Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 125 : Pemimpin Kagutsuchi


__ADS_3

Ini adalah ruangan luas yang biasa dijadikan tempat rapat istana, di dalamnya terdapat meja bundar dan beberapa kursi yang kosong, tentu salah satunya diisi oleh wanita bernama Kalina Elysium, ratu negara ini dan aku duduk di seberangnya.


Tanpa basa-basi ratu menjelaskan hal yang kuinginkan.


"Keluarga Rufus awalnya adalah seorang bangsawan Duke yang mendukung kerajaan ini namun mereka mencoba menjual aset kerajaan serta rahasia militer pada kerajaan lain."


"Bukannya itu tuduhan tak berdasar," balasku demikian.


"Tidak, semua buktinya ada di kediaman mereka.. Mereka memiliki kontak dengan kerajaan di benua Utara dan hal itu tidak bisa terelakkan lagi."


Aku memunculkan berkas-berkas yang kusimpan dalam sihir penyimpananku lalu mendorongnya ke arah Kalina.


"Apa ini?"


"Ini adalah berkas yang sebenarnya yang dikumpulkan oleh Richard dan Vermilion belakangan ini. Di dalamnya ada jadwal pertemuan yang melibatkan negara lain dan beberapa bangsawan dari Elysium."


"Mustahil?"


Kalina berdiri dengan wajah terkejut.


"Ketika keluarga Rufus difitnah mereka melakukan pergerakan misterius."


"Jika begini aku harus menangkap mereka."


"Tidak."


Aku menciptakan pedang lalu menancapkannya di meja, ekpresi Kalina memucat bersamaan keringat yang jatuh dari dahinya.


"Akan kubunuh mereka semua."


"Aksa? Kau?"


"Membunuh demi keadilan bukannya kau sangat menarik, bagaimana kalau kau bergabung denganku?"

__ADS_1


Aku mengayunkan pedang ke arah orang yang tiba-tiba muncul dan duduk di atas meja bundar, saat bilah hendak menyayat lehernya pedangku di tahan tangannya hingga terpotong dua dan terbang ke sisi meja.


"Hoyah, kau ingin membunuhku juga."


Pria itu menggunakan topeng putih, berambut jingga serta memakai jubah hitam dengan lambang ular putih di punggungnya.


"Siapa kau?"


"Namaku Shinji.. Aku pemimpin dari kelompok Kagutsuchi yang bertujuan untuk membumi hanguskan dunia dan menciptakan dunia yang baru, kami kehilangan rekan bernama Leonardo, kurasa kau cukup pantas untuk menggantikannya."


Nama itu disebut membuatku mengayunkan pedang lagi padanya, berbeda dari sebelumnya pedang itu menembus tubuhnya.


"Kau ini tidak mau mendengarkanku, apa kau ingin bergabung dengan kami? Jika dunia yang kau inginkan sama seperti kami bukannya akan lebih bagus untuk memiliki reka."


"Aku bekerja sendirian."


"Sayang sekali, yah kalau begitu hancurlah dengan negara ini."


Pria itu menghilang lalu tiba-tiba saja guncangan besar terjadi di luar istana.


Tanpa memperdulikan suara Kalina aku juga menghilang dan muncul di atas bangunan tinggi, di depanku kulihat seekor ular raksasa yang hanya terbuat dari tulang berulang sedang mengamuk, sementara orang bernama Shinji berdiri di bawah sinar bulan selagi melayang.


Dia berkata ke arahku.


"Dunia ini sudah busuk, dengan menghancurkan semuanya maka mereka tidak perlu merasakan penderitaan lagi, dan menjadi awal dari dunia yang baru."


Aku terbang ke arahnya selagi mengayunkan pedangku, lagi-lagi pedangku menembus tubuhnya, tak hanya di situ aku menciptakan pedang di tangan lain yang mana ia tahan dengan tangannya.


"Jadi begitu, kemampuanmu bisa membuat dirimu menghilangkan bagian tubuhmu dan mengeraskannya."


"Tepat sekali, kau benar-benar menarik.. kemampuan sepertimulah yang dibutuhkan untuk membuat dunia baru."


"Aku tidak membutuhkan idealis seperti yang kau buat itu, jika dunia baru membutuhkan banyak pengorbanan sampai kapanpun hal disebut kedamaian itu tidak akan tercipta."

__ADS_1


"Kau tidak akan mengerti bagaimana perasaan kami yang telah kehilangan."


Shinji meninju wajahku hingga aku terlempar ke belakang, saat aku bangkit ular tengkorak itu memasukan diriku ke dalam rahangnya sementara tanganku menahannya untuk tidak menggigitku.


"Lambat laun, kau akan tahu apa itu kesepian hingga lubang di hatimu tidak akan terisi kembali, bukannya kau juga ingin membunuh para bangsawan demi temanmu yang tiada, maka aku juga begitu.. ini semua demi temanku yang telah mati akibat peperangan, demi mimpinya, demi semua orang, akan kubuat dunia baru bahkan jika harus membangkitkan Ouroboros."


"Ouroboros?'


"Pembicaraan ini selesai, semoga harimu menyenangkan Aksa."


Shinji menghilang sementara ular yang sedang menggigitku hancur berkeping-keping oleh seorang yang memakai baju besi emas.


Walau wajahnya tertutup helm aku masih bisa mengenalinya.


"Kau tidak apa-apa Aksa?"


Dia adalah Vermilion Lydia komandan pasukan kesatria kerajaan.


"Aku pergi."


Saat aku hendak melayang menjauh Vermilion melayang di depanku.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi, jika kubiarkan kau akan masuk kedalam kegelapan."


"Aku harus membunuh semua bangsawan itu."


"Hentikan Aksa, biarkan kesatria yang melakukannya.. aku jamin mereka akan mendapatkan hukuman mati dan keluarga mereka akan diasingkan."


"Aku tidak bisa mempercayai kalian bahkan jika itu kau."


"Aksa, aku mohon dengarkan aku... aku berjanji hal seperti itu tidak akan terjadi. Jika aku berbohong kau bisa membunuhku tapi untuk kali ini, jangan sampai kau mengotori tanganmu sendiri.. Apa kau ingin membuang begitu saja apa yang telah Richard perjuangkan, dengan membiarkan kami memprosesnya maka nama keluarga Rufus akan dikembalikan dan adiknya bisa kembali menjadi bangsawan Duke."


Aku melepaskan topengku.

__ADS_1


"Aku akan mengawasinya."


"Terima kasih banyak, untuk sementara tinggallah di kediamanku."


__ADS_2