
Aku bertanya pada Greed.
"Jadi apa yang ingin kau sarankan?"
"Kupikir kau bisa membuatku wadah yang baru."
"Jika kulakukan itu akan menghilangkan kemampuan buku ini."
"Jangan khawatir, aku akan menyerap kekuatan dari buku ini ke dalam tubuhku kemudian kau masukan aku ke dalam senjatamu, bukannya kau bisa menyusun Magic Script dengan baik... daripada menggunakan tubuhmu bukannya seperti ini lebih bagus."
"Kurasa aku bisa melakukannya."
Aku bukan tidak memikirkan hal itu, seperti yang kukatakan jika aku melakukannya ada kemungkinan tulisan di dalam buku tidak sepenuhnya terurai tapi berbeda kalau roh yang menyerap tulisannya lebih dulu sebelum di pindahkan.
Aku membuat dua lingkaran di lantai kamarku satunya kutaruh senjata ementara satu lagi buku Greed.
"Aku mulai."
"Aah, aku sudah menyerap tulisannya."
Saat sihir itu aktif keduanya mulai bersinar terang selanjutnya Greed telah pidah ke pistol sedangkan buku itu telah berubah menjadi debu.
Aku menyentuh Greed dan mencoba mencari perbedaannya, kecuali senjata ini bisa bicara aku tidak bisa melihat lagi keanehannya.
"Greed apa kau merasakan sesuatu yang beda?"
"Dari buku ke senjata rasanya tidak jauh berbeda."
Kurasa itu benar, aku ingin melihat kekuatan Greed yang baru jadi kuputuskan keluar untuk mencobanya, di luar dugaan tampak Nicol tengah duduk di depan pintuku hingga ia terguling ke belakang.
__ADS_1
"Kyaaaa."
Dia buru-buru membetulkan rok pelayannya lalu berdiri menghadapku.
"Tuan, tolong izinkan aku tidur bersamamu.. aku tidak ingin tidur bersama orang itu."
"Tapi kalian sesama perempuan."
"Tidak, tidak, aku tidak kuat harus dipeluk olehnya sepanjang malam."
Dari kamar sebelah orang yang dimaksud muncul.
"Nicol jangan melarikan diri..mari mandi bersama."
"Tidak, aku tidak mau."
"Heh."
"Apa boleh buat aku akan tidur bersama Nicol," kataku mengelus kepalanya.
"Aku punya ide."
Tiffany buru-buru masuk ke dalam kamarku.
"Tunggu apa yang kau lakukan?"
Dia memukul dinding untuk menghancurkannya agar kamar kami bisa terlihat satu sama lain.
"Begini bagus kan?"
__ADS_1
"Bagus apanya?"
Pada akhirnya aku harus meminta maaf pada pemilik penginapan serta membayar ganti rugi atas kelakuan orang ini, lain kali lebih baik menyewa kamar dengan dua tempat tidur saja.
Di luar kota aku mengarahkan Greed ke arah sebuah pohon, saat aku menarik pelatuknya itu menciptakan lingkaran sihir yang mana menembakan bola hitam yang mampu menghancurkan pohon tersebut. Aku hanya menggunakan sedikit dari kemampuan Greed tapi hasilnya lebih dari yang kukira.
"Bagaimana rasanya, lebih ringan dari yang kau pikirkan," kata Greed memasang tawa bangga.
"Walau menggunakan sihir tingkat atas, aku tidak merasakan kehabisan mana."
"Tentu saja, itu karena aku menyerap mana dari alam."
"Ada mana yang berasal dari alam juga."
"Mana dari alam biasanya dikeluarkan dari orang yang sudah mati dan menyebar ke udara... manusia memang tidak bisa melihatnya."
"Begitu."
Greed melanjutkan.
"Aksa kau sudah tahu darimana datangnya mana itu?"
"Dari pohon di surga," balasku demikian.
"Benar sekali, di surga ada pohon yang hanya berbuah sekali... saat buah itu jatuh, buahnya turun ke beberapa dunia yang dikelola Dewi, hasilnya saat seseorang memakannya dia langsung memiliki mana dan akhirnya mampu menggunakan sihir, semakin lama mana pun diwariskan secara turun menurun lewat generasi, terkadang ada yang mempunyai mana tinggi, sedang, rendah bahkan juga ada yang tidak memilikinya."
"Lalu bagaimana dengan roh, mereka bisa menggunakan sihir?"
"Roh tidak memiliki mana, kami sering menggunakan Od, sebuah energi yang dapat kami hasilkan sendiri yang mana menangkap mana dari luar untuk digunakan sendiri, Od ini juga bisa digunakan untuk membuat bentuk tubuh menyerupai manusia, dalam kasus yang lain kami juga bisa membentuk diri kami sebagai zirah atau benda lainnya sepertiku."
__ADS_1
Dengan kata lain Astral memasok mana untuk penggunanya agar memiliki mana tak terbatas serta menggunakan kekuatan dari roh itu sendiri.