Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 345 : Kota Dipinggir Laut


__ADS_3

Kota Oracle adalah sebuah kota besar yang berada di pinggiran laut di mana memiliki 12 distrik di dalamnya serta tembok tinggi yang mengelilinginya.


Kota ini juga merupakan kota yang kubuat sebagai bangsawan Viscount di kerajaan ini, aku tinggal di sebuah mansion mewah dimana hampir seluruhnya dihuni oleh wanita.


Adapun untuk daftarnya seperti ini.


Heliet Ladeosfa.


Alyssa.


Noela.


Nicol.


Lulu.


Margaret.


Meliana.


Ayumi.


Cardina.


Malifana.


Liz Calista serta terakhir Naula Runer.

__ADS_1


Bagaimana aku menyangkal... ini kehidupan Harem yang terlalu banyak, sudah tiga bulan semenjak pendirian kota ini dan sekarang di depanku duduk dalam satu meja adalah Jeanne d'Arc, Vivia Legal, Lesoria Floresta dan juga putri kerajaan ini bernama Alma Elysium.


Aku mengerenyitkan alis pada mereka.


"Kenapa kalian juga ada di sini?" aku jelas mempertanyakan hal demikian bukannya mereka telah tinggal di kota Antares.


Vivia yang membalasnya.


"Jeanne dan Lesoria bertugas untuk menjaga tuan putri dimana beliau ingin mencoba hidup sebagai petualang berhubung tuan putri lebih memilih berada di guild petualang di kota ini maka mereka datang kemari, sementara untukku aku tidak boleh jauh-jauh dengan Heliet agar rasa sepi diantara kami tidak muncul terlebih guru kami juga ada di sini."


Itu jelas adalah alasan yang dibuat-buat. Ngomong-ngomong guru yang dimaksud adalah Meliana.


Sejauh yang kuingat Vivia bukan orang yang sentimental seperti itu, saat pertama kali aku bertemu dengannya dia berpura-pura sebagai gadis riang dan polos namun sejujurnya dia adalah tipe pembunuh yang kejam yang akan membunuhmu jika kau berani menggodanya.


Aku juga tidak tahu kepribadian mana yang benar darinya.


Terlepas dari itu, beberapa minggu sebelumnya Lulu memilih membuat guild yang baru dibandingkan harus bolak-balik ke sana, maka aku mengabulkannya.


Tak hanya mereka yang memutuskan tinggal di sini, sebelumnya petualang Kazel, Jun, Hilda, Mavis dan juga Xie Lien pun tinggal di sini, hampir semua orang ikut denganku.


Karena itu aku tidak memiliki hak melarang mereka.


Aku hanya mendesah pelan tanpa mengatakan apapun sampai Jeanne berkata.


"Kota ini sangat luar biasa, aku pikir kota ini tidak jauh berbeda dengan ibukota."


"Aku juga berfikiran sama, tak hanya guild, di kota ini ada akademi sihir juga... itu seolah kau bisa menemukan apapun yang kau mau di dalam kota," tambah Lesoria yang mendapatkan anggukan kecil semua orang.

__ADS_1


Alma melanjutkan.


"Jangan lupa hanya di kota ini bahwa ras iblis seperti Succubus bisa tinggal normal tanpa melakukan bisnis prostitusi."


"Mereka juga bisa mendapatkan hidup baik jika mereka mau," balasku selagi menyeruput tehku pelan.


Mereka memang sedikit menyebalkan tapi di sisi lain dengan keberadaan mereka pertahanan kota ini jelas akan semakin kuat.


Nicol yang merupakan gadis serigala sekaligus seorang pelayan muncul dengan makanan manis yang diletakan di atas gerobak kecil yang mana ia letakan kembali di atas meja.


"Silahkan, aku kemarin membuat banyak kue."


"Kelihatannya enak, mari makan," putri Alma yang pertama mengambil bagiannya lalu tersenyum bahagia.


"Kalau begitu saya permisi."


"Terima kasih Nicol."


"Iya."


Vivia memulai percakapan yang lebih serius.


"Ngomong-ngomong soal binatang bencana apa kau benar-benar yakin bahwa mereka akan bergerak sekarang?"


"Itu tidak salah lagi, saat itu terjadi mungkin aku juga perlu bantuan kalian."


Binatang bencana adalah makhluk yang diciptakan oleh penyihir kegelapan yang mana meliputi kura-kura raksasa, ular raksasa, badak raksasa dan juga burung api.

__ADS_1


Ketika mereka bergerak Union akan segera memberitahukanku, saat raja iblis juga dialah yang memberikan informasi padaku tentang pergerakannya di kekaisaran Lihao.


__ADS_2