Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 273 : Membangun


__ADS_3

Aku berkata pada pemilik kota ini.


"Kalian naga kenapa kalian tidak pergi ke tempat lain?"


"Percuma saja, kerajaan Hespringer akan menghancurkannya lagi dibanding pergi paling tidak kami bisa lebih sedikit lama tinggal di sini sampai wilayah naga hancur."


"Itu memang sangat buruk," tambah Naula.


"Kalian masih bisa bergerak?"


"Tentu, sayangnya diantara orang yang menyerang kami salah satunya memberikan kami kutukan."


"Kutukan?"


"Kami tiba-tiba saja tidak bisa berubah menjadi naga."


Amber menanggapinya dengan serius.


"Itu hal yang sangat meresahkan naga selain dibandingkan dengan slime."


Aku bisa melihat Sirilia tersenyum pahit. Dia masih marah soal slime sebelumya yang menyerang desa.


Malifana menambahkan.


"Memang terlihat bahwa ada sihir kutukan yang menyelimuti mereka, tidak.. ini jelas kutukan tingkat tinggi."


"Apa kau bisa menghilangkannya?" kataku.


"Itu sangat sulit."


Jika Malifana tidak bisa maka mungkin ada sesuatu yang bisa membantunya. Sebuah Smartphone jatuh dari langit dan berakhir di tanganku.


Ponsel ini telah menyalin pengetahuan Union yang merupakan orang pertama yang menggunakan sihir, dengan mencarinya secara teliti aku yakin ada beberapa sihir yang kami gunakan.

__ADS_1


Pertama kutulis di pencarian 'Kutukan' kemudian secara spesifik dan ada beberapa buku yang menjelaskannya.


Liz dan Naula menyelinap untuk melihat apa yang kulihat.


"Benda apa ini Aksa?"


"Ini smartphone, di dalamnya banyak pengetahuan tentang sihir... kurasa ada sihir yang bisa menghilangkan kutukan tingkat atas."


"Begitukah."


Aku memanggil Malifana untuk melihatnya.


"Bukannya ini sihir tingkat atas yang telah menghilang, luar biasa... semuanya sihir yang telah lenyap dari zaman dulu."


"Apa kau bisa menggunakannya?"


"Tentu saja, tapi aku perlu waktu seharian untuk menyalin Magic Script tipe ini, tapi kalau boleh apa aku bisa belajar yang lainnya setelah ini."


"Tentu, aku akan memberikan salinannya untukmu, Liz dan Naula juga, setelah semua masalah di wilayah naga selesai."


Liz dan Naula juga tampak senang.


Seharian yah?


Aku bisa mengerti itu, bagi orang lain pasti akan sulit langsung melakukannya bahkan ada kemungkinan jika orang lain akan jauh lebih lama dari Malifana.


Untukku sendiri aku hanya bisa beberapa detik saja, tapi selalu melibatkan diri bukanlah hal bagus. Aku ingin anggota partyku juga menjadi bertambah kuat setahap demi setahap.


"Kau boleh meminjamnya, untuk sekarang Liz, Naula dan Amber tolong cari makanan sebanyak yang kalian bisa dan bawa kemari."


"Dimengerti."


"Untuk Serilia dan aku, akan mencoba memindahkan mayat-mayat, paling tidak kita harus memakamkan mereka dengan layak."

__ADS_1


"Itu bukan hal yang sulit untukku."


Aku melirik ke arah para pria naga.


"Kalian juga harus membantu dan biarkan yang wanita mengurus masakan."


"Kami mengerti."


Wajah mereka sedikit lebih baik dari yang sebelumnya kulihat.


Salah satu anak kecil memegangi tanganku.


"Apa kakak orang baik?"


Itu adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab, meski begitu aku mengangguk kecil ke arahnya, hingga dia tersenyum lebar.


Kami pun melakukan hal seperti yang kutugaskan pada mereka. Untuk yang berat aku memindahkan puing-puing reruntuhan dengan sihir.


Keberadaan Serilia cukup membantu, dia bisa merubah dirinya menjadi slime lalu masuk untuk memeriksa di celah-celah sulit yang tidak bisa kami jangkau.


Beruntung bahwa ada beberapa orang yang masih hidup yang bisa kami selamatkan.


Serilia membuka mulutnya lalu memuntahkan dua orang dari perutnya, kurasa tubuhnya mirip seperti tas penyimpanan atau sejenisnya.


Aku menyentuh tanah dan menciptakan 10 golem sekaligus di saat yang sama kugunakan sihir yang lain.


"Summon magic, Army Knight."


Mereka membantu dalam pembangunan sementara beberapa naga mulai mengangkut mayat-mayat yang telah di indentifikasi untuk segera di makamkan di bawah pohon besar.


Beberapa saat kemudian Liz, Naula maupun Amber telah kembali dengan hewan pemburuan dan segera diolah oleh naga Wanita.


Malifana pun tampak sedang membaca dari ponselku.

__ADS_1


Pembangunan ini akan selesai lebih cepat dari yang kubayangkan.


__ADS_2