
Sehari sebelumnya di kota lain seorang pria tampak menari-nari di atas gedung dengan gerakan balet, dia mengenakan jubah hitam dengan rambut merah muda bergaya jamur, hal yang bisa dilihat darinya hanyalah sebuah ketidakwarasan.
"Lalala.. haha.. Lalala."
Sementara itu di sekelilingnya tampak orang-orang berjubah hitam hanya memperhatikannya tanpa mengatakan apapun. Pria berkepala jamur itu bernama Dominic salah satu Oracle yang memuja salah satu dewa jahat Ariesta dari 12 dewa jahat yang ada di dunia ini.
"Sungguh disayangkan, akan tetapi dunia seperti ini memang selalu banyak konflik.. Iblis, Binatang iblis, raja iblis, Dewa-dewi jahat, bahkan Naga kehancuran, apakah tidak ada dunia yang damai? Aaaah, ini terlalu kejam, kejam sekali.. bahkan ketika semua orang hidup damai, siapa yang tega merusaknya haha tentu saja itu aku Yooooi," ucap Dominic selagi memutar-mutar tubuhnya 350 derajat.
Dia melompat lalu berjongkok selagi menatap awan kelabu di atas kepalanya sampai seorang muncul.
"Tuan, para kesatria kerajaan telah tiba di sini."
"Heh, biarkan mereka datang kemari.. kalian semua lanjutkan persiapannya."
"Baik."
Para pemakai jubah itu mulai berkerumun dalam satu lingkaran meninggal Dominic yang menyambut para kesatria yang terus bermunculan.
"Yooooiii... haha, aku mengucapkan selamat karena bisa datang kemari, padahal menemukanku sangat sulit loh."
Masih dalam tarian konyolnya Dominic melompat-lompat ringan di depan ke sepuluh kesatria tersebut, pada dasarnya kesatria memiliki pekerjaan seperti seorang petualang mereka mendapat misi di kantor mereka dan menyuruh para kesatria untuk melaksanakan misi berdasarkan level mereka.
__ADS_1
Kesatria dibagi menjadi dua bagian diantaranya, kesatria kerajaan yang merupakan kesatria yang berada di bawah pimpinan raja dan satu lagi merupakan kesatria suci di bawah pimpinan Oracle.
Oracle adalah tangan kanan Dewi maupun Dewa yang diberikan kepercayaan penuh untuk mengatur dunia.
Mereka memiliki kemampuan unik terlebih bisa melihat masa depan walaupun itu masihlah terbatas.
Dominic kembali melompat-lompat saat para kesatria mengayunkan pedang mereka secara bergiliran untuk membunuhnya, Oracle dari Dewa-dewi jahat sangatlah mengerikan, mereka bahkan bisa membunuh 100 orang lebih setiap harinya.
"Yoooii... hampir saja."
Dengan gerakan aneh Dominic mengambil helai demi helai rambut kesatria yang menyerangnya, dia dengan ringan mengeluarkan boneka yang jauh mengerikan dari jubahnya.
"Persiapannya sudah selesai haha."
Kratak.
Kepalanya berputar ke belakang bersamaan Dominic yang telah memutar kepala bonekanya, tak hanya kesatria tersebut ke sembilan orang pun bernasib sama.
Tubuh-tubuh itu berjatuhan di waktu bersamaan secara tengkurap walaupun kepala mereka menghadap ke atas.
"Sudah mati kah.. haha Yoooi.. aku memang hebat, la la la."
__ADS_1
Rambut yang dililit di bonekanya ia lepas begitu saja lalu memasukannya kembali ke jubah yang dikenakannya sebelum kembali menari.
"Tuan, persiapannya sudah selesai."
"Kerja bagus anak buah, sekarang panggil."
"Baik."
Awan di langit mulai menyatu menjadi pusaran badai, sampai sebuah cahaya dijatuhkan dari sana, Dominic melompat hingga ia berdiri di atas pagar besi.
"Indah sekali, keluarlah para binatang iblis, bukannya kalian semua ingin mengamuk," bersamaan itu puluhan Boar bermunculan lalu memangsa semua penduduk tanpa ampun.
Salah satunya berukuran raksasa.
Seorang pejalan kaki tumbang setelah setengah tubuhnya lenyap, beberapa bangunan menimpa orang-orang dengan kejam, kepala mereka hancur, tangan kaki berserakan di jalanan serta sebuah pemandangan darah yang tak tertahankan yang mana membuat orang-orang memuntahkan isi perut mereka.
"Indah sekali haha Yoooiii.."
Dominic hanya mengayun-ngayunkan tangannya seperti sedang merasakan alunan musik.
"Berikutnya Ibukota."
__ADS_1
Setelah membunuh para penduduk para Boar itu pergi menuju ibukota kerajaan Elysium.