar 10 meter secara melingkar.
Naula menjelaskan apa yang dibacanya dari buku.
"Pohon-pohon ini memiliki aroma yang sangat menyengat, selain hewan buas para monster pun cenderung menghindarinya."
Aku menghentikan mobil di dekat salah stau pohon, kuciptakan pisau kecil untuk menggores kulit luarnya hingga aroma yang dimaksud tercium jelas ke hidungku.
Aku mengambil getah ke tanganku.
"Ada apa master?"
"Bukan apa-apa, mari pergi."
Sensasi getah yang kuoleskan di tanganku semakin lama mulai terasa hangat.
Sudah jelas ini kayu putih.
__ADS_1