
Aku menembaki sosok Remis dengan pistol di tanganku sementara Liz dan Naula mengambil jarak ke samping untuk melesat maju.
Kami sudah terlibat pertarungan begitu banyak meski begitu kurasa ini adalah pertarungan yang sulit di antara semuanya.
Remis menahan tendangan lokomotif Naula dan di saat yang sama pukulan Liz juga mampu di blokir sedemikian rupa menciptakan es yang pecah di sekelilingnya.
"Ukh.. dingin sekali," kata Remis santai.
Mereka berdua terus menyerang dan memaksa Remis terus dalam posisi bertahan sementara aku terus menembaki peluru ke arahnya. Dari beberapa peluru yang kulesatkan tidak ada yang mampu menembusnya seolah tubuhnya dibuat dari baja anti peluru.
Di sisi lain Liz dan Naula harus menerima pukulan balasan dari Remis membuat mereka berdua terdorong ke bawah.
"Bagiku barusan hanya pemanasan... sekarang giliranmu."
Remis melesat ke arahku dengan gerakan kilat, menggunakan senjata hanya akan buang-buang waktu, karena itu aku menghilangkannya dan beralih menggunakan tangan kosong.
Aku menahan pukulan pertamanya dan di pukulan ke dua aku menghindarinya sebelum meluncurkan pukulan balasan, karena dia menggunakan penguatan fisik maka aku juga melakukan hal sama dengan mengubah tangan kananku menjadi besi.
Saat mengenai wajahnya itu memercikan api ke udara seolah kami sedang bertarung dengan pedang.
Aku menangkis tendangannya lalu kembali memukul perutnya, hingga dia terlempar beberapa meter ke belakang, ketika dia masih berdiri Naula maupun Liz yang sudah bangkit sekali lagi memberikan pukulan di perutnya hingga tubuh Remis terlempar dan membentur gerbang di belakangnya.
__ADS_1
"Jangan abaikan kami jika kau tidak mau mati dengan cepat," ucap Naula yang hanya mendapatkan tawa gelak dari Remis yang kembali bangkit.
Dia mengarahkan tangannya untuk menciptakan sesuatu yang sulit dipercaya.
"Itu magic script... bagaimana bisa iblis menggunakannya?" ucap Liz tapi tidak ada waktu untuk menjawabnya dan aku segera muncul di depan keduanya menciptakan lingkaran sihir pelindung berlapis.
"Fire Emblem," teriak Remis menciptakan api hitam menyembur bagaikan sebuah gelombang kejut luar biasa, aku telah menciptakan sihir pelindung namun ke sepuluh sihir itu mulai hancur berkeping-keping hingga aku harus menahannya secara langsung lalu membekukannya dengan Trinity of the Flores sebelum akhirnya membalas dengan Hell of the Abyss.
Api merah menyala menyelimuti tubuh Remis, berbeda dari musuh yang kuhadapi aku tidak pernah berfikir akan ada seseorang yang bisa menahan serangan tersebut dan masih tertawa setelahnya.
Liz dan Naula tampak pucat.
Setelah ini aku berfikir ingin melatih anggota partyku agar bisa bertarung melawan mereka.
Aku berkata dengan datar.
"Kau mengambil pengetahuan Meliana, bukannya itu curang."
"Apa maksudmu? Kami hanya menirunya.. kau tahu? Magic Script bukan sesuatu yang sulit dilakukan."
"Mengingat hubungan roh dan iblis yang tidak akur, aku ragu mereka akan membantu kalian."
__ADS_1
"Tidak masalah, selagi kami bisa meniru pola dari formulanya. Itu bukan hal sulit... Fire Emblem."
Untuk kedua kalinya api ditembakan pada kami, aku memunculkan perisai gelap dari sihir penyimpananku untuk menahannya. Mulut dari perisai terbuka lebar lalu melahap api tersebut.
Setelahnya asap keluar dari sana dengan bunyi desiran.
Karena ukurannya besar dan berat hampir mustahil untuk membawanya dalam pertarungan meski begitu ini bisa digunakan saat seperti ini.
Wajah Remis menunjukan ketidak senangan sementara anggota partyku menatap perisaiku dengan antusias.
"Perisai ini sesuatu yang kubuat belakangan ini, aku baru mencobanya dan hasilnya tidak mengecewakan, aku menyebutnya Shield of Darkness."
"Sial.."
Tepat saat Remis mengutuk keberadaanku, sebuah lingkaran sihir tiba-tiba saja muncul dari atas langit dan dari sana sebuah jarum bermunculan layaknya sebuah hujan.
Remis mendecapkan lidahnya dan berkata.
"Wanita itu, dia menggunakan sihirnya... kurasa sudah waktunya aku mundur sekarang, mari selesaikan hal ini lain kali jika itupun kalian bisa hidup."
Remis menghilang dalam sekejap dan kami harus berurusan dengan jarum yang berjatuhan.
__ADS_1