Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 279 : Sea Serpent Dan Seekor Naga


__ADS_3

Servant adalah sebuah roh penjaga yang sedang kugunakan ini.


Saat naga di atas langit mulai membuka rahangnya untuk memberikan raungan penuh amarah.


Aku mengarahkan tanganku selagi memberikan instruksi.


"Serang para Knight."


Mereka semua melompat ke udara dengan gagah berani, bertahan maupun menyerang secara bergantian sesuai kondisi yang mereka dapatkan.


Dragon Knight menyemburkan bola api hitam yang ditahan baik oleh Sea Serpent, dia menggunakan ujung ekornya layaknya sebuah cambuk untuk menjatuhkan sebagian para Knight.


Dark Knight memiliki kekuatan di atas semuanya dan ekor itu dengan mudah di tangkapnya, kemudian memutar-mutarnya beberapa kali sebelum meluncurkannya jatuh ke tanah.


Di saat yang sama para Knight yang dijatuhkan sebelumnya meluncur ke atas untuk menahan pergerakan Sea Serpent, sebagai penyerangan akan diserahkan pada Amry Knight yang bersedia dengan pedang di tangannya lalu jatuh dengan gerakan tusukan mengincar kepala Sea Serpent sayangnya mulutnya lebih dulu melahapnya lalu membawanya ke udara sebelum mematahkannya menjadi dua bagian.


"Naga itu jelas sangat kuat."


"Apa kau mengakui kekalahanmu, di kerajaan Hespringer aku dikenal sebagai seorang penyihir jenius, orang-orang di sana menghormatiku bahkan mereka menyediakan wanita berbeda sebagai persembahan untukku."


"Penyihir Jenius kah."

__ADS_1


Aku mengulurkan tanganku dan menggunakan para Knight sebagai titik lingkaran sihir untuk mengurung sosok naga dari segala arah.


"Bukannya itu?"


"Aku tidak hanya menyuruh mereka bertarung akan tetapi aku juga bisa mengalirkan sihirku pada mereka... sebagai orang jenius kau harusnya sudah tahu."


Sebelumnya aku pernah melawan pengguna jurus yang sama saat berada di kerajaan Animalia. Menyalurkan sihir adalah sesuatu yang cukup berguna dalam pertempuran.


Neko yang merupakan kucing roh imut tiba-tiba muncul walaupun aku tidak memanggilnya, dia memiliki indera bahaya saat dibutuhkan dan cenderung akan muncul dengan kemauannya sendiri.


"Tuan Aksa, bukannya akan merepotkan jika anda membunuh Sea Serpent begitu saja, dia adalah roh yang memutuskan tinggal di dunia manusia bersama Leviathan dan bekerja pada penguasa lautan... jika dia mati, mereka mungkin akan memburumu tuan."


Pada akhirnya kugunakan sihir petir untuk menyerang Sea Serpent yang meronta-ronta lalu menghilangkan para Knight setelah dia jatuh menghantam tanah.


"Aku hanya membuatnya tidak sadar, apa sudah cukup."


"Terima kasih tuan, lain kali tolong panggil aku lagi."


Sebenarnya aku tidak memanggilnya sama sekali.


Aku bisa melihat sosok Loki mengutuk keras padaku, senjata yang dia andalkan kalah begitu mudahnya membuat emosinya naik ke kepala, menunjukan setiap urat di keningnya.

__ADS_1


"Tidak adil, kau pasti pengguna cheat sialan bahkan mengalahkan Sea Serpent adalah mustahil."


"Itu hanya perkataan yang dikatakan oleh orang lemah. Apa kau mau menyerah sekarang? Aku akan memenjarakanmu di kerajaan baru ini sebagai seorang pembunuh."


"Tutup mulutmu, aku masih memiliki satu kemampuan yang akan membuatmu tercengang... lihat ini."


Loki mengangkat tangannya dengan sebuah rapalan sihir.


"La Erosta Falnia."


Setelah ia mengatakannya kilauan cahaya menelan dirinya dalam kegelapan, di waktu yang sama aura kematian menyembur keluar dari tubuhnya yang sedikit demi sedikit merubah keberadaannya.


Tangan dan kaki menjadi cakar, tak hanya itu tubuhnya juga berubah menjadi sesuatu yang dimiliki seekor reptil dengan empat kaki serta mata merah yang dipenuhi kebencian.


Ekor panjang di bagian belakang mampu menghancurkan deretan pepohonan tanpa kesulitan.


Dia menggunakan sihir tranformasi yang merubah penggunanya menjadi bentuk yang diinginkannya.


Aku bisa menebak apa wujudnya yang sekarang.


Itu adalah seekor Dragon Komodo.

__ADS_1


__ADS_2