
Tiga puluh menit terbang kami akhirnya sampai di kota tujuan, tidak seperti bayanganku kota ini telah dihancurkan menjadi puing-puing yang tidak nyaman untuk ditinggali.
Seluruh jalan utama dilapisi lubang-lubang dan rumah-rumah tampak dibiarkan dengan kaca-kaca pecah di sekelilingnya, tidak ada yang bagus dari sebuah reruntuhan.
Di akhir jalan aku menemukan orang-orang dari ras naga meringkuk takut, saat kedatangan kami.
Tempat ini hancur tapi aku yakin bahwa kejadiannya tidak terlalu lama, itu terlihat dari mayat-mayat yang dibiarkan begitu saja.
Mari kesampingkan hal itu.
Aku berdiri di antara mereka semua yang terdiri dari seorang ibu bersama anak-anaknya, pria muda, orang tua dan juga gadis-gadis kecil.
Bahkan ketika aku tidak melakukan apapun mereka ketakutan, aku tidak menyalahkannya lagipula aku mengenakan topeng.
"Di sini banyak wanita cantik, apa mereka bisa kubeli?" seorang pria berpenampilan rapih dan kotor menerobos masuk selagi mengirim tinjunya.
Aku menangkapnya dengan satu tangan tanpa harus bergeming, semua orang terdiam bahkan untuk anggota partyku.
"Mustahil?"
"Apa ada yang salah, pukulan barusan tidak terlalu terasa untukku?"
Orang yang baru saja memukulku langsung terduduk lemas, membayangkan siapa yang berada di dalam topeng ini.
Aku tidak peduli jadi biarkan saja.
__ADS_1
Aku mengeluarkan satu permen yang kuberikan pada salah satu gadis.
"Jadi siapa yang melakukan ini nak?"
"Kerajaan Hespringer."
"Mereka kah, padahal kota ini hanya kota kecil... mereka sangat buruk."
Liz dan Naula sedikit kurang nyaman dengan gaya bicara yang sedang kugunakan, bagi mereka aku seperti orang jahat dan aku juga tidak menyangkalnya meski begitu ini akan lebih bagus dalam menyembunyikan indentitasku.
Aku suka berada dalam peran jahat.
"Apa yang kau inginkan dari kami?"
Dengan penampilannya yang baru tidak ada yang mengetahuinya akan tetapi saat dia berubah menjadi naga semua orang menerima penghormatannya.
"Ratu naga, apa itu benar Anda?"
"Ceritanya panjang tapi aku tetaplah aku setelah selesai aku akan menjelaskan semuanya pada semua orang dan orang yang mengenakan topeng ini adalah kakakku dia akan membantu kita jadi tidak perlu takut."
Semua orang hanya diam dengan tanda tanya muncul di kepalanya.
Seorang ratu yang menghilang selama ini muncul kembali dengan seorang pria aneh terlebih diperkenalkan sebagai kakak jelas hal itu terdengar konyol.
Meski begitu tidak ada yang memilih untuk menunjukkan reaksi penolakan, singkatnya mereka tidak peduli padaku yang penting ratu mereka telah kembali.
__ADS_1
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang yang mulia ratu?"
"Aku menyerahkan semuanya pada kakakku."
Ketika tubuh Amber berubah jadi manusia aku sentil keningnya.
"Sakit, untuk apa ini?"
"Aku hanya ingin melakukannya."
"Tidak jelas."
Seharusnya dia menjadi ratu yang bisa diandalkan pantas saja dia bisa dibohongi lalu diserang dari belakang.
Anggota partyku tampak mengembungkan pipi ke arahku, kupikir mereka tidak akan cemburu dengan perlakuan barusan.
Ada pun orang yang berdiri dengan wajah polos adalah Serilia.
Aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya saat seperti ini aku yakin itu tidak jauh hubungannya dari daun.
"Kota ini tidak terlalu besar kupikir kita akan membangun ulang lagi, saat itu tiba orang-orang yang sebelumnya menyerang tempat ini akan muncul kembali, dan saat itu kita akan menghabisi mereka semua."
Semua orang hanya bisa menahan nafas mereka karena terkejut.
Aku sudah melihat dunia ini dan hidup di dalamnya, dunia ini tidak membutuhkan pahlawan yang kebanyakan ada di novel ataupun tokoh protagonis lainnya, yang dibutuhkan sesungguhnya hanyalah seorang yang mampu mengotori tangannya dan menanggung semuanya.
__ADS_1