
Empat tahun berlalu semenjak aku menjadi seorang kesatria, di luar Ibukota aku sedang mengemasi barang bawaanku sementara Lesoria tampak menangis sedih.
"Aku sebenarnya ingin sekali pergi ke sana juga, sayangnya aku harus menjalankan misi yang lain.. nenek lampir itu tidak bisa membiarkanku bebas."
"Jika dia mendengarkan umpatanmu, dia mungkin akan membunuhmu."
"Aaah, tolong jangan mengatakannya."
"Ara... kau takut."
"Pokoknya balaskan dendamku."
"Bukannya kau benci pada ayahmu karena menghamili ibumu dan pergi ke sana hingga mati tanpa sempat bertanggung jawab."
"Aku memang membencinya meski begitu aku membenci seseorang yang membuat Ibuku sedih."
"Begitu."
Lesoria menatapku dengan pandangan aneh.
"Ada apa?"
"Selama ini kita tumbuh bersama bukannya kau sekarang lebih lembut."
"Aku masih seperti dulu."
"Tidak, tidak, jelas beda... dulu kau selalu menunjukan tatapan menakutkan seolah bisa membunuh seseorang."
"Benarkah," kataku selagi mengerutkan kening.
"Tapi aku senang dengan sifatmu yang seperti ini."
__ADS_1
"Bukannya kau harus bergegas, Richard dan Vivia pasti sudah menunggumu di tempat rapat."
"Benar juga."
Lesoria berlari beberapa langkah dariku sebelum berhenti untuk menengok ke arahku.
"Jeanne jangan mati."
"Aku tidak akan mati, lagipula kau masih memiliki hutang padaku."
"Bisakah kita menganggapnya lunas."
"Hutang tetap hutang."
"Aku akan membayarnya saat kau kembali tapi seperempatnya dulu."
"Kau ini."
"Jaga dirimu dan jangan menyusahkan yang lainya."
"Aku tidak pernah menyusahkan siapapun."
Aku hanya melihat kepergian Lesoria dari tempatku berdiri sebelum akhirnya naik ke atas kereta, tujuanku adalah benua utara yang kini sepenuhnya dikuasai oleh raja para monster sementara kekaisaran Eden yang sebelumnya memanggil Ibuku ke dunia ini telah hancur selamanya.
Seperti yang dikatakan guruku, lawanku kini hanya satu orang saja.
Selama seminggu perjalanan aku akhirnya tiba di benua utara, ada sebuah fasilitas perahu yang mengantarkanku dari kota pelabuhan Belfast menuju benua Utara hingga semuanya terasa lebih cepat.
Di sana aku memberikan uang pada pemilik kapal sebelum meninggalkan mereka di belakang, setiap satu bulan sekali mereka akan datang kemari sampai saat itu aku bisa menumpang kembali.
Aku memecut keretaku hingga sampai ke sebuah hutan yang rimbun, di sana aku berjumpa dengan segerombolan tupai yang imut yang dengan senang memberikanku berbagai kacang yang mereka miliki.
__ADS_1
"Benar juga, jika kalian bisa bicara, itu bukannya lebih baik."
Aku mengarahkan tanganku ke langit untuk memunculkan lingkaran sihir raksasa dan bersamaan itu sebuah debu-debu bercahaya menyinari seluruh hutan.
Para tupai tampak kebingungan dan kata yang pertama mereka ucapkan adalah kacang.
Karena perjalananku masih jauh aku memutuskan untuk tinggal di sini selama tiga hari, selama itu aku mengajari mereka membaca menulis layaknya manusia terlebih tentang pengetahuan pembangunan rumah.
Ketika aku sudah selesai aku meninggalkan hutan dan tiba di sebuah kota yang hampir seluruhnya di blokade oleh bambu-bambu tajam.
"Apa aku boleh masuk?"
"Siapa kau, apa kau monster?"
"Apa aku terlihat seperti monster di mata kalian, namaku Jeanne d'Arc seorang petualang biasa."
Setelah menjelaskan berbagai hal, mereka akhirnya membiarkanku masuk. Seperti situasinya wilayah di sini telah dipenuhi monster hingga aku pun turut membantu menghabisi semuanya. Sebagai ucapan terima kasih mereka membuatkanku patung indah yang sejujurnya terlihat mirip denganku.
Sebelum pergi aku sempat menanyakan satu hal.
"Apa tidak masalah sebuah wilayah tanpa memiliki tuan rumah atau pemiliknya."
Dan jawaban mereka cukup membuatku terkejut.
Kerajaan hanyalah sebuah tempat di mana orang-orangnya bertujuan untuk memperkaya diri mereka sendiri. Tanpa mereka semua orang lebih bahagia dan sejahtera.
Aku tidak tahu apa yang penduduk benua ini lalu hingga berkata demikian. Bahkan kota ini juga disebut sebagai kota yang netral.
Jika penduduk di sini merasa lebih nyaman begitu maka benua ini memang seharusnya tidak memiliki pemimpin seperti raja ataupun kekaisaran.
Jika suatu hari kerajaan atau kekaisaran berdiri di sini aku yakin akan ada seseorang yang menghancurkannya.
__ADS_1