
Aku memanggil roh dengan tubuh wanita yang bersinar terang yang melayang di dekatku.
"Apa kau membutuhkan aku, Aksa sayang."
"Aku ingin mencari kristal di dalam jurang ini tolong terangi aku."
"Humph... cuma itu, kukira kau ingin berkencan denganku atau dengan saudari-saudariku."
"Aku tidak memiliki waktu banyak."
"Alasan, tapi baiklah aku akan terus memelukmu dari belakang."
"Lakukan saja sesukamu."
"Asyik."
Jurang ini kedalamnya mencapai lebih dari 80 meter dengan lebarnya sediri sekitar 50 meteran. Dengan menjelajahi area sekitar kemunculan para cacing aku bisa menemukan sumbernya dengan mudah.
Kugunakan sihir melayang tepat sebelum aku menyentuh tanah.
"Heh di sini sangat gelap dan di sana banyak monster-monster yang mengerikan, mereka bergerak ke arah kita."
"Jangan khawatir.... Fire Bolt."
DOAAAR.
"Wah, mereka jadi cacing panggang.
Aku sedikit berjalan dan menemukan sebuah kristal raksasa hitam di sana.
"Hmm jadi mereka binatang iblis kah, batu ini memberikan energi pada para cacing merubahnya menjadi besar dan mengerikan."
"Apa kau pernah melihat hal yang serupa?" tanyaku pada roh cahaya.
"Belum pernah, biasanya kristal seperti ini membentuk dirinya menjadi binatang iblis tapi ini malah memberikannya pada makhluk lain."
"Apa sebaiknya aku hancurkan saja?"
"Itu bisa saja dilakukan tapi mengingat ini sangat besar sulit untuk dilakukan bahkan hanya potongannya seukuran debu kristal ini tetap akan berbahaya, akan lebih baik jika kau menyerahkannya pada guild, mereka pasti bisa melakukan sesuatu."
"Baiklah."
__ADS_1
Aku membuat dinding pelindung di luar kristal raksasa tersebut lalu memasukannya ke dalam sihir penyimpanan sebelum terbang naik ke atas, para cacing yang sudah dikalahkan tidak muncul lagi.
Dan hanya meninggalkan kelompok partyku yang kelelahan.
"Kerja bagus kalian berdua, terima kasih untukmu juga."
"Aku senang bisa membantu Aksa sayangku, sampai nanti."
Roh yang kupanggil menghilang seutuhnya.
"Kenapa dia memanggil Aksa seperti itu?"
Ketiganya mendekatkan wajah mereka padaku
"Itu tidak penting, mari segera selamatkan penduduk desanya dulu."
"Tidak, tidak, kami perlu kejelasan."
Sementara aku kesulitan Kazel tertawa.
"Aku tidak bisa dibandingkan dengan pria populer."
Aku menggunakan sihir penciptaan untuk membuat sebuah jembatan kuat dari beton dan kawat baja sebelum aku bertanya pada Jun.
"Tidak banyak, kami hanya melemparkan beberapa makanan ke sini menggunakan anak panah yang nanti mereka pungut."
"Jadi begitu, seharusnya aku lebih awal membantu."
"Jangan khawatir, masalah kami tidak seberat masalah yang Aksa pikul. Jika kau membutuhkan bantuan kami, tolong katakan saja walaupun aku tidak yakin akan bisa sangat membantu atau tidak."
"Aku mengerti."
Memindahkan desa sesuatu yang sulit karena itu jembatan ini akan menjadikan alternatif mereka mulai sekarang.
Kami disambut teriakan kebahagiaan dari seluruh penduduk yang mayoritas ras elf.
Kazel yang lebih dulu berjabat dengan seorang wanita yang terlihat seumuran denganku, ia mengenakan gaun sederhana panjang dengan rambut kepang menggantung di bahunya.
Kuharap dia tidak tertipu, elf selalu memiliki penampilan yang menipu.
"Namaku Kazel, senang bisa di sini bersama nona yang cantik."
__ADS_1
"Kamu terlalu blak-blakan, tapi terima kasih... suamiku sudah meninggal kurasa kau memiliki potensi untuk menggantikannya."
Benar-benar to the point.
Hilda dan Jun memasang wajah bermasalah.
"Kenapa dengan kalian berdua?"
"Beliau ibuku."
"Ibu sedikit genit tolong berhati-hatilah."
"Hora, kalian berdua sudah kubilang panggil aku mama dan apanya yang genit."
Mereka berdua bersembunyi di belakangku.
Nama ibu mereka adalah Elin pemimpin desa.
"Kalian pasti sudah bekerja keras, kami ingin membuat perayaan tapi sayangnya tidak ada hal yang kami miliki selain yang ada di sana."
Aku melirik ke arah para jamur berwarna merah dengan totol putih berbentuk hati yang dibiarkan begitu saja.
"Bukannya ini jamur langka," kataku mengambil satu.
"Apa kamu tahu itu anak muda?"
"Benar, bagian kulitnya memang beracun tapi jika dikupas terlebih dahulu, mereka bisa dimakan dan rasanya sangat enak."
Mendapati penjelasanku keheningan terasa diantara kami semua.
Sampai.
Mereka berteriak.
"APAAAAAAAA??"
"Tahu begitu aku akan memakannya sejak lama."
"Aku juga."
"Mari kumpulan dan olah bersama-sama."
__ADS_1
Mereka langsung saja bersemangat padahal mereka elf seharusnya sudah tahu sejak awal.