Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 167 : Akademi Elysium


__ADS_3

Ruangan yang ditunjukkan Nona Heliet merupakan ruangan yang jauh dari ruangan asrama lainnya, tempatnya tidak terlalu besar ataupun kecil namun, itu cukup untuk ditinggali dua orang gadis kecil seperti kami berdua.


Ada dua tempat tidur yang ditingkat dua yang mana sekarang kami perebutkan.


"Aku ingin tidur di atas."


"Aku yang tidur di atas, kau seperti gadis yang suka mengompol, jika aku tidur di bawahmu aku bisa kebasahan."


"Memangnya kau ini anggap aku seperti apa gadis pirang."


"Berhentilah memanggil namaku dengan gadis pirang, gadis merah."


Kami berdua saling mencengkeram kerah baju masing-masing, sementara Nona Heliet mendesah pelan lalu berkata.


"Mari putuskan dengan batu, kertas, gunting."


"Itu benar."


Kami melakukannya dalam tiga, dua, satu.


Dan hasilnya sudah dipastikan, aku kalah.


"Hoho, aku ini di desa di sebut anak hebat dalam melakukan hal ini."


Aku seharusnya tidak menerima usulan ini, meski begitu berada di bawah juga tidak terlalu buruk.


Nona Heliet tersenyum.


"Mulai sekarang kalian harus memanggil satu sama lain dengan nama, jika tidak, aku akan menghukum kalian dengan menyita uang jajan kalian."


"Uang jajan?" aku maupun Lesoria mengatakan hal sama.


"Tentu saja, setiap murid di sini akan diberikan uang setiap bulannya oleh pihak akademi."


Bagiku diberi makanan gratis sudah lebih dari cukup, jika sampai diberi uang itu lebih dari yang diharapkan.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong berapa banyak yang kami dapat?" tanya Lesoria.


Nona Heliet memegangi sebelah pipinya seolah sedang memikirkannya.


"Karena kalian muridku, aku meminta pada akademi memberikan uang sekitar 30 koin emas, tapi itu terlalu banyak untuk gadis seumuran kalian."


Kami buru-buru menghentikannya.


"Tidak guru, itu cukup untuk kami."


"Walau menyebalkan untuk setuju dengan Lesoria, aku juga berfikiran sama."


"Kalau begitu aku tidak perlu merubahnya lagi, satu jam lagi datanglah ke kelas, aku akan menunggu kalian di sana."


"Baik."


Hanya dengan tinggal di sini selama 4 tahun, kami bakal jadi orang kaya. Betapa hebatnya itu.


Kendati demikian jika akademi mau memberikan uang sebanyak itu, mereka pasti menuntut kami sesuatu yang besar pula pada kami.


Pertanyaannya, seperti apa itu? Dan Kenapa? Memenuhi pikiranku.


Setelah merapikan barang bawaan kami, aku maupun Lesoria mengganti pakaian dengan seragam akademi yang terdiri dari kemeja putih, blazer serta rok pendek.


Biasanya jika siswa baru mereka akan dibiarkan seharian untuk beristirahat, tapi Nona Heliet memiliki peraturannya sendiri.


Dilatih oleh penyihir yang terkenal memang sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali.


"Nah Jeanne?"


"Apa?"


"Menurut orang, jika dua orang gadis yang asing satu sama lain tinggal di ruangan sama selama 4 tahun, mereka akan berubah jadi lesbian."


"Sebenarnya apa yang selama ini kau pelajari? Hal seperti itu tidak mungkin."

__ADS_1


"Bagaimana jika itu terjadi?"


"Aku akan membunuhmu."


"Aku juga akan membunuhmu."


Di dunia kejam ini, bahkan bagi anak kecil seperti kami membunuh bukanlah hal asing, jika kami tidak memiliki niat seperti itu, kami sudah tidak akan bertahan hidup di luar sana.


Waktu yang dijanjikan telah tiba, aku dan Lesoria berjalan menyusuri koridor panjang lalu berhenti di depan pintu cukup besar.


Saat aku membukanya, sosok Nona Heliet sedang duduk di atas meja dengan kaki disilangkan, beberapa buku melayang di sekitarnya.


"Kalian datang lebih awal."


"Menurutku Ibu yang jauh lebih awal," kataku demikian.


Dia tertawa kecil lalu menyuruh kami duduk di kursi yang tersedia, tentu di sana hanya ada dua buah.


Buku-buku itu menyusun dirinya sendiri.


"Pertama apa yang harus kuajari pada kalian?"


"Aku ingin menggunakan sihir tingkat atas?" aku maupun Lesoria mengatakan hal sama, hingga kami saling menatap satu sama lain dengan rasa persaingan, sementara Nona Heliet menepuk tangan sekali.


"Terlalu dini untuk mempelajarinya sihir, bagaimana kalau kita belajar menggoda?"


"Haaa?"


Kami berdua hanya bisa melongo, sebenarnya apa yang dia ingin ajarkan pada gadis seusia kami.


"Lihat ini, Gaya sexy Ibu guru."


"Aku akan kembali ke kamarku."


"Aku juga."

__ADS_1


"Heeeh, aku cuma bercanda, kembalilah duduk... aku akan menangis jika kalian pergi."


Aku tidak bisa membayangkan bahwa penyihir hebat ternyata seperti ini.


__ADS_2