Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 254 : Tembakan Akhir


__ADS_3

Aku telah mengamankan sekitar lima orang budak yang mana menjadi perdebatan di antara seluruh orang yang ikut pelelangan ini.


Doris memasang wajah kurang nyaman begitu juga target Naula yaitu pria pirang.


"Apakah ini bisa disebut pelelangan saat seorang membeli semuanya untuk dirinya sendiri."


"Maaf saja, jika kau keberatan, kalahkan aku dengan uang."


Aku mengatakannya dengan sedikit arogan, singkatnya lu jual gue beli !


Doris mengangkat bahunya meskipun dia dilempari banyak protes, mereka tidak akan bilang aku harus berhenti lagipula aku telah menaikan harga dagang mereka dan juga memberikan keuntungan yang lebih banyak dibanding tangan mereka yang bisa genggam.


Salah satu orang hendak mengirim pukulan sementara aku memulitirnya hingga terdengar retakan yang cukup kuat.


Orang-orang menyingkir dengan rasa ketakutan menghantui wajah mereka, aku telah mengalami banyak hal selama tinggal di dunia ini, jika aku harus membunuh satu atau dua orang itu bukanlah hal sulit dilakukan.


"Tolong lanjutan acaranya."


Pembawa acara yang ragu mulai memanggil kontestan yang lain, dan aku mulai dengan 50 juta.


Orang suka sekali berteriak hanya dengan sesuatu seperti ini, bahkan pria pirang melabrakku.


"Aku tidak percaya kau memiliki jumlah uang sebanyak itu, aku ingin melihatnya."


"Itu tidak masalah."


Aku menjentikkan jariku dan koin berhamburan keluar dari ruang penyimpananku, itu cukup untuk menelan seluruh tempat ini jika dilanjutkan jadi aku berhenti saat koin itu setinggi lima meter.


"Kalian bisa menghitungnya sendiri," kataku.


Tawa kekalahan terdengar dari semua orang yang berkumpul, mereka hendak keluar tapi aku tidak akan membiarkannya begitu saja.

__ADS_1


Liz hanya diam memperhatikan saat aku memulai babak baru.


"Jangan khawatir saudara-saudara, aku tahu kalian ingin mendapatkan elf budak, saat bagian terakhir aku tidak akan menawar."


Mereka semua memiliki ekpresi cerah, orang-orang ini hanya maniak elf... terlebih adik Nympine masih kecil sudah dipastikan mereka lolicon.


Liz mengangkat tangannya.


"Kami akan membeli seluruh budak kecuali yang terakhir dan juga tidak ada lagi yang mampu bersaing dengan kami, maka dari itu tuanku akan membeli semuanya dengan 200 juta, apa kau keberatan?"


"Tidak masalah, itu juga bisa menghemat waktu."


Atas pernyataan Doris, si pembawa acara mengangguk mantap sebelum melanjutkannya.


Dan seperti yang diduga di depan panggung berdiri sosok yang menyerupai Nympine muda.


Semua orang mulai mengirimkan penawarannya. Itu bahkan sampai 20 juta aku meminta Liz untuk diam-diam masuk ke belakang panggung memeriksa keadaan wanita pirang sekaligus memulai acara sesungguhnya.


"Kalian tampak bersemangat tapi sayangnya hari ini semua budak menjadi milikku."


"Tunggu, bukannya kau bilang tidak akan menawar," teriak pria pirang.


"Aku tidak akan menawar tapi memberikan tawaran bagus... kalian semua ingin pergi dari sini atau mati."


"Konyol, memangnya kau bisa.."


Door.


Sebelum pria pirang menyelesaikan perkataannya peluru menembus kepalanya hingga meledak, melihat mayat yang jatuh orang seketika terdiam sebelum berteriak histeris menyelamatkan dirinya.


Sayangnya meski mereka keluar pasukan Malifana sudah menunggu, mereka hanya akan mendapatkan penangkapan serta hukuman layak.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?" tanya Doris.


"Bisnismu sudah ditutup semua tempat persembunyianmu telah dihancurkan."


"Mustahil, kalian semua kepung dia."


Si pembawa acara mengeluarkan pisau untuk menyerangku dari belakang, aku tidaklah bodoh untuk tidak memperhatikannya.


Aku menangkis pisau itu lalu menancapkannya di leher hingga dia tewas dalam sekejap, di saat itu lima orang tersisa mengelilingiku dan secara bersamaan menciptakan sihir.


Doris pasti kebingungan saat hanya sebanyak ini pasukan yang dia miliki.


Hanya dengan sekali jentikan lingkaran sihir mereka hancur berkeping-keping.


"Orang ini iblis."


Tanpa perlu menunggu lama aku menghajar mereka dengan mudah termasuk Doris yang tidak bisa berkata apapun lagi.


Suara Naula terdengar.


"Semuanya sudah beres, para budak sudah dikeluarkan dengan aman dan mereka sudah ditangkap semuanya."


"Kerja bagus."


Aku melirik ke arah gadis elf itu.


"Nympine pasti sudah menunggumu di rumah, mari pulang."


"Kakak."


Air mata menetes dari wajahnya yang manis.

__ADS_1


__ADS_2