Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 289 : Lantai Sakura


__ADS_3

Tung.


Dentuman itu menyalak ke udara, saat perisai Mavis menahan seekor Dog Hunter yang menerjang padanya.


Dia mengarahkan tangannya untuk mengikat monster tersebut dengan rantai sihirnya, dan aku mengakhiri dengan Hell of the Abyss.


Membakarnya menjadi debu.


Ini adalah lantai 49 Underworld tapi kami sudah mencapai batas, Vermilion dan Serena duduk di sudut Labirin, sementara Mavis duduk di sampingku selagi menahan nafasnya yang tersengal-sengal.


"Aku perlu istirahat sebentar Aksa, ini jauh lebih sulit dari yang kubayangkan."


"Serahkan padaku."


Dog Hunter muncul Kembali dengan jumlah sekitar 10 ekor yang masing-masing menunjukkan rentetan gigit berjeruji. Melawan monster bukanlah hal baru untuk kami meski begitu mereka memang tidak bisa diremehkan.


Aku menciptakan dua pistol revolver di tanganku sebelum melesat maju ke depan, satu Dog Hunter melompat ke atas kepalaku untuk memberikan serangan kejutan, belum mencapaiku timah panas telah menembus tengkoraknya menjatuhkannya dengan balutan luka.


Mendapatkan sedikit waktu, dua ekor menyerangku secara bersamaan lebih tepatnya memojokanku dari samping.


Satu ekor kutendang wajahnya dan satu ekor lagi kutembak beberapa kali di tubuhnya.


"Gaaaah."


Walau mereka monster mereka tetap memiliki naluri, saat bertemu seseorang yang lebih kuat dari mereka. Mereka akan lari secepat mungkin seperti yang aku lihat sekarang.

__ADS_1


Karena jumlah monster tidaklah normal, itu terlalu menguras tenaga bahkan bagi Mavis yang sudah datang kemari. Aku tidak yakin harus mengajak mereka lebih turun ke bawah lagi namun jika aku mengatakannya mereka pasti akan marah.. lebih baik kami istirahat jauh lebih lama dari biasanya.


Aku menggendong Serena di depan untuk melanjutkan kembali penyisiran lantai berikutnya, di lantai 50 itu adalah area bebas monster yang sepenuhnya ditumbuhi pohon sakura.


Setiap pohon menjatuhkan kelopak bunganya yang bisa aku lihat masuk ke dalam sungai yang berada di tengah lantai ini, tempat ini terasa seperti ada di luar.


Ada langit dan juga matahari yang terasa hangat dibatas tertentu.


Aku menurunkan Serena di dekat sungai agar dia bisa membasuh kakinya.


"Nyaman sekali saat kau diperlukan seperti seorang putri," katanya demikian, aku harap dia mau menurunkan sedikit berat badannya nanti.


Vermilion tidak mengutarakan protes apapun seolah dia benar-benar telah kelelahan hingga tidak bisa mengatakan sepatah katapun kecuali membiarkan dirinya dibasuh oleh air yang dingin.


"Maaf Aksa, kami hanya menjadi bebanmu."


"Tidak, berkat kalian aku bisa pergi sejauh ini, aku sangat berterima kasih."


"Kau terlalu bersikap baik pada kami."


Itu bukanlah kebohongan, jika aku seorang diri aku juga pasti kerepotan disamping itu pasti jauh akan memakan waktu untuk bisa datang kemari.


"Kita akan beristirahat di sini selama seminggu, jadi bersantailah."


"Bukannya itu terlalu lama?" tanya Serena tak percaya.

__ADS_1


"Tidak masalah, kita harus memulihkan mental serta fisik kita. Waktu sebanyak itu masihlah belum cukup menurutku."


"Hmmm."


Saat kami kembali aku akan menjelaskan situasi ini pada ratu, agar keduanya tidak mendapatkan masalah apapun.


Aku menciptakan beberapa pakaian dalam, pakaian santai dan juga pakaian hangat untuk mereka sebanyak masing-masing tujuh buah.


"Aku membuat pakaian yang sangat digemari di kota, kalian bisa menggunakannya."


"Kekuatan yang praktis, tapi aku lebih terkejut karena Aksa bisa membuat pakaian sedetail ini," ucap Vermilion ragu.


Aku tidak ingin mengatakan bahwa guruku sering menunjukkan pakaiannya kepadaku, jadi aku membiarkan itu sebagai rahasia saja.


Sebagai sentuhan akhir, aku menciptakan satu rumah yang di dalamnya diisi empat kamar, dapur dan juga ruang tamu.


Mavis diam selagi memikirkan sesuatu.


"Ada apa?"


"Aku hanya penasaran saja, sebelumnya aku mengetahui jika Aksa memang memiliki kemampuan Alchemist, tapi membuat rumah dan pakaian itu jelas hal mustahil untuk dilakukan."


"Aku hanya memiliki beberapa skill unik," jawabku ragu.


"Kurasa begitu."

__ADS_1


__ADS_2