
Itu adalah hari santai di salah satu toko pakaian di ibukota Animalia.
Hari ini kami akan membeli pakaian yang berbeda untuk dikenakan berpetualang.
Aku sudah cukup nyaman dengan syal, mantel hitam, celana hitam dan kaos berwarna serupa. Jadi aku datang untuk membantu mereka menemukan pakaian yang cocok.
Alyssa sepertinya memilih tetap berpakaian sama sepertiku, sekarang selagi menunggu tirai terbuka aku duduk di sofa bersama Alyssa yang duduk di pangkuanku.
Pertama yang muncul adalah Liz Calista, ia mengenakan gaun terusan berwarna biru dengan bagian bahu dan punggung terbuka.
Jika kau berfikir menemukan gambaran seperti gadis cantik Liz akan termasuk di dalamnya.
Pakaian itu terlihat erotis dan mampu mengundang pria agar tergoda, terlebih Liz memiliki rambut perak panjang dengan bilasan warna biru serta kulit putih transparan layaknya salju.
Tidak aneh jika pakaiannya benar-benar sangat cocok untuknya.
Dia berputar selagi menunjukan setiap lekuk tubuh darinya.
"Bagaimana Aksa? Aku terlihat cocok," dia mengatakannya selagi menutup sebelah matanya dengan pose imut.
Damagenya terlalu tinggi bagiku.
"Sangat cocok."
Alyssa menatap Liz dengan tajam selagi bergumam.
"Dasar wanita penggoda."
__ADS_1
Berikutnya adalah Naula, kemunculannya memang sudah diatur secara bergantian, Naula sedikit tomboi karena itu dibandingkan memiliki rok dia mengambil celana panjang ketat untuk dirinya yang pas digabungkan dengan sepatu boot tinggi yang dikenakannya.
Dia mengenakan kemeja putih tangan panjang yang ditutup lagi sebuah rompi hitam yang dikancingkan, untuk rambut ungunya sendiri ia potong sebahu dengan anting panjang di telinga kiri sementara yang lebih pendek di kanan.
Walau dari atas sampai bawah semuanya tertutup jelas sekali tubuh sempurna Naula tidak bisa disembunyikan.
Mereka tumbuh dengan baik.
"Tunggu, kenapa kalian hanya diam saat melihatku?"
"Naula sangat cantik dengan penampilan barunya," kataku memuji.
"Aku sangat senang jika Aksa berpikir begitu."
"Aku tidak menyangka itik jelek bisa berubah menjadi angsa yang anggun."
"Siapa takut."
Pertengkaran seperti ini sudah biasa terjadi dalam sebuah party. Untuk penampilan terakhir Malifana muncul dengan sedikit gugup.
Ia masih menggunakan jubah pendeta putih seperti biasanya sebagai identitas seorang Priest atau Healer hanya saja sekarang lebih terbuka.
Bagian bahu, paha, dada, itu terlalu berlebihan.
Dia malah malu sendiri.
Syukurlah rambutnya masih berwarna pirang panjang.
__ADS_1
"Jangan memaksakan diri, kau bisa mengenakan pakaian yang biasanya yang sedikit tertutup... kau tahu, berpenampilan sexy akan sedikit menarik banyak penjahat untuk berkumpul."
"Meski begitu aku tidak akan kalah dengan Liz dan Naula."
Kurasa aku tidak akan memaksanya, saat aku keluar dari toko tatapan kebencian orang-orang semakin bertambah kuat terlebih saat keempat orang ini terus menempel padaku. Dalam perjalanan ke guild aku menciptakan beberapa barang sebagai hadiah.
Alyssa ingin memilikinya tapi dia seorang penyihir jadi senjata tidak terlalu dibutuhkan meski begitu aku memberikannya sapu terbang.
"Wah, aku akan mirip seperti nona Heliet mulai sekarang."
Untuk Naula aku memberikan pedang yang sangat kuat yang bisa ditaruh di pinggangnya.
Liz sebuah aksesoris gelang untuk menjadikan kekuatan sihirnya dua kali lipat.
Dan untuk Malifana aku memberikan tongkat yang telah kuperkuat sedemikian rupa, ke depannya kuharap dia juga bisa sangat pandai menyerang.
Kurasa ini sudah waktunya mengambil pekerjaan.
Saat kami memasuki guild kami segera mencari keberadaan elf cantik bernama Nympine akan tetapi tak bisa kutemukan di manapun.
Aku bertanya pada salah satu staf dan ia menggelengkan kepalanya sebelum menjawab.
"Nona Nympine sepertinya sakit hari ini, kalau mau aku bisa menuliskan alamatnya.. aku juga sedikit khawatir dengannya."
"Terima kasih."
Saat perjalanan pulang dari Hutan Misterius dia memang terlihat kelelahan.
__ADS_1