
Waktu untuk menunjukan pembelajaran Malifana telah tiba, dia memberikan ponselku kembali sebelum beralih ke para naga yang berdiri menunggu.
Aku suka penampilan Malifana yang sebelumnya, tapi kini pakaian pendetanya sama sekali tidak menyembunyikan bagian penting miliknya.
Mungkin ini yang disebut pengaruh rekan sebaya, mengingat dia telah lama menghabiskan waktu dengan Liz dan Naula yang memiliki kecenderungan abnormal jadi wajar ada sedikit yang mempengaruhinya.
Mari kesampingkan hal itu dulu untuk melihat sihir yang digunakan oleh Malifana.
Entah itu aku atau anggota partyku telah belajar tentang Magic Script yang merupakan sihir tanpa rapalan menggunakan unsur formula roh dasar, walau tanpa rapalan terkadang menggunakannya juga bukan berarti tidak diperbolehkan malah jika ditambahkan dengan rapalan akan lebih kuat, seperti yang di lakukan oleh Malifana sekarang.
Aku pernah melakukannya juga saat menggunakan sihir terlarang.
"Demi langit dan bumi yang menerima berkah Dewi Nermala yang tak terbatas dan semua makhluk hidup yang mendapatkannya, tolong berikan aku berkah ilahi kalian lalu hilangkan semua kutukan yang merusak, Saint Aurora Apocalipse."
Sekitar lima sampai enam lingkaran sihir cahaya muncul di kerumunan para ras naga, ukurannya yang sangat besar menjadikan mereka berada tepat di bagian pusatnya.
Liz tampak kagum dan tak berhenti untuk memuji pencapaiannya.
"Ini adalah bentuk keindahan sihir suci."
__ADS_1
Aku akan setuju dengan pernyataannya, aura gelap yang menyelimuti seluruh ras naga telah menghilang, melebur bagaikan buih cahaya hingga bersamaan itu lingkaran sihir Malifana pecah bagaikan kaca dan kemudian menjadi bentuk-bentuk kupu-kupu yang menari-nari ke udara.
Tidak ada yang tidak takjub dengan itu bahkan anak-anak ingin menyentuhnya namun kupu-kupu yang terbuat mirip seperti butiran bubuk peri itu menghilang di udara.
Malifana melirik ke arahku dan aku mengangkat jempolku untuk memberikan pujian.
Dia tampak bahagia karenanya.
Para naga mencoba untuk merubah dirinya menjadi naga dan mereka benar-benar melakukannya, mereka mengepakkan sayap mereka dan mencoba terbang di atas langit.
Pemandangan yang dipenuhi naga tidak terlalu buruk. Itu mirip seperti melihat burung yang terbang bebas.
Di saat yang sama Amber muncul dan duduk di sampingku.
"Apa kau belum tidur?" tanyaku.
"Saat kakak bangun aku juga bangun jadi kuputuskan untuk mengikuti kakak."
Semua orang di sini sudah bekerja keras dalam pembangunan desa, jadi tidak aneh bahkan setelah makan malam mereka akan langsung pergi tidur.
__ADS_1
Jika untukku, tidur masih terasa sulit.
"Lebih baik kau tidur."
"Lalu kakak sendiri."
"Kau tahu? Aku sudah terbiasa untuk bergadang."
Selain karena ada wanita berbeda yang tidur di sampingku setiap malamnya di mansion aku juga sudah kehilangan minat untuk tidur terlalu lama.
Setiap aku membenamkan mata aku hanya memiliki sebuah penyesalan di ingatanku.
Saat itu jika aku memiliki kekuatan aku bisa menyelamatkan Richard bahkan Sirius dan Marine akan tetap bersama kami di sini, sayangnya aku gagal melakukannya.
Karena rasa bersalah itu, aku pun memutuskan untuk pergi ke benua Utara dan melakukan hal ekstrim dibandingkan apa yang bisa dilakukan kebanyakan orang.
Walau aku hanya baru sebentar di dunia ini rasanya hidupku terasa lebih lama dari waktu sesungguhnya.
Orang terkadang bilang waktu akan terasa cepat saat kau bahagia, mungkin aku malah sebaliknya.
__ADS_1
Itu hanya sedikit yang kupikirkan.