Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 105 : Kedua Mata


__ADS_3

"Heliet Ladeosfa, seorang Sage yang mengalah penyihir kegelapan bersama Vivi legal, sungguh hal tak terduga bisa bertemu denganmu di sini."


"Kau mengenalku, tapi maaf, aku akan menghukummu karena hampir melukai seorang yang kusayangi."


Entah kenapa guruku makin lama membuat semua orang makin salah paham. Jeanne dan Lesoria bahkan menunjukan ekpresi tidak percaya.


Lebih dari itu.


Di sisi lain Leonardo tidak peduli dengan apapun dan hanya memegang pedangnya kembali.


"Entah itu Sage aku akan menghadapinya."


"Ara kau sangat bersemangat, dari sini biar aku yang melawannya, Aksa bisa membantu yang lainnya kan."


"Aku mengerti."


Aku masih memegang Sirius dalam bentuk pedangnya saat mendekat ke arah Jeanne dan Lesoria, selagi memperhatikan guruku aku menggunakan sihir penyembuhan pada mereka berdua.


"Apa nona Heliet akan baik-baik saja?" tanya Lesoria.


"Akut tidak tahu, akan tetapi orang bertopeng itu sangat berbahaya, Aksa sebaiknya kau membantu gurumu, kami hanya perlu beristirahat sebentar."


Rasanya aku malah disuruh-suruh sekarang.


Walau guruku sempat menolak bantuan yang kuberikan akhirnya dia mau menyerah dan membiarkanku untuk bertarung bersamanya.

__ADS_1


Aku melesat ke depan untuk membantu Nona Heliet maju, aku menebas dari atas kepala Leonardo akan tetapi dia lebih dulu menyadarinya dan menahan dengan pedang miliknya, saat Nona Heliet memberikan sihir serangan pada Leonardo dia mampu mementalkannya lalu menerbangkannya jauh ke belakang dengan serangan balasan.


Melihat itu, aku terus mengayunkan pedangku hingga memaksa Leonardo mundur, tanpa aku sadari sebuah pedang telah menembus tubuhku.


Dia melemparkannya dari jarak jauh.


"Guakh," darah menyembur dari mulutku.


Kemudian, tanpa orang tahu.


"Matamu?"


Guruku yang sudah bangkit mengalihkan pandangannya ke arah mata kiriku yang mana mata tersebut telah berubah menjadi sebuah mata keemasan, kemudian mata kananku pun turut berubah menjadi bentuk yang sama.


Saat sebuah pedang menembus tubuhku aku memutar kembali waktu lima detik sebelum hal itu terjadi dan kemudian menghindarinya di waktu yang sama.


"Master?"


"Aku tidak apa-apa."


Selain sihir penciptaan yang diberikan Dewi Nermala aku memiliki kekuatan yang diberikan oleh Sirius juga. Tentu saat pengulangan terjadi semua orang tidak akan mengingat apapun dalam lima detik itu.


Aku mengembalikan mataku kembali sedia kala.


"Aksa aku ingin mendengar penjelasan soal matamu nanti?"

__ADS_1


"Apa aku harus mengatakannya?"


"Sudah jelas aku ini gurumu, aku harus tahu semua tentangmu."


"Entah kenapa guru sangat menakutkan."


Leonardo mengeluarkan pedang kembali dari kedua tangannya. Berbeda dari sebelumnya dia terlihat serius.


"Aku harus menghabisi kalian berdua sebelum menjadi ancamanku di masa depan nanti."


"Kita lihat saja nanti."


Aku maupun nona Heliet menyerang bersama-sama hingga beberapa kali benturan terjadi, aku menebas dari samping dan Leonardo menarik setengah tubuhnya untuk menghindarinya, di waktu yang sama nona Heliet memberikan tendangan di perutnya yang mana membuatnya terlempar dan jatuh menghantam pohon.


"Tak hanya menggunakan sihir, kekuatan Sage memang sangat kuat, itulah yang membuatku harus bertarung secara serius."


Leonardo melepaskan topengnya lalu mengambil sebuah suntikan dari balik bajunya yang mana dia tusukan di antara leher dan bahunya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya guruku.


"Ini adalah percobaanku yang telah kukembangkan sejak lama, aku mengambil seluruh darah monster yang pernah kulawan dan secara bertahap memasukannya ke dalam tubuhku, obat ini digunakan untuk membuatku mengamuk."


"Kau mengorbankan sisi kemanusiaanmu hanya demi menghancurkan dunia," kataku memotong.


"Hanya kau bilang... dengan menghancurkan semuanya tidak akan ada lagi orang yang tersakiti, itulah kebaikan yang ingin kuberikan pada semua orang."

__ADS_1


Perlahan tubuh Leonardo semakin besar, wajahnya perlahan berubah menjadi monster hingga kini seluruh tubuhnya diselimuti bulu hitam.


Orang ini telah jatuh ke dalam sisi kegelapan yang paling dalam.


__ADS_2