Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 322 : Untuk Dunia


__ADS_3

"Bukannya orang ini yang telah merebut kebebasanmu Xie Lien? Jika aku membunuhnya kau akan terbebas."


"Meski begitu dia masih ayahku, aku tidak ingin dia mati.. tolong lepaskan dia."


"Tidak ada jaminan bahwa dia akan melepaskanmu."


"Aku akan bicara dengannya lagi, tolong beri aku waktu."


Chunhua dan Yu'er mendekat padaku dengan rasa khawatir.


"Aksa kupikir kau terlalu berlebihan, kau tidak perlu membunuhnya."


"Yang dikatakan Chunhua benar Onii-chan, biarkan saja Xie Lien menyelesaikan masalahnya."


Aku menghela nafas panjang lalu berbalik tanpa mengatakan apapun lagi.


"Aku sudah berjanji pada Mavis untuk membawamu kembali, karena itu aku tetap akan menjemputmu nanti... kuharap aku bisa membawamu ke kota Antares."


"Terima kasih banyak, aku yakin ayahku tidak akan memaksaku lagi untuk menikah."


Aku tersenyum selagi menyeret luka di sekujur tubuhku. Pedang Wuyan yang tertancap terbang lalu kembali ke punggungku.


"Onii-chan keren."


"Pedangmu terlihat sangat menyukaimu, aku jadi iri," tambah Chunhua sampai.


"Tunggu sebentar," ketua sekte ini memangilku dari belakang hingga aku menghentikan langkahku dan berbalik melihat ke arahnya.


"Tak hanya membawa putriku dari sini apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku ingin mengalahkan raja iblis."


"Raja iblis?"


"Tugasku adalah membuat kedamaian dan membuat dunia ini memiliki akhir yang baik."


"Sebenarnya kau ini siapa?"

__ADS_1


"Apa kau tahu insiden di benua Utara?"


"Seluruh kerajaan di sana dihancurkan oleh satu orang. Jangan bilang..."


Ketua sekte terbelalak terkejut.


Aku menciptakan topeng yang pernah aku gunakan dulu lalu menutup wajahku.


"Kau orang yang membantai seluruh benua utara, Black Death," katanya demikian.


Aku menghilangkan topengku lalu melangkah pergi bersama yang lainnya meninggalkan ketua sekte dengan keterkejutannya.


"Ayah baik-baik saja?"


"Ayah tak apa."


"Aksa tunggu sebentar?"


Kini Xie Lien yang memanggilku.


"Pakai saja, lagipula aku akan datang kemari lagi," balasku tanpa menoleh.


Setelah meninggalkan sekte teratai hitam kami akan pergi untuk merebut warisan kaisar yang ketiga yang mana berada di menara Yin Yang tapi sebelum itu aku perlu memulihkan diriku sebentar jadi kami memutuskan beristirahat di atas bukit batu yang menampilkan seluruh area hutan hijau di bawahnya.


Aku bersandar di sana selagi mengeluarkan beberapa potion yang dibuat oleh guruku.


"Udara di sini sangat segar kan Yu'er."


"Kurasa begitu, jadi dari sini kita akan pergi ke mana?"


"Kita hanya harus pergi ke barat... lihat, kita bisa melihat menaranya dari sini."


Menurut Neko menara itu sama seperti dengan labirin Underworld yang pernah aku kunjungi setiap lantainya terdapat monster kuat, bukan hal aneh jika sesuatu yang kaisar simpan di sana adalah sesuatu yang berharga setelah pedang yang kubawa ini.


Yu'er berkata ke arahku.


"Apa tak apa-apa Onii-chan memberitahukan siapa dirimu? Bukannya Kekaisaran Lihao memiliki hubungan baik dengan benua Utara, jika informasi ini sampai menyebar mereka jelas akan mengincarmu."

__ADS_1


"Tak masalah jika harus, aku juga akan mengalahkan mereka, dari awal aku hanya ingin memanfaatkan pasukan mereka untuk sedikit mengurangi pasukan raja iblis nantinya."


Chunhua mendesah pelan.


"Sebenarnya kau ini kenapa? Apa di dalam kepalamu hanya diisi pertempuran?"


"Demi dunia pertempuran adalah sesuatu yang harus dilakukan," atas pernyataanku Chunhua berjalan mendekat selagi menatapku dengan pandangan khawatir, dia menggigit bibirnya sebelum berkata.


"Untuk dunia ini dan itu, lalu untuk dirimu sendiri apa yang kau inginkan? Aku tidak pernah melihat orang sebodoh seperti dirimu yang mengambil tanggung jawab sebesar ini, memangnya kau ini pahlawan atau apa? Kau seperti mayat hidup yang hanya tahu bertarung... pikirkan orang-orang di dekatmu, apa mereka ingin melihat dirimu dalam bahaya? Dunia? Hah? Biarkan saja dunia ini hancur, aku tidak peduli.... tapi mengorbankan dirimu sendiri aku tidak menerimanya."


Yu'er memegangi tangan Chunhua dan berkata.


"Hentikan Chunhua, kau tidak tahu apa yang telah dialami Aksa?"


"Tapi..."


"Aksa hanya ingin semua orang di dunia ini bisa mengambil kebahagiaan mereka sendiri, dunia ini telah ditinggalkan banyak Dewi, ia hanya berusaha berjuang untuk kita semua yang hidup di dunia ini .. ia juga berniat untuk mengembalikan para dewi sedia kala."


"Tapi..."


Aku bangkit lalu meletakkan tanganku di kepalanya.


"Jangan khawatir, aku baik-baik saja."


"Tapi begitu... hueeeeeeh... habisnya Aksa.."


Chunhua tiba-tiba saja menangis.


"Ara, Onii-chan membuatnya menangis.."


"Eh, tapi aku tidak melakukan apapun barusan?"


"Karena itulah, cepat cium dia."


"Kenapa aku harus melakukan itu?"


"Onii-chan ini."

__ADS_1


__ADS_2