
Di depan pintu Nympine tak bisa berkata-kata lagi saat melihat adiknya yang kami bawa pulang dengan selamat, ia memeluknya kemudian mengucapkan terima kasih sebanyak ia bisa katakan.
Alyssa yang menunggu di belakangnya berjalan ke arahku untuk bergabung dengan yang lainnya.
"Misi telah selesai kalau begitu kami pergi."
"Tunggu, aku belum memberikan bayarannya."
"Simpan saja, kami sudah mendapatkan cukup uang dari penangkapan Doris."
"Tapi."
"Selamat tinggal."
Aku memilih untuk tidak menerima bayaran apapun darinya, dibanding kami dialah yang lebih membutuhkannya.
Kami pergi ke penginapan untuk mengambil kereta kuda kami, seperti yang kubilang membawa mobil cukup melelehkan di mana harus menggunakan energi sihir dengan kereta itu bukanlah masalah.
"Semuanya sudah siap Aksa," ucap Naula yang mana menjadi kodeku untuk menjalankan kereta.
Tujuan selanjutnya yang ingin kami tuju adalah sebuah reruntuhan di mana sebelumnya merubah salah satu elf yang kami kenal menjadi naga, aku tidak tahu alasannya tapi aku rasanya harus pergi ke sana untuk memastikan sesuatu.
Setelah memikirkan itu aku bertanya pada Alyssa, sebelumnya aku memintanya untuk menunggu di kediaman Nympine dan sebagai gantinya aku akan memberikan hadiah dengan apapun yang dia inginkan.
__ADS_1
Alyssa tampak meletakan satu jarinya di bibir untuk berpikir.
"Aku ingin mandi bersama semuanya, di kolam air panas puncak gunung."
Liz yang paling bersemangat tentang itu.
"Itu ide bagus, aku ingin memanjakan Aksa dan berbuat sedikit kenakalan."
Itu bukan perkataan yang bagus diucapkan seorang wanita.
"Aku juga," tambah Naula sementara Malifana diam dengan wajah memerah.
"Kenapa Alyssa ingin pergi ke sana?"
Alyssa adalah vampir dia abadi kurasa itu tidak akan berpengaruh apapun.
Janji adalah janji karena itu aku tidak akan menolaknya.
Kereta kami mulai semakin menjauh dari kota hingga sampailah di lokasi yang dikatakan oleh Alyssa, itu berada di pegunungan yang membuat kami harus meninggalkan kereta di bawah.
Aku menggunakan sihir pelindung untuk melindungi kereta, dibanding berjalan ke puncak akan lebih cepat untuk terbang, aku mengulurkan tangan ke arah Liz dan Malifana.
Sementara Alyssa mengeluarkan sapu terbang untuk membawa Naula di belakangnya.
__ADS_1
Dengan sedikit hentakan kaki kami terbang di langit.
Malifana yang pertama kali terbang tersenyum takjub.
"Begini rasanya terbang, menyenangkan sekali."
Tidak sembarang orang bisa melakukannya karena itu antusias Malifana memanglah wajar, kalau bukan karena bertemu nona Heliet aku mungkin tidak bisa melakukan ini.
Di puncak gunung terlihat banyak asap yang mengepul ke udara dan bentuknya mirip sebuah kawah, ini memang gunung berapi jadi sebaiknya kami tidak melupakan untuk berhati-hati.
Mendarat dengan selamat, aku mulai memeriksa temperatur dari setiap kolam di sini.
Ada beberapa kolam yang cocok karena itu mari gunakan untuk berendam. Tidak ada siapapun kecuali kami di sini hingga itu mirip seperti pemandian air panas pribadi.
Air seperti ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan, menghilangkan pegal, menurunkan tekanan darah, penyakit ataupun merawat kulit.
Mereka semua melepaskan pakaian mereka sebelum turun masuk ke dalamnya, aku juga mengikuti dan kini berada di tengah-tengah gunung yang memiliki kelembutan.
Aku tidak harus mengatakannya lebih detail.
"Kalian terlalu dekat," kataku demikian sementara mereka tertawa kecil lalu bersandar di kolam dalam posisi duduk.
Tempat seperti ini memang cocok saat kita lelah bekerja keras. Kurasa sering-sering seperti ini bukanlah hal buruk.
__ADS_1