
"Aku bisa merasakan tubuhku lagi, apa aku sekarang harus memanggilmu tuan atau master."
Aku memiliki ekpresi sulit di sini.
"Ada apa, bukannya ini dada yang kau inginkan."
"Yah sebenarnya tubuh itu dibuat dari darahku dengan kata lain."
"Aku anakmu," teriaknya terkejut.
Semua orang menunjukan wajah yang sama.
"Itu bagus, dengan kata lain kau tidak bisa tidur dengan Aksa."
"Ini terlalu kejam."
"Tidak begitu juga kali, kita memiliki darah yang sama kurasa akan lebih cocok disebut saudara."
"Itu sedikit lebih baik."
Mendengar itu Alyssa mengembungkan pipinya.
Aku bisa tahu apa yang dirasakannya karena itu aku mengelus rambutnya.
"Bagiku Alyssa tetap menjadi adik manisku yang pertama."
"Ah, kau siscon."
Bisakah naga ini diam sebentar.
Sudah terlambat menyesalinya sekarang aku punya tiga adik, Alyssa, Ruri dan juga Amber. Mereka bebas memanggilku seperti apa.
"Aku akan memanggilmu kakak tersayang."
"Kau berani sekali menambahkan sayang di depan panggilan kakak."
"Sudah wajar kan, lagipula kau memanggilnya dengan nama Aksa."
"Aku berharap Aksa tidak menganggapku seorang adik dan menganggapku sebagai wanita dewasa."
__ADS_1
"Hah, wanita dewasa itu harus punya yang boing-boing.. kau keluar dari klarifikasi."
"Apa?"
Mereka malah bertengkar.
"Jadi Amber, di mana darah yang kau simpan."
"Aku menyimpannya di sini."
Botol-botol darah bermunculan dari sihir penyimpanan miliknya.
"Apa yang harus kulakukan dengan ini?"
Aku tidak bisa membuat tubuh manusia dari darah orang lain, itu karena hanya darahku yang menyimpan energi dewi, karena itu mari hancurkan saja agar tidak merubah seseorang menjadi naga.
Sekembalinya kami ke kota Antares aku diserang banyak perkataan oleh seluruh penghuni mansion, tak terkecuali guruku.
Bagaimanapun Malifana dan juga Amber akan tinggal di sini.
"Aksa membawa wanita lain lagi, kini posisiku telah tergantikan hiks hiks."
"Tolong jangan lakukan itu guru, kau masih nomor satu."
"Um."
"Aksa."
"Guru."
Kami saling memandang di jarak dekat.
"Hubungan mereka mencurigakan, mereka pasti sudah ke tahap ranjang."
"Aku juga berfikiran demikian."
Aku ingin tahu siapa yang mengatakan hal aneh-aneh itu.
Saat Amber memperkenalkan bahwa dirinyalah adikku, semua orang berwajah cerah.
__ADS_1
Perubahan sifat mereka sangat cepat oi.
Amber hanya tinggal di sini sementara waktu setelah kami cukup istirahat di sini, ia akan pergi ke wilayah para naga.
Impiannya adalah menyatukan kembali naga dalam sebuah kedamaian, meski naga kehancuran berhasil dikalahkan itu bukan berarti bahwa peperangan pihak naga telah berakhir.
Aku mengalihkan pandanganku ke arah Amber yang meletakkan kedua tangannya di pinggang sementara Cardina yang merupakan naga putih bersujud di depannya.
"Hidup ratu naga, hidup, aku senang anda masih sehat-sehat saja."
"Um... Um, aku akan kembali ke wilayah naga dan membersihkan kekacauan yang kalian lakukan."
"Kami benar-benar menyesal."
Pemandangan seperti anak buah yang menjilat bosnya kurasa.
Aku tanpa sadar memikirkan hal demikian.
Ayumi berkata selagi membawa sendok sayur.
"Demi merayakan kembali kedatangan Aksa mari buat perayaan."
"Bukannya harusnya untuk menyambutku," protes Amber.
"Fufu aku adalah kakak Aksa jadi dengan kata lain kau hanya adik bagiku terlebih Aksa lebih suka kakaknya dibandingkan yang lain."
"Itu terdengar seperti aku punya kelainan aneh."
"Apa yang kau katakan Aksa itu Siscon, dia hanya akan membuangmu nanti."
Rasanya semakin parah saja.
Meliana muncul untuk menenangkan situasi.
"Kalian jangan bertengkar, semua orang di mansion ini mempunyai perasaan pada Aksa.. mari bergantian mendapatkan kasih sayang darinya."
Aku tidak bisa berkata apapun lagi untuk ini.
Terutama guruku yang menggerutu akan sesuatu.
__ADS_1
"Dasar tukang selingkuh."
Ini memang di rumah.