Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 234 : Dalam Perjalanan Kapal


__ADS_3

Dengan kecepatan serta rute yang akan kami ambil, semua petualang akan tiba dalam waktu dua jam lagi, selagi bersandar di pinggir kapal para staf guild tampak sedang sibuk menjalankan kendaraan transportasi kami.


Salah satunya mendekat ke arahku setelah pekerjaannya selesai.


Seperti semua orang duga dia adalah elf yang berada di guild.


Aku lebih suka menyebutnya elf cantik.


"Silahkan."


Dia memberikanku sebuah roti lapis.


"Terima kasih."


"Bagaimana? Event ini sangat menarik bukan, kau bisa mengambil pekerjaan ini untuk memenuhi kantung celanamu dan mengambil pekerjaan lagi saat event ini digelar kembali."


Aku mengigit roti tersebut sebelum menjawabnya.


"Dengan kata lain hanya dengan pemburuan ini, para petualang bisa memenuhi kehidupannya sampai setahun tanpa perlu bekerja."


"Tepat sekali, bukannya itu bagus... Tidak ada hidup yang paling bahagia selain bersantai setiap harinya bukan."


"Kurasa itu benar," kataku tersenyum tipis.


Karena sedikit penasaran aku bertanya.

__ADS_1


"Di negara Animalia jumlah elf sangat banyak, apa di sini memang habitat mereka? Ah, maaf... seharusnya aku tidak bertanya pada elf lagi."


"Kamu terdengar blak-blakan. Tapi tak apa... sebagai petugas guild sudah kewajibanku menjawab semua pertanyaan petualang... pada awalnya negara Animalia adalah sebuah negara yang memiliki diskriminasi terhadap para demi-human."


"Kukira demi-human yang mendiskriminasi manusia."


"Jika melihat dari namanya mungkin semua orang akan berfikir demikian... nama Animalia adalah nama yang diambil sebagai penghormatan terhadap orang yang merubah negara ini dan ia berasal dari ras Elf, bersama dengan para manusia kami semua menjatuhkan pemerintahan sebelumnya hingga membangun negara ini dengan nama tersebut."


"Aku bisa menebaknya, karena keluarga kerajaan merupakan berasal dari manusia dengan kata lain Animalia tidak selamat."


"Benar sekali, meski begitu ia sempat berpesan untuk memberikan setengah tanah di kerajaan ini untuk dihuni para elf karena itulah jumlahnya sangat banyak."


"Begitu, lalu apa menurutmu belakangan ini keluarga kerajaan ada yang aneh?"


"Aneh, kenapa kau menanyakan itu?"


"Aku hanya mendengar desas-desus soal para narapidana yang kabur dari penjara serta banyak serangan monster di mana-mana dan pihak kerajaan hanya diam tanpa melakukan apapun, bukannya itu aneh."


"Jika dikatakan memang benar tapi aku selalu melihat keluarga kerajaan menyapa semua penduduk kota seperti biasanya."


Jadi ini maksudnya.


"Apa mereka berbicara sesuatu?"


"Tidak, mereka hanya melambaikan tangan dan sesekali perintah akan dikeluarkan dari selembaran yang dilempar ke arah penonton."

__ADS_1


"Bukannya itu malah mencurigakan."


"Aku tidak terlalu memikirkannya, ngomong-ngomong apa kalian bergabung dengan party elf di sana itu?"


Kami berdua mengalihkan pandangan ke arah mereka yang sedang mengobrol dengan anggota partyku.


"Iya, kupikir kami tidak bisa mengabaikan mereka tapi aneh juga melihat party yang hanya terdiri dari tiga orang."


Aku membandingkan mereka dengan anggota yang lain yang berada sama di atas kapal ini, paling sedikit mereka beranggota 5-6 orang, terdiri dari pendukung, bertahan dan juga penyerang.


"Soal itu sebenarnya seminggu lalu mereka kehilangan rekan mereka... katanya saat mereka menerima permintaan mereka diserang seekor naga yang mana mengakibatkan teman mereka terbunuh, ada rumor bahwa naga itu berada di dalam hutan misterius dan mereka akhirnya bergabung di event ini... mereka sebelumnya mengikuti hal ini tahun kemarin meski begitu tetap saja aku sedikit khawatir dengan mereka."


Elf cantik perhatian kepada semua orang.


Aku berfikir mungkin ada beberapa orang pria yang salah mengartikan kebaikan hatinya, buktinya ada beberapa penggemarnya yang tampak menaruh kebencian ke arahku.


Mari kesampingkan hal itu dulu dan kembali ke arah elf.


"Mungkinkah mereka secara tidak langsung meminta kami membantu?"


Elf cantik tersenyum masam.


"Sepertinya begitu, kalian mungkin dijebak... apa mau dibatalkan?"


"Kurasa tidak usah, anggap saja aku tidak mengetahuinya."

__ADS_1


"Kau orang yang baik, Aksa."


__ADS_2