
Rantai di sekujur tubuh monster pemanggilan Hades mulai hancur, bersamaan itu dia mengeluarkan suara lengkingan keras membuat siapapun yang mendengarkan menutupi telinganya dengan tangan.
"Sakit sekali, apa-apaan ini?"
"Telingaku berdarah."
Seperti itulah yang terjadi, mereka semua adalah pasukan kekaisaran yang dikirim untuk membunuh salah satu komandan pasukan raja iblis Hades.
Awalnya mereka sangat bersemangat namun saat berhadapan dengan Hades mereka akhirnya tahu perbedaan kekuatan keduanya hingga berlari ke daerah sini. Kebetulan saja aku dan kelompokku ada di sini.
Yu'er menciptakan kipas di tangannya begitu juga Chunhua yang sudah memasang kuda-kuda untuk bertarung.
Mau bagaimana lagi, aku akan kesulitan jika harus bertarung dengan dua musuh kuat secara bersamaan. Mari bertarung bersama.
Kami saling melirik sekilas lalu mengangguk sebelum melesat maju. Chunhua belum bisa menggunakan kemampuan dari warisan ketiga karena itu dia akan menggunakan racun miliknya.
Aku menarik pedang dari punggungku.
"Percuma, majulah Fairy Darkness."
Sesuai yang diperintahkan padanya peri dari neraka itu mulai menyerang kami, tubuhnya terselimuti petir yang mana merambat ke targetnya.
Bukan hanya kami bertiga orang-orang di belakang kami juga terkena oleh dampak serangan tersebut.
Yu'er mengibaskan kipas raksasa menciptakan angin tornado untuk menghilangkan keseimbangan monster tersebut. Alih-alih diterbangkan Fairy Darkness menepis angin dengan sayapnya sebelum menciptakan bola hitam dari mulutnya.
"Tamatlah kalian," teriak Hades.
__ADS_1
Yu'er maupun Chunhua bersembunyi di belakangku saat aku menciptakan lingkaran sihir perlindung berganda.
Bola hitam menabrak satu persatu lingkaran tersebut dan berhenti di lingkaran terakhir.
"Apa?"
"Mari lakukan."
Aku mengayunkan pendangku membuat bilah raksasa menerjang maju. Hades yang menyadari serangan tersebut berbahaya melompat di depan Fairy Darkness untuk menahannya.
"Tak akan kubiarkan."
"Lihat saja."
Aku muncul di depan wajahnya saat dia mendaratkan kakinya, pedang di tanganku terayun padanya menciptakan percikan kembang api ke udara bersamaan suara memekakkan telinga hingga dia terlempar puluhan meter ke belakang.
"Trinity of the Flores."
Seluruh tubuhnya terselimuti es sesaat sebelum hancur berkeping-keping, Chunhua dan Yu'er yang telah melompat sudah siap memberikan serangan terkuat mereka, sayangnya keduanya malah diterbangkan dengan mudah.
Fairy Darkness menyerap angin serta racun yang dikeluarkan dari musuhnya lalu mengirimkannya kembali lebih kuat dari penggunanya.
"Kalian tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa Onii-chan."
"Aku juga."
__ADS_1
Mereka baik-baik saja walau sedikit babak belur. Fairy Darkness mengirim kakinya untuk menyerangku. Aku berhasil menahannya dengan pedang milikku hingga pijakan tanahku hancur membentuk lubang berdiameter raksasa.
Aku memperberat pedangku sebesar dua gunung untuk menahan serangan tersebut, jika bukan pedang ini sudah jelas itu akan hancur secepatnya.
Hades yang bangkit tertawa.
"Berapa lama kau bisa menahan serangan seperti itu, haha terimalah kegagalanmu... aku memujimu karena kau masih bertahan bahkan aku tidak yakin manusia bisa melakukan hal sejauh ini."
"Ini bukan apa-apa, Chunhua, Yu'er."
"Baik."
Hades mengerenyitkan alisnya dengan jawaban santaiku.
Dia mengalihkan pandangan ke arah kedua orang yang kumaksud yang sudah memegang pelontar granat raksasa menyerupai Antileri.
Sebelumnya aku menggunakan cincin Ruo yang berfungsi sama seperti sihir penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan barang.
Setelah aku mengisi dengan senjata aku memberikannya pada Chunhua hingga jika ada sesuatu yang terjadi dia bisa menggunakannya.
"Apa-apaan itu?" teriak kaget Hades.
"Rasakan ini."
"Ini adalah cintaku bersama Onii-chan."
Sebuah ledakan terus menghantam tubuh Fairy Darkness, pelontar granat memborbardir tubuhnya. Berbeda dengan sihir, ledakan dari bubuk mesiu sudah jelas tidak bisa diserap olehnya.
__ADS_1
Ketika tubuhnya kehilangan keseimbangan pedangku memotongnya dengan beberapa tebasan cepat.