Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 93 : Lantai Terakhir Menara Altima


__ADS_3

Rasanya labirin ini dibuat untuk kami.


"Bagaimana sekarang Aksa?" tanya Richard.


"Jika kita terus mencoba menantang lantai aku tidak yakin bahwa kita akan selamat, semakin lama naik kita semakin dihadapkan dengan hal berbahaya.. aku akan mencobanya."


"Karena kau sudah bilang begitu, kami juga setuju.. siapapun dari kita akan membawa obat untuk gurumu."


"Kalian."


"Bukannya itu alasan kita datang kemari," atas perkataan Kazel semua orang mengangguk setuju.


Di saat seperti ini dia malah mengatakan hal keren.


"Silahkan pilih pintu kalian," mengikuti perkataan si kucing kami segera memilih pintu masing-masing, saat aku memasukinya semua pandangan hanyalah berwarna putih.


Selanjutnya aku menemui diriku di sebuah altar megah di mana sebuah tangga berada di depanku.


Jadi aku yang terpilih.


Aku menaiki tangga itu sampai ke puncak dan kutemukan sebuah pilar-pilar putih berada di sepanjang jalan menuju kursi tahta, di kursi itu tampak seorang wanita duduk dengan gaun biru, ia mengenakan penutup wajah dan hanya menampilkan rambut biru panjang.


"Selamat, kaulah yang berhasil sampai ke lantai ini... seperti yang kau lihat akulah Dewi Naga Freya," saat dia mengatakan itu aku tertawa.


"Apa ada yang lucu?"


"Tidak, aktingmu cukup buruk Avelin."


"Aku tidak kenal Avelin, siapa itu?"

__ADS_1


Bahkan di situasi seperti ini dia masih berusaha.


"Kau memang bisa menyamarkan penampilanmu tapi tidak suaramu serta postur tubuhmu, lagipula tidak ada seseorang yang akan tahu jalan pintas kemari jika bukan Dewi itu sendiri."


"Padahal aku hanya ingin membantumu, terserahlah."


Sang Dewi melepaskan penutup wajahnya, seperti yang kuduga dibaliknya adalah wajah Avelin biasanya.


"Membosankan terus-menerus berada di sini jadi aku menyamar menjadi penduduk di lantai pertama tapi kita malah bertemu," kata Avelin mengembungkan pipinya, penampilan Dewi naga yang selama ini kubayangkan hancur begitu saja.


Aku pikir dia wanita keras yang kejam tapi malah sebaliknya.


"Dengan penampilanmu seperti ini kau jauh lebih imut."


"Aku memang imut tapi sayangnya kau datang kemari tidak berniat untuk menikahiku, itu membuatku kecewa."


"Memangnya boleh menikahi Dewi."


Ah, yang itu.


"Boleh aku tahu kenapa kau ingin menikah dengan manusia? Ras Naga termasuk ras tinggi mereka biasanya hanya akan menikah dengan sesama naga."


"Ada dua alasan, pertama aku memang lebih menyukai manusia."


"Mungkin karena ras manusia sangat enak."


"Aku tidak berniat memakan mereka, yang kumaksud adalah cinta.. aku mencinta mereka, walau manusia lemah tapi mereka tidak pernah menyerah untuk menjalani hidup singkat mereka, berbeda dengan naga, kami telah mencapai semuanya hingga setiap hari hanya bermalas-malasan."


Aku bisa mengerti itu, misalkan kau bermain game dan levelmu sudah maksimal kau tidak akan bisa menikmati game itu lagi.

__ADS_1


"Dan yang kedua?" tanyaku.


"Demi kedamaian antara manusia dan naga, memang benar ada naga yang berusaha menghancurkan manusia namun di antara mereka ada juga naga sepertiku."


"Maksudmu naga kehancuran?"


"Benar sekali, karena mereka, naga yang ingin berdamai dengan manusia tidak bisa berbaur dan mereka memutuskan untuk mengasingkan diri di belahan dunia karena frustasi."


"Bisa segitunya," teriakku.


Semuanya malah jauh dari apa yang kubayangkan.


"Bagaimana kalau kau meniduriku saja dan biarkan anak kita yang mencoba membuat pendamaian antara naga dan manusia."


"Apa yang kau minta dari pria polos sepertiku, aku menolak?"


Karena Dewi Naga Freya menyukai manusia dia membawa orang-orang yang terluka untuk tinggal di menara ini, hal seperti itu adalah sesuatu yang lebih dari orang pikirkan.


"Aksa?"


"Soal barusan aku jelas tidak bisa melakukannya, seperti yang kau tahu aku hanya ingin meminta obat untuk guruku, bisakah kau memberikan ramuan yang bisa menghilangkan kutukan tersebut?"


"Itu mudah bagiku, hanya saja seperti peraturan di menara ini kau tetap harus menikahiku."


"Bagaimana kalau aku menolak?" aku balik bertanya.


"Kau tidak bisa keluar dari sini sebelum mengalahkanku."


Avelin, bukan maksudku Dewi Freya berdiri dari kursinya lalu meletakkan sebuah botol kecil di atas singgasananya sebelum berjalan mendekat ke arahku untuk saling berhadapan.

__ADS_1


"Gurumu pasti sudah menunggumu, tunjukan semua kemampuanmu."


__ADS_2