Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 358 : Ujung Dunia


__ADS_3

Perjalanan kami untuk mengantar Aqua telah dimulai, Aqua bilang dia tinggal di sebuah air terjun di tengah laut.


Walau sulit dipercaya aku tidak pernah tahu bahwa di laut ada air terjun, selain membantu Aqua aku juga menaruh sedikit penasaran untuk itu.


Aku menciptakan perahu sendiri lewat sihir pencipta sebelum berangkat dan melambai ke arah Ruri yang berada di daratan. Nene duduk di dekat tiang selagi bersandar, Liz dan Naula saling berdebat tentang ukuran tubuh mereka dan Malifana duduk di sisi lain untuk membaca.


Dia mungkin beberapa hari ini tertarik dengan sebuah novel.


Untukku sendiri lebih fokus berada di kemudi perahu, jika menanyakan Aqua dia berada di kolam kecil yang kubuat di atas perahu ini, bersantai selagi meminum gelas lemon di tangannya.


Dia bisa bersantai sepuasnya.


Merasakan hembusan angin yang tersapu dengan aroma laut yang menyegarkan kami telah melakukan perjalanan selama satu jam lebih, sejauh ini hanya laut tanpa apapun yang bisa kami lihat.


Aku bertanya pada Aqua.


"Apa ini benar-benar jalannya?"

__ADS_1


Dan dia mengangguk mengiyakan sebelum melanjutkan.


"Rumahku cukup jauh, bagaimana pun semua orang terkadang menyebutnya ujung dunia."


Naula menimpali.


"Dengan kata lain kau benar-benar pergi sangat jauh dari rumah."


"Aaaah, aku pasti akan menerima hukuman berat."


Kami bisa menebak hal itu, dia hanya seorang gadis jelas ada keluarga yang mengkhawatirkannya. Udara di sekitar kami tiba-tiba terasa dingin, langit yang cerah telah digantikan awan gelap dan di saat yang sama membentuk dirinya menjadi sebuah angin tornado, pusaran itu menarik segala sesuatu dari bawah laut termasuk perahu kami yang terasa terhisap ke arahnya.


"Karena ada Aksa, aku pikir tidak ada yang harus ditakutkan," balas Malifana.


Dia masih sempat membaca di saat situasi seperti ini. Mereka terlalu santai karena keberadaanku tapi mau bagaimana lagi hal ini memang bukan ancaman.


Air laut di sekitar kami naik ke udara membentuk sebuah perisai lingkaran yang menyelimuti seluruh kapal, jika dilihat sekilas itu berubah menyerupai sebuah bola air dengan perahu di dalamnya.

__ADS_1


Perlahan aku menarik perahu ini ke dalam air sampai ke dalam dasar.


"Uwaahh, ini luar biasa padahal aku di dalam air tapi tidak basah," ucap Aqua disusul Liz.


"Sesuai yang diharapkan dari Aksa."


Nene yang tidur di dalam kapal muncul selagi menguap lebar.


"Hoam.. dimana ini, apa aku masih bermimpi aku melihat banyak ikan di sini."


Ternyata ada yang lebih santai dari anggota partyku. Nene akan tinggal di kota Oracle jadi dia ikut dengan kami. Jika dia langsung pergi ke sana mungkin dia akan dianggap musuh tanpa penjelasan.


Aku berkata ke arah Liz ketika aku telah menyelesaikan bagian awal dan memintanya untuk membekukan bola air ini, dalam sekejap esnya membuat kami bisa turun dari kapal.


Naula dan Liz mencoba berlari-lari ke sana kemari sementara Malifana membaca buku kembali, untukku hanya duduk bersama Nene.


Berbeda dengan sihir es milikku, sihir es milik Liz bisa mengontrol suhu, jika Liz menginginkan es ini tidak terasa dingin maka hal itu bisa dilakukannya seperti sekarang.

__ADS_1


Bagaimanapun dia telah mengikat kontrak dengan roh es yang hanya satu-satunya di dunia roh. Bahkan untukku juga mustahil meniru kemampuan ini.


Sampai badai berakhir kami akan diam menunggu di sini.


__ADS_2