
Orang-orang berhenti sesaat saat gadis berambut hitam itu berjalan melewati mereka, ini adalah guild ibukota Amandemen salah satu guild terbesar di negara ini.
Walau pemerintah telah mengirimkan pasukan untuk melindungi keamanan di wilayah masing-masing, guild tetaplah memiliki peranan penting dalam hal itu, kebanyakan masalah terlalu banyak untuk di atasi mereka sendiri dan orang-orang lebih mengandalkan petualang yang bergerak lebih cepat.
Seorang receptionis menyambut gadis itu saat dia memperkenalkan dirinya sendiri.
"Namaku Ayumi, aku membutuhkan pekerjaan."
"Kau ingin bergabung dengan guild ini, silahkan isi formulirnya."
Ayumi mengikuti apa yang diminta oleh receptionis.
"Ini pertama kalinya aku datang ke Guild bisakah Anda menjelaskan apa yang harus kuketahui di tempat ini?"
Receptionis menjelaskan.
"Setiap petualang dibagi atas beberapa rank sesuai misi yang diambilnya, jika seseorang banyak mengambil quest maka dia akan segera naik peringkat, peringkatnya sendiri dari F sampai S."
"Jadi begitu, kalau boleh tahu siapa peringkat S di sini?"
Sebelum receptionis menjawabnya seorang pria berotot dengan pedang besar lebih dulu mendahuluinya.
"Itu aku, namaku Degolas.. aku adalah petualang terkuat di sini, aku suka gadis cantik sepertimu bagaimana kalau kau bergabung dengan partyku?"
Ayumi melirik ke belakang pria itu dan menemukan beberapa wanita yang diikat rantai di bagian lehernya, mengikuti pandangan Ayumi Degolas berkata.
__ADS_1
"Mereka adalah budakku, kau bisa menjadi salah satu seperti mereka."
Semua orang yang menyaksikan hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Dia mulai lagi, aku kasihan pada wanita yang baru bergabung di tempat ini."
Berbeda dengan ekpresi semua orang yang suram, Ayumi beralih menatap receptionis.
"Jika aku mengalahkan orang ini, apa aku akan naik ke peringkat S?"
"Ah.... itu."
"Heh, kau berani menantangku... aku ini..."
Sebelum Degolas menyelesaikan perkataannya sebuah ujung pedang menusuk satu matanya hingga menembus ke tulang tengkoraknya, hanya dengan sekali serangan itu dia ambruk membuat semua membeku dalam ketakutan.
"Aku tidak menyukai orang seperti ini."
Ayumi mengayunkan pedangnya dan dalam sekejap kalung rantai yang mengikat para wanita langsung terpotong rapih.
"Terima kasih."
"Kalian bisa bekerja seperti yang kalian mau sekarang, maaf soal keributan ini."
"Tidak masalah, biar aku yang membereskan semuanya," kata Receptionis memberikan kartu petualang dengan wajah Ayumi di atasnya.
__ADS_1
Di saat semua orang masih dalam keterkejutan Ayumi berjalan ke papan quest lalu mengambil permintaan yang paling sulit. Salah satu petualang yang duduk segera bangkit untuk memeriksa papan quest dengan wajah pucat saat kepergian Ayumi.
Semua orang mengalihkan pandangan padanya dengan wajah penasaran.
"Orang barusan mengambil quest untuk membunuh naga kehancuran."
"Mustahil, aku tidak menyangka akan muncul orang seperti Vivia Legal."
"Aku juga."
Mengabaikan perkataan orang-orang tersebut Ayumi pergi ke lokasi yang ditunjukkan kertas di tangannya, itu adalah wilayah hutan roh yang banyak dijauhi orang-orang.
Menurut quest yang tertulis, ada seekor naga kehancuran yang mendiami hutan roh dan terkadang dia keluar dari sana untuk menghancurkan desa serta kota terdekat di negara ini, banyak pasukan negara dikirim ke sana tapi sayangnya mereka dihabisi tanpa ampun.
Ayumi bertanya ke orang-orang yang ditemuinya di sepanjang jalan hingga akhirnya dia sampai ke tempat tujuan dengan sedikit bantuan karavan yang melintas.
Hutan roh awalnya tempat yang indah dengan sinar putih mirip kunang-kunang di sekelilingnya, tapi sekarang apa yang bisa dinikmati dari hutan itu hanyalah kehancuran, ada seekor naga putih yang sedang tidur di pusatnya, saat dia membuka matanya sosok Ayumi telah siap dengan kedua pedang di tangannya.
"Yo naga, aku datang untuk membunuhmu."
Naga itu tertawa.
"Kau cuma datang sendiri, namaku Cardina Polna aku cukup kuat untuk menghancurkan satu negara sendirian loh."
"Aku tidak peduli, dari semua orang hanya satu orang yang ingin kukalahkan untuk merebut gelar pendekar pedang darinya."
__ADS_1