
"Selama mereka mau memenuhi kebutuhan kita aku sama sekali tidak masalah."
"Kau bisa mengatakan itu dengan mudahnya."
Tepat saat Marika dan Sebastian saling berdebat dua orang melompat di dekat mereka juga.
Salah satu adalah wanita dengan rambut panjang bergelombang bernama Flan dan satu lagi pria bernama Loki.
Flan memiliki rambut panjang bergelombang dengan penampilan seperti boneka cantik, senjata yang digunakannya adalah jarum raksasa sementara pria bernama Loki memiliki rambut hitam pendek dengan mata panda dan ia seorang pengguna tongkat.
"Kalian berdua masih berdebat di saat seperti ini," ucap Loki.
"Gara-gara dia, mangsa kita telah melarikan diri."
"Aku hanya tidak ingin pembunuhan yang tidak perlu."
"Ma, tenanglah kalian berdua.... tugas kita hanya menjaga tempat ini, jika semuanya baik-baik saja itu sudah lebih cukup."
__ADS_1
Walau Flan berkata demikian Marika jelas tidak akan mendengarkannya, lagipula dia sudah tahu apa yang dilakukannya setiap malam, meski terkesan baik, Flan adalah seseorang yang memiliki abnormal dalam penyiksaan.
Dia akan senang pergi ke penjara dan memotong-motong tubuh tahanan dengan siksaan miliknya, dan sesekali dia melecehkan mereka dengan nada mengerikan.
Marika bertingkah sebagai pahlawan agar tidak ada siapapun yang mencurigainya, namun di dalam hatinya dia yakin bahwa tidak ada siapapun di antara mereka yang memerankan peran itu.
Mereka hanyalah orang yang mementingkan keinginannya sendiri.
Sebastian cenderung orang yang suka berfoya-foya dengan kekayaannya dan untuk Loki dia adalah orang yang paling buruk di antara keduanya.
Dia seorang maniak dan setiap malam dia akan pergi ke rumah bordil karena itu matanya selalu mengantuk.
"Oi kau mendengarkanku."
"Aku tahu, lain kali aku tidak akan melakukannya lagi."
"Kau ingin pergi kemana?" teriak Flan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mencari udara segar."
Pada dasarnya semua orang yang dipanggil ke dunia ini bukanlah orang yang memiliki masa lalu yang baik termasuk Marika sendiri.
Di dalam gang sepi itu dia meninju tembok dengan tangannya, mengucurkan darah dari pori-porinya.
Jika berbicara masa lalu Marika adalah sosok yang sama, ketika berusia lima tahun dia membunuh keluarganya sendiri dengan tangan kecilnya, keluarganya bergabung dengan ajaran sesat hingga suatu hari pemimpinnya datang ke rumahnya dan orang tuanya menjualnya untuk ditiduri sebagai penebusan dosa.
Saat itu tangannya menggapai sebuah pisau dan lalu dia tancapkan di kepalanya sebelum pria itu melepaskan pakaiannya, sensasi darah masih melekat pada tangannya.
Bahkan hingga saat ini, dia masih bisa mencium aroma darah tersebut.
Seharusnya orang tuanya melindunginya tapi mereka malah bertingkah sebaliknya dan tega melakukan hal demikian. Saat mereka akan menangkapnya.
Marika Kinoko menggorok leher mereka dan membunuh keduanya, kejadian ini telah menyebar ke seluruh pelosok negaranya hingga seluruh penganut ajaran tersebut ditangkap.
Meski begitu rasa kebencian dan kesedihan Marika tak pernah pudar, selama hidupnya ia mengurung dirinya dan menghabiskan waktu di kamarnya dalam kesepian di rumah panti asuhan tanpa mengenal sekolah ataupun hal lainnya selain bermain game.
__ADS_1
Ketika dia tumbuh menjadi seorang gadis pada usianya sebuah cahaya muncul di layar komputernya dan selanjutnya dia telah terpanggil ke dunia ini bersama yang lainnya sebagai pengguna senjata yang disebut Empat Pilar Suci.
"Suci apanya? Semua orang yang terpanggil jelas hanyalah iblis, meski begitu bukan berarti aku akan melakukan hal yang menentang hati nuraniku, sampai kerajaan ini runtuh aku akan melindungi banyak nyawa," gumamnya dalam hati sebelum melanjutkan langkahnya.