Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 326 : Medusa


__ADS_3

Medusa memiliki ekpresi masam saat tahu bahwa serangannya tidak memiliki kerusakan padaku, setelah memosisikan dirinya dia menyebar kabut asap di sekelilingku.


Pilihan yang dia ambil adalah menyerangku secara langsung dalam kegelapan.


Dia mengirim jarum dari mulutnya yang mana mengenai bahuku.


"Kau memiliki pedang di punggungmu tapi kau tidak menggunakannya, apa kau ini bodoh?"


"Aku tidak perlu repot-repot menggunakannya saat melawan makhluk lemah sepertimu."


Dia mengirim puluhan jarum ke arahku yang mana kutahan dengan sihir pelindung, satu dari mereka tertahan sementara yang lain aku hindari dengan mudah.


"Terlebih kau terlihat sangat mengetahui sekali tentang kaisar pertama apa dia memiliki hubungan denganmu?"


"Beliau hanya tuan yang kulayani, ia menyelamatkanku dan membiarkanku melayaninya sebagai penjaga di sini.... sejak beliau sakit dia memutuskan untuk menyembunyikan empat warisannya di tempat berbeda agar tidak ada seorang pun yang mencoba merebutnya di istana."


"Di istana?" aku mengulang kata tersebut selagi memutar tubuhku mengacungkan pistol.


"Jika empat harta warisan itu di istana beliau yakin pasti suatu hari akan ada orang-orang yang berusaha mengambilnya dan akan menjadi sebuah pemberontakan... jika memisahkan mereka diberbagai tempat maka mereka akan kesulitan mengambilnya."


"Bahkan pada Kaisar sekarang dia tidak mempercayainya."


Jarum kembali meluncur ke arahku yang mana kuhindari dengan mudah.

__ADS_1


"Jika seseorang menjadi kuat maka tanggung jawab yang mereka pikul akan semakin besar pula, keempat warisan tersebut sangatlah kuat dan terkutuk, jika seseorang sudah terlena dengan kekuatan mereka akan berubah menjadi sosok iblis, pedang di punggungmu itu merupakan istri dari kaisar pertama.. apa kau tahu apa yang telah dia coba lakukan?"


Aku menembakan senjataku dan itu tidak mengenai siapapun kecuali bebatuan gua.


"Tidak," jawabku singkat.


"Lee Wuyan ingin mengambil empat warisan milik suaminya sendiri, dia bahkan berusaha membunuhnya."


"Kau mencoba menipuku?"


"Aku mengatakan hal sesungguhnya... sudah kubilang manusia itu selalu haus akan kekuatan bahkan istrinya berusaha untuk merebutnya dari suaminya."


"Dengan kata lain istrinya dibunuh oleh suaminya sendiri."


"Karena penyesalannya kaisar lalu memasukan tubuh istrinya ke dalam tungku lalu menjadikannya pedang di punggungmu itu."


Jika dipikirkan memang sedikit aneh, saat aku dan Chunhua menemukan warisan ke dua kaisar, ada pedang ini juga padahal di dalamnya ada pil racun.


Sungguh tidak normal bahwa ada dua warisan di satu tempat, dengan kata lain pedang ini bukanlah termasuk warisan darinya melainkan dari istrinya.


"Setelah kau mendengarnya apa kau ingin membuang pedangnya?"


"Aku terbiasa mendengar hal seperti itu, jika pedang ini dibuat dari tubuh manusia memangnya kenapa."

__ADS_1


Terlepas dari buruknya pedang ini diciptakan tetap saja pedang Wuyan adalah pedang yang bagus.


Medusa muncul di belakangku seolah aku tidak menyadarinya, dia hendak mengirim taringnya untuk menggigit leherku namun aku lebih dulu menyikut perutnya, saat dia ingin melarikan diri masuk ke dalam kabut, aku mencekik lehernya setelahnya.


Rambut ular mencoba mengigitku namun itu sia-sia saja, aku adalah orang yang dilatih oleh banyak dewi kekuatannya bahkan sama sekali tidak mendekatiku.


"Aku berubah pikiran, lebih baik aku membunuhmu saja."


Saat dia mencoba melepaskan tanganku Neko yang entah dari mana muncul di sampingku.


Neko adalah roh berbentuk kucing bersayap.


"Tuan, kurasa lebih baik Anda tidak membunuhnya, Ia mungkin bisa membantu anda."


"Kau melihatnya pertarungan kami?"


"Tentu saja...Medusa adalah jelmaan wanita cantik di alam dewi tidak maksudku sebelumnya dia dewi, dia telah melanggar hukum untuk tidak terlibat di dunia yang dikelolanya, karena itulah dia dibuang kemari dan berubah menjadi sosok yang sekarang, aku harap tuan bisa sedikit berbuat baik padanya."


Aku menjatuhkannya hingga dia terbatuk-batuk.


"Bagaimana bisa kau tahu itu?"


"Dewi Yu'er yang mengatakannya padaku, sebenarnya aku dari awal mengikutimu tuan.. maaf karena aku keluar sembarangan tapi menara Yin Yang juga sebelumnya adalah rumahku rasanya senang datang kemari lagi."

__ADS_1


__ADS_2