
Semenjak kehilangan dua orang yang paling berharga baginya, Ayumi kini harus hidup sendirian, ia sudah kehilangan ayahnya dan seorang yang disebut keluarganya karena sebuah kecelakaan.
Setelah menyantap sarapan paginya Ayumi keluar dari rumah dan menemukan dirinya telah berada di ruangan putih yang sulit dia mengerti.
"Ini jelas bukan sekolah," selagi bertanya-tanya hal itu, suara yang lembut menyandarkannya. Jauh di depannya seorang wanita tengah duduk selagi memandangnya dari kursi singgasana.
Ia memiliki rambut biru yang dikepang ke samping serta mata yang sejernih lautan, untuk pakaiannya sendiri ia hanya mengenakan gaun putih tanpa ornamen apapun.
Tapi lebih dari itu.
"Gede sekali," teriak Ayumi.
"Apa kau sedang membicarakan dadaku?"
Ayumi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu melanjutkan dengan pertanyaan.
"Siapa?"
"Namaku Nermala, aku adalah sosok yang kalian sebut sebagai Dewi."
"Apa aku sudah mati?"
__ADS_1
Pertanyaan seperti itu jelas yang ditanyakan kebanyakan orang saat bertemu Dewi.
"Tidak, aku hanya memindahkanmu kemari, ada sesuatu yang kuminta darimu. Sebelumnya saat kecelakaan seharusnya kau telah meninggal akan tetapi aku berfikir untuk membiarkanmu sebentar berada di dunia sana."
"Ah, jadi begitu.. lalu apa yang bisa kulakukan untuk Dewi?"
"Tolong bunuh para Dewa-Dewi jahat di dunia berbeda yang akan kau tinggali, aku pikir hanya dengan Aksa dia akan kerepotan... tentu kau bisa menolaknya dan meminta dikembalikan ke duniamu hanya saja dalam waktu 10 hari kau akan meninggalkan."
Ayumi yang tadinya berbicara santai seketika terbelalak kaget, ini mustahil bahwa dia bisa mendengar nama itu lagi.
"Tunggu dulu, apa Anda mengatakan nama Aksa?"
"Benar sekali, dia juga berada di dunia sana, sebuah dunia sihir dan pedang," mendengar perkataan sang Dewi, Ayumi menghela nafas dalam-dalam.
"Tentu saja, setelah mengalahkan mereka kau bisa hidup semaumu, aku tidak masalah. Sebelum itu aku harus memberikan sebuah skill yang bisa membantumu juga."
"Aku tidak memerlukannya, yang kubutuhkan hanyalah empat katana," balas Ayumi santai membuat ekpresi heran di wajah sang Dewi Nermala, dia dengan ragu berkata.
"Empat?"
"Aku memiliki teknik yang menggunakan empat pedang."
__ADS_1
"Ini pertama kalinya seseorang menolaknya, aku sangat terkejut, tapi baiklah..."
Tiba-tiba saja keempat katana hitam jatuh dari langit dan melayang tepat di wajah Ayumi, keempat pedang tersebut ia letakkan masing-masing dua di pinggangnya.
"Ini sudah bagus," kata Ayumi.
"Dunia itu sangat berbahaya, untuk jaga-jaga aku memberikanmu tubuh yang mampu menggunakan segala macam sihir."
"Jika Dewi bilang begitu, aku menerimanya."
"Kalau begitu aku akan memindahkanmu sekarang."
"Baik."
Dalam sekejap tubuh Ayumi telah berpindah ke sebuah kota di benua barat atau tepatnya di ibukota negara Amandemen, setiap bangunan di sini mirip di abad pertengahan yang mana membuat Ayumi sangat antuasias, untuk memastikan dia mencoba melihat pantulan dirinya di cermin, seperti dugaannya dia masih tetap sama.
Ayumi memiliki rambut hitam sepanjang pinggang, mata yang lebar, hidung yang mancung serta bibir yang tipis, dialah inkarnasi dari keanggunan dan kecantikan yang bisa ditemukan 10.000 tahun sekali.
Setelah merapikan rambutnya dia mulai berjalan menyusuri jalanan utama kota, karena memakai pakaian sekolah SMA kebanyakan orang-orang melihatnya sekilas untuk memperhatikan, sedangkan Ayumi tampak tak peduli selagi memikirkan sesuatu di dalam kepalanya.
"Pertama yang dibutuhkan adalah tempat tinggal dan makanan, kedua itu memerlukan uang, bagaimana aku mendapatkannya?"
__ADS_1
Selanjutnya.
Langkah kakinya tepat berhenti di depan bangunan mewah bertuliskan guild.