Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 297 : Wilayah Baru Bagi Viscount Baru


__ADS_3

Beberapa hari setelah Noela mendapatkan tubuhnya, kami semua mengadakan rapat untuk pertama kalinya.


Semua orang di ruangan ini adalah


Nona Heliet, Alyssa, Noela, Nicol, Lulu, Margaret, Meliana, Ayumi, Cardina, Malifana, Liz dan Naula.


Sebanyak itu orang yang tinggal di mansion ini tapi itu bukan masalahnya.


Yang akan kami bahas di sini adalah apa yang akan dikatakan Noela sekarang. Dia berdiri lalu menjelaskan.


"Kini aku kembali diangkat sebagai bangsawan Viscount dan menerima wilayah baru di kerajaan Elysium untuk membuat sebuah kota baru.. sangat berat untuk meninggalkan tempat ini jadi aku ingin meminta kalian semua ikut denganku."


Dengan gelarnya kini Noela kembali menjadi Noela von Aria sesungguhnya.


Nona Heliet adalah orang yang memberikan suara keberatan.


"Selama ini aku telah berjualan di sini dan tinggal di dalamnya itu sangat sulit untuk memiliki tempat yang baru."


"Aku juga merasa begitu," tambah Lulu.


Keduanya sudah tinggal lama di sini karena itu bagi mereka sangat sulit. Namun Noela memiliki senjata yang ada di belakang tangannya untuk merubah keadaannya.


"Aku memang menerimanya namun sejujurnya gelar itu telah aku berikan pada Aksa."


Semua orang terkejut dan aku pun terkejut.


"Apa?"


Berbeda dari kami wajah Noela lebih terlihat menikmatinya.


"Aku menerima gelar tersebut namun aku berkata pada ratu untuk menyerahkannya pada Aksa yang sudah menyelamatkanku dari labirin Underworld, Aksa telah banyak memberikan jasa pada kerajaan ini dan mereka malah lebih senang."


"Bukannya itu akan membuat Aksa memiliki namamu juga," ucap Liz demikian.

__ADS_1


"Tak apa kan, mungkin Aksa akan menikahiku jadi itu sama saja."


Mereka semua langsung terdiam dengan ekpresi suram, guruku kembali menyuarakan keberatannya.


"Sudah kubilang kita harus mengawasi Noela."


"Jangan memperlakukan seperti penjahat, aku tidak keberatan jika kita semua menikahi Aksa di waktu bersama."


Wanita di sini sangat menakutkan.


Aku hanya bisa membaringkan wajahku di atas meja.


"Semua ini tergantung Aksa, apa yang akan dipilihnya?"


Meliana tersenyum jahil.


"Aku juga harus dinikahi."


"Yah, kami semua tidak ada yang keberatan soal itu."


"Jika Aksa ingin berpetualang, kami akan menjaga wilayah tersebut."


Mereka sangat pemaksa, kini aku tahu seorang pria memang seharusnya tidak tinggal dengan banyak wanita di rumahnya untuk menghindar hal seperti ini.


Tapi terlambat untuk menyesalinya.


Aku berfikir sejenak lalu memutuskan.


"Kita sudah lama tinggal di kota Antares, akan lebih baik untuk melihat hal berbeda dari kota yang kita buat."


Semua orang tampak terlihat bahagia, khususnya untuk Noela. Rasanya penolakan guruku dan Lulu sama sekali tidak ada artinya.


"Jangan khawatir wilayah kita sangat luas itu bahkan melebihi ibukota, dekat laut dan juga pegunungan yang masih asri."

__ADS_1


"Bukannya bahaya jika membuat kota terlalu besar," suara itu datang dari Malifana.


Dia Putri kerajaan Animalia jadi baginya hal soal wilayah bukan hal aneh untuknya.


"Ratu bilang tidak masalah jika Aksa yang mengelolanya sebagai kota utama pendukung kerajaan dan beliau berharap dia mau menikahi Alma nantinya."


Malah semakin berat saja.


"Kalau begitu sudah diputuskan kita akan pergi ke wilayah kita yang baru, semuanya ikut denganku."


Kepribadian Noela malah menjadi paling ceria.


Kami menggunakan sihir perpindahan dan muncul di sebuah padang rumput yang luas di mana sekelilingnya di penuhi gunung-gunung tinggi serta jika sedikit melihat jauh ada aroma laut yang menyegarkan yang terbawa angin bersama rumput-rumput yang berterbangan.


Seperti yang dikatakan Noela ini jelas pemandangan yang indah. Semua orang melirik ke arahku dengan penuh harapan.


Aku berdeham sekali.


"Membuat kota itu bukanlah hal mudah, untuk sekarang kita akan membuat rumah kita dulu kemudian tembok tinggi yang mengelilingi wilayah utama kota... apa kalian siap."


"Kami siap, mari tentukan rumah keluarga kita," teriak Nona Heliet.


"Benar, paling tidak ada satu kamar yang muat untuk kita semua," tambah Cardina.


Ternyata dia juga sama.


Aku bisa mendengar suara Dewi Nermala yang tertawa.


(Bukannya itu bagus Aksa, aku sangat senang melihat kebahagiaanmu juga)


(Bebannya terlalu berat, aku ingin berbicara pada seluruh dewi utama nanti, apa bisa?)


(Aku tahu apa yang kau inginkan, akan kuusahakan) suara Nermala menghilang seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2